Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Dari luar, kompleks bangunan ini tidak terlihat berbeda dengan gedung sekolah biasa. (Hairun Fahrudin)
Pada tiap ruangan bisa kita temui ranjang besi, rantai kaki, serta macam-macam benda dari logam yang digunakan …
Tiang berbentuk gawang yang sebenarnya berfungsi sebagai alat olahraga gimnastik. (Hairun Fahrudin)
Foto-foto tahanan yang pernah mendekam di penjara Tuol Sleng. (Hairun Fahrudin)
Ruang-ruang kelas di gedung ini disekat-sekat menjadi sel-sel kecil berukuran sekitar 1x2 meter. (Hairun Fahru …
Sumber: http://id.berita.yahoo.com
Stupa beratap keemasan yang dibangun untuk mengenang korban. (Hairun Fahrudin)
Hanya 15 kilometer di luar kota Phnom Penh, ibu kota Kamboja, ada sebuah tempat yang diberi nama The Killing Fields of Choeung Ek. Situs ini adalah ladang pembantaian massal pada masa Pol Pot, tempat lebih dari 17 ribu orang dihabisi nyawanya secara brutal. Sebagian besar korban dibawa dari Tuol Sleng, penjara dan tempat penyiksaan terbesar di Phnom Penh.
Dalam kurun 1975-1979 saat Pol Pot berkuasa, hampir dua juta rakyat Kamboja tewas karena wabah kelaparan atau dieksekusi di ladang-ladang pembantaian. Periode suram itu masih menyisakan kepedihan di hati rakyat Kamboja. Itulah sebabnya, warga asli Kamboja biasanya enggan mengunjungi bekas ladang pembantaian seperti Choeung Ek.
Meski menyajikan sadisme, The Killing Field of Choeung Ek cukup kondang bagi pelancong. Mereka rupanya tak hanya ingin bersenang-senang, tetapi juga ingin tahu masa lalu kelam di negara yang dikunjungi.
Begitu melewati gerbang masuk area pembantaian massal, pengunjung akan menemui sebuah stupa beratap keemasan yang dibangun untuk mengenang korban. Di dalam stupa ini ada kotak kaca bertingkat 17 yang memuat pakaian dan sisa-sisa jasad dari 8.985 korban. Bagian paling bawah kotak kaca ini menyimpan pakaian korban, lalu tingkat kedua sampai kesembilan ditempatkan tulang tengkorak, dan tingkat di atasnya memuat sisa-sisa jasad lainnya seperti tulang rusuk, tulang pinggul dan tulang rahang.
Tingkat kedua sampai kesembilan ditempatkan tulang tengkorak. (Hairun Fahrudin)
Saat memasuki stupa ini, pengunjung diharapkan tidak bersuara keras atau memotret secara berlebihan. Di bagian depan stupa disediakan pula altar untuk berdoa bagi keluarga korban. Beberapa pengunjung juga terlihat menyelipkan kertas-kertas berisi doa di kotak kaca.
Di belakang bangunan stupa, terlihat beberapa lubang galian bekas kuburan massal. Setelah hujan reda, tak jarang pengunjung bisa melihat serpihan tulang dan gigi muncul di permukaan bekas lubang galian ini. Sisa-sisa jasad ini kemudian dikumpulkan petugas di sebuah kotak kaca kecil yang diletakkan di depan kuburan massal.
Lubang galian bekas kuburan massal. (Hairun Fahrudin)
Keterangan yang dipasang di tiap-tiap kuburan massal juga cukup membuat bergidik. Ada yang diberi tanda sebagai kuburan massal 166 korban tanpa kepala, atau kuburan massal 100 korban anak-anak dan perempuan yang dikuburkan dalam keadaan telanjang.
Sisa-sisa jasad dikumpulkan petugas di sebuah kotak kaca kecil. (Hairun Fahrudin)
Tentara Pol Pot mengeksekusi korban dengan banyak cara. Mereka tidak menembak para korban dengan senjata api karena harga peluru terlalu mahal. Sebagai gantinya, digunakan pisau, pedang, bambu tajam, bahkan juga alat-alat pertanian seperti sabit dan linggis.
Untuk korban anak-anak, cara eksekusinya lebih mengerikan. Tentara Pol Pot menghabisi nyawa bocah-bocah tak berdosa itu dengan membenturkan kepala korban ke batang pohon besar sampai remuk. Di dekat pohon tersebut juga bisa dilihat lubang galian kuburan massal anak-anak.
Sebuah pohon besar lainnya dipasangi tanda “Magic Tree” yang menurut saksi mata pernah digunakan untuk menggantung pengeras suara supaya korban tidak mengerang saat dieksekusi.
"Magic Tree". (Hairun Fahrudin)
Menurut saksi mata lagi, sekitar 300 orang dieksekusi setiap hari di Choeung Ek. Mereka dibawa menggunakan truk dari penjara Tuol Sleng, dan tiba di Choeng Ek sekitar pukul 8-9 malam. Karena jumlah yang banyak itu, sering kali tentara Pol Pot kewalahan untuk menghabisi nyawa semua korban dalam satu malam.
Mereka kemudian mendirikan barak kayu sebagai penampungan sementara. Namun barak kayu itu sudah tidak bisa dilihat lagi karena dirubuhkan warga beberapa hari setelah kejatuhan Pol Pot.
Sebelum melangkah ke pintu keluar, sebaiknya pengunjung mampir dulu ke museum kecil yang menyajikan banyak informasi mengenai tragedi kemanusiaan di Kamboja. Di museum ini ditunjukkan struktur organisasi Khmer Merah, kisah hidup para petingginya, serta barang-barang yang ditemukan di dalam kuburan massal seperti anting-anting, sandal dan pakaian bayi.
Presiden
Barack Obama terpilih kembali untuk masa jabatan kedua dalam pemilihan
yang sangat ketat melawan penantangnya dari Partai Republik, Mitt
Romney. Kemenangan Presiden Barack Obama memicu reaksi cepat dan
bersemangat.
Di seluruh Amerika, pendukung Obama bersorak. Para pendukung Mitt Romney bertanya-tanya mengapa Partai Republik gagal mencapai Gedung Putih.
Dalam pidato kemenangannya, Presiden Obama berjanji untuk bekerja sama dengan Kongres guna mengatasi berbagai masalah yang dihadapi negara.
“Dan, dalam beberapa minggu dan beberapa bulan mendatang saya akan menjangkau dan bekerja dengan para pemimpin kedua partai untuk menghadapi tantangan yang hanya bisa kita pecahkan bersama. Defisit kita mengubah peraturan pajak kita. Banyak yang harus diselesaikan,” ungkap Obama dalam pidatonya.
Romney mengatakan, kini saatnya untuk mengesampingkan politik partisan dan bekerja sama untuk kebaikan negara.
“Ini adalah waktu yang penuh tantangan untuk Amerika, dan saya berdoa Presiden Obama akan sukses dalam memimpin negara kita,” ucap Romney dalam pidato menerima kekalahannya.
Allan Lichtman adalah profesor ilmu politik di American University di Washington. Ia mengatakan, "Bukan kampanye pemilu yang memutuskan hasil pemilu, tetapi cara pemerintahan. Dan tidak hanya masalah ekonomi, tetapi banyak faktor lainnya yang menentukan."
Lichtman mengatakan, Partai Republik perlu memperluas jaringan pendukungnya. "Partai Republik tidak akan bertahan kecuali mereka menemukan jalan keluar, tetapi sangat sulit bagi mereka untuk menarik kaum minoritas dan perempuan, mengingat sikap mereka terhadap aborsi, imigrasi, dan hak-hak sipil. Inilah tugas sulit bagi Partai Republik," lanjut Lichtman.
Presiden Obama akan kembali menghadapi Kongres yang terpecah. Partai Demokrat masih mengontrol Senat, sementara Partai Republik tetap menguasai DPR.
Para analis mengatakan, para pendukung Obama mengetahui bahwa pesta kemenangan ini bisa berlangsung singkat, kecuali jika ia dan para pembuat kebijakan mendapatkan landasan bersama untuk memecahkan masalah bangsa yang mendesak.
Mengapa Obama Menang ?
Barack Hussein Obama mencatatkan dirinya sebagai presiden kulit hitam pertama di Amerika Serikat (AS) untuk periode 2009 hingga pemilu presiden yang akan berlangsung pada November 2012 mendatang. Menjabat sebagai Presiden AS ke-44 dengan sejumlah persoalan yang diwarisi oleh pendahulunya tentu bukan hal yang mudah bagi lulusan Columbia University ini.
Dalam bidang domestik, Obama harus menghadapi kenyataan bahwa situasi perekonomian AS yang diwarisi oleh Presiden Bush tidak berada dalam kondisi yang stabil. Obama juga masih harus bekerja keras dalam membangun kebijakan luar negerinya, terutama terkait persoalan Irak dan Afghanistan yang hingga kini masih terus mengalami pergolakan meski jumlah pasukan AS telah berkurang di dua negara itu.
Prestasi Obama lainnya adalah pada 2006 lalu Obama berhasil membuka hubungan diplomatik dengan Iran dan Suriah serta mememilih untuk mengedepankan upaya diplomasi dalam penyelesaian nuklir Iran. Dalam kepemimpinan ayah dari dua orang putri ini juga dinilai meraih prestasi tertinggi ketika pasukan Angkatan Laut AS berhasil menemukan dan melakukan penyergapan di tempat persembunyian teroris nomor satu yang paling dicari yakni Osama bin Laden.
Sejak menjabat sebagai Senator Illinois, Obama telah menunjukkan kebijakannya yang mengedepankan perdamaian dengan menyerukan dunia tanpa senjata nuklir
Nama Lengkap : Willard Mitt Romney
Alias : Mitt
Kategori : Politikus
Agama : Kristen
Tempat Lahir : Detroit, Michigan, Amerika Serikat
Tanggal Lahir : Rabu, 12 Maret 1947
Zodiac : Pisces
Hobby :
Warga Negara : Amerika Serikat
Situasi politik internasional sampai saat ini masih belum menemukan titik yang jelas terutama masalah Israel dengan Palestina, Suriah serta program nuklir Iran, namun semua itu tetap Iran yang menjadi sasaran dunia internasional. Hal tersebut terlihat ketika Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, mengeluarkan
kecaman terhadap Iran ketika menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)
Non-Blok di Teheran.
Tuol Sleng, Penjara Rezim Pol Pot yang Mengerikan
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Senin, 19 November 2012
DARI luar, kompleks bangunan ini tidak terlihat berbeda dengan gedung
sekolah biasa. Tapi begitu melangkahkan kaki ke dalam, saya merasa aura
kengerian yang luar biasa. Inilah penjara Tuol Sleng, tempat Pol Pot
menyekap musuh-musuh politiknya, serta menyiksa ribuan rakyat Kamboja
yang tidak berdosa.
Bagi rakyat Kamboja, tanggal 17 April 1975 akan selalu dikenang sebagai lembaran hitam dalam sejarah negeri mereka. Pada hari itu, gerilyawan Khmer Merah yang dipimpin Pol Pot berhasil menguasai Phnom Penh. Inilah permulaan drama paling mengerikan sepanjang sejarah Kamboja.
Bagi rakyat Kamboja, tanggal 17 April 1975 akan selalu dikenang sebagai lembaran hitam dalam sejarah negeri mereka. Pada hari itu, gerilyawan Khmer Merah yang dipimpin Pol Pot berhasil menguasai Phnom Penh. Inilah permulaan drama paling mengerikan sepanjang sejarah Kamboja.
Awalnya
penduduk Phnom Penh menyambut gerilyawan dengan suka cita, berharap
tentara Khmer Merah bisa mengakhiri krisis politik akibat perebutan
kekuasaan pada masa rezim sebelumnya. Tapi euforia itu tidak berlangsung
lama, mereka segera menyadari bahwa Pol Pot dan pengikutnya telah
merencanakan kekejaman yang luar biasa.
Kaum intelektual seperti dokter, dosen dan guru adalah musuh terbesar Pol Pot. Mereka dianggap menghalangi cita-cita Pol Pot untuk menciptakan masyarakat satu kelas, yakni kaum petani yang bisa mencukupi kebutuhannya sendiri. Golongan elit dan terpelajar ini akhirnya dikirim ke berbagai penjara untuk diinterogasi, dan kemudian disiksa dengan sadis.
Penjara dan tempat penyiksaan ini ada di seantero Kamboja, tetapi yang paling besar dan terkenal adalah Tuol Sleng di pusat kota Phnom Penh. Kini penjara Tuol Sleng dijadikan museum, menjadi saksi bisu kekejian yang pernah berlangsung di dalamnya.
Sebelum era Pol Pot, penjara Tuol Sleng adalah gedung milik Chao Ponhea Yat High School, sebuah sekolah menengah di Phnom Penh. Setelah Khmer Merah memenangi perang saudara, gedung sekolah itu segera dirubah menjadi kompleks penjara berkode rahasia S-21 (Security Prison 21).
Museum Tuol Sleng terdiri dari beberapa bangunan bertingkat tiga dalam area yang cukup luas. Seluruh bagiannya masih asli, termasuk kawat-kawat berduri yang mengelilingi gedung. Untuk menghormati korban, dipasang beberapa tanda yang melarang pengunjung tertawa. Tapi siapa yang bisa tertawa setelah melihat kengerian di penjara ini?
Kengerian itu sudah bermula di Gedung A tempat Anda bisa melihat ruang-ruang kelas yang dirubah menjadi tempat penyiksaan. Pada tiap ruangan bisa kita temui ranjang besi, rantai kaki, serta macam-macam benda dari logam yang digunakan untuk memukul korban. Di salah satu ruangan bahkan bisa dilihat foto asli korban yang tergeletak tanpa nyawa di ranjang besi dalam kondisi sangat mengenaskan.
Kaum intelektual seperti dokter, dosen dan guru adalah musuh terbesar Pol Pot. Mereka dianggap menghalangi cita-cita Pol Pot untuk menciptakan masyarakat satu kelas, yakni kaum petani yang bisa mencukupi kebutuhannya sendiri. Golongan elit dan terpelajar ini akhirnya dikirim ke berbagai penjara untuk diinterogasi, dan kemudian disiksa dengan sadis.
Penjara dan tempat penyiksaan ini ada di seantero Kamboja, tetapi yang paling besar dan terkenal adalah Tuol Sleng di pusat kota Phnom Penh. Kini penjara Tuol Sleng dijadikan museum, menjadi saksi bisu kekejian yang pernah berlangsung di dalamnya.
Sebelum era Pol Pot, penjara Tuol Sleng adalah gedung milik Chao Ponhea Yat High School, sebuah sekolah menengah di Phnom Penh. Setelah Khmer Merah memenangi perang saudara, gedung sekolah itu segera dirubah menjadi kompleks penjara berkode rahasia S-21 (Security Prison 21).
Museum Tuol Sleng terdiri dari beberapa bangunan bertingkat tiga dalam area yang cukup luas. Seluruh bagiannya masih asli, termasuk kawat-kawat berduri yang mengelilingi gedung. Untuk menghormati korban, dipasang beberapa tanda yang melarang pengunjung tertawa. Tapi siapa yang bisa tertawa setelah melihat kengerian di penjara ini?
Kengerian itu sudah bermula di Gedung A tempat Anda bisa melihat ruang-ruang kelas yang dirubah menjadi tempat penyiksaan. Pada tiap ruangan bisa kita temui ranjang besi, rantai kaki, serta macam-macam benda dari logam yang digunakan untuk memukul korban. Di salah satu ruangan bahkan bisa dilihat foto asli korban yang tergeletak tanpa nyawa di ranjang besi dalam kondisi sangat mengenaskan.
Di
bagian depan gedung B bisa ditemui tiang berbentuk gawang yang
sebenarnya berfungsi sebagai alat olahraga gimnastik. Tetapi pengikut
Pol Pot menggunakannya sebagai alat penyiksaan dengan cara menggantung
korban dalam posisi kepala di bawah, lalu menurunkan ikatan sampai
kepala si korban masuk ke dalam tempayan berisi air.
Ruang
pamer di bagian dalam gedung B menampilkan koleksi yang menyedihkan,
dengan pajangan berupa sisa-sisa pakaian korban serta ribuan foto
tahanan yang pernah mendekam di penjara Tuol Sleng. Pengikut Pol Pot
rupanya sangat rapi dalam hal dokumentasi. Mereka memotret seluruh wajah
tahanan dan memberinya nomor sebagai tanda pengenal. Terlihatlah
ekspresi para korban yang menatap nanar, seolah pasrah dengan nasib yang
akan menimpa.
Bagian
lainnya yang disebut gedung C tak kalah menyeramkan. Ruang-ruang kelas
di gedung ini disekat-sekat menjadi sel-sel kecil berukuran sekitar 1x2
meter, dengan dinding dari batu bata yang dibuat asal-asalan. Pada
bagian dalam sel yang sangat kecil ini, ada rantai besi yang dicor ke
lantai serta kaleng untuk menampung kotoran.
Kalau
diperhatikan dengan seksama, di dalam beberapa ruang sel bisa dilihat
noda-noda darah yang sudah mengering. Saya langsung bergidik melihat
pemandangan itu, membayangkan betapa menderitanya mereka yang disekap
berbulan-bulan dalam sel yang sangat kecil itu.
Pada gedung D yang menjadi bagian terakhir museum, dipamerkan beberapa lukisan dan foto yang menggambarkan berbagai metode penyiksaan tahanan. Sebuah foto asli memperlihatkan mata bor sedang diarahkan ke kepala seorang ibu yang sedang menggendong bayi. Metode penyiksaan lainnya juga tak kalah sadis, sulit membayangkannya bahwa itu benar-benar terjadi.
Dengan melihat foto-foto serta lukisan yang dipajang di museum ini, bisa diketahui bahwa tahanan juga terdiri dari orang tua, remaja, anak-anak, sampai bayi. Entah apa yang ada di kepala Pol Pot sehingga mengganggap bayi pun sebagai musuh politiknya.
Museum Tuol Sleng memang membuat ngeri, bahkan tak sedikit pengunjung yang terlihat menitikkan air mata. Tetapi inilah bukti sejarah yang harus diketahui sampai generasi seterusnya.
Saya salut dengan warga Kamboja karena mereka bisa jujur dengan sejarahnya sendiri. Banyak kekejian serupa juga terjadi di tempat lain, termasuk di Indonesia, tetapi masih ditutup-tutupi penguasa.
Pada gedung D yang menjadi bagian terakhir museum, dipamerkan beberapa lukisan dan foto yang menggambarkan berbagai metode penyiksaan tahanan. Sebuah foto asli memperlihatkan mata bor sedang diarahkan ke kepala seorang ibu yang sedang menggendong bayi. Metode penyiksaan lainnya juga tak kalah sadis, sulit membayangkannya bahwa itu benar-benar terjadi.
Dengan melihat foto-foto serta lukisan yang dipajang di museum ini, bisa diketahui bahwa tahanan juga terdiri dari orang tua, remaja, anak-anak, sampai bayi. Entah apa yang ada di kepala Pol Pot sehingga mengganggap bayi pun sebagai musuh politiknya.
Museum Tuol Sleng memang membuat ngeri, bahkan tak sedikit pengunjung yang terlihat menitikkan air mata. Tetapi inilah bukti sejarah yang harus diketahui sampai generasi seterusnya.
Saya salut dengan warga Kamboja karena mereka bisa jujur dengan sejarahnya sendiri. Banyak kekejian serupa juga terjadi di tempat lain, termasuk di Indonesia, tetapi masih ditutup-tutupi penguasa.
Sumber: http://id.berita.yahoo.com
Kunjungi juga blog Hairun Fahrudin di easybackpacking.blogspot.com.
Mengenang Tragedi Pembantaian Massal di Kamboja
Posted by HIMIPOL UNIMAL on
MEMORI kelam tersimpan dalam bangunan stupa yang menyimpan ribuan
tengkorak dan tulang-belulang manusia. Sisa-sisa jasad lainnya masih
terserak dalam kuburan massal di sekitarnya yang terkadang muncul ke
permukaan tanah setelah hujan reda. Inilah monumen yang akan mengusik
nurani kita, tapi perlu persiapan mental sebelum melihatnya.
Hanya 15 kilometer di luar kota Phnom Penh, ibu kota Kamboja, ada sebuah tempat yang diberi nama The Killing Fields of Choeung Ek. Situs ini adalah ladang pembantaian massal pada masa Pol Pot, tempat lebih dari 17 ribu orang dihabisi nyawanya secara brutal. Sebagian besar korban dibawa dari Tuol Sleng, penjara dan tempat penyiksaan terbesar di Phnom Penh.
Dalam kurun 1975-1979 saat Pol Pot berkuasa, hampir dua juta rakyat Kamboja tewas karena wabah kelaparan atau dieksekusi di ladang-ladang pembantaian. Periode suram itu masih menyisakan kepedihan di hati rakyat Kamboja. Itulah sebabnya, warga asli Kamboja biasanya enggan mengunjungi bekas ladang pembantaian seperti Choeung Ek.
Meski menyajikan sadisme, The Killing Field of Choeung Ek cukup kondang bagi pelancong. Mereka rupanya tak hanya ingin bersenang-senang, tetapi juga ingin tahu masa lalu kelam di negara yang dikunjungi.
Begitu melewati gerbang masuk area pembantaian massal, pengunjung akan menemui sebuah stupa beratap keemasan yang dibangun untuk mengenang korban. Di dalam stupa ini ada kotak kaca bertingkat 17 yang memuat pakaian dan sisa-sisa jasad dari 8.985 korban. Bagian paling bawah kotak kaca ini menyimpan pakaian korban, lalu tingkat kedua sampai kesembilan ditempatkan tulang tengkorak, dan tingkat di atasnya memuat sisa-sisa jasad lainnya seperti tulang rusuk, tulang pinggul dan tulang rahang.
Saat memasuki stupa ini, pengunjung diharapkan tidak bersuara keras atau memotret secara berlebihan. Di bagian depan stupa disediakan pula altar untuk berdoa bagi keluarga korban. Beberapa pengunjung juga terlihat menyelipkan kertas-kertas berisi doa di kotak kaca.
Di belakang bangunan stupa, terlihat beberapa lubang galian bekas kuburan massal. Setelah hujan reda, tak jarang pengunjung bisa melihat serpihan tulang dan gigi muncul di permukaan bekas lubang galian ini. Sisa-sisa jasad ini kemudian dikumpulkan petugas di sebuah kotak kaca kecil yang diletakkan di depan kuburan massal.
Keterangan yang dipasang di tiap-tiap kuburan massal juga cukup membuat bergidik. Ada yang diberi tanda sebagai kuburan massal 166 korban tanpa kepala, atau kuburan massal 100 korban anak-anak dan perempuan yang dikuburkan dalam keadaan telanjang.
Tentara Pol Pot mengeksekusi korban dengan banyak cara. Mereka tidak menembak para korban dengan senjata api karena harga peluru terlalu mahal. Sebagai gantinya, digunakan pisau, pedang, bambu tajam, bahkan juga alat-alat pertanian seperti sabit dan linggis.
Untuk korban anak-anak, cara eksekusinya lebih mengerikan. Tentara Pol Pot menghabisi nyawa bocah-bocah tak berdosa itu dengan membenturkan kepala korban ke batang pohon besar sampai remuk. Di dekat pohon tersebut juga bisa dilihat lubang galian kuburan massal anak-anak.
Sebuah pohon besar lainnya dipasangi tanda “Magic Tree” yang menurut saksi mata pernah digunakan untuk menggantung pengeras suara supaya korban tidak mengerang saat dieksekusi.
Menurut saksi mata lagi, sekitar 300 orang dieksekusi setiap hari di Choeung Ek. Mereka dibawa menggunakan truk dari penjara Tuol Sleng, dan tiba di Choeng Ek sekitar pukul 8-9 malam. Karena jumlah yang banyak itu, sering kali tentara Pol Pot kewalahan untuk menghabisi nyawa semua korban dalam satu malam.
Mereka kemudian mendirikan barak kayu sebagai penampungan sementara. Namun barak kayu itu sudah tidak bisa dilihat lagi karena dirubuhkan warga beberapa hari setelah kejatuhan Pol Pot.
Sebelum melangkah ke pintu keluar, sebaiknya pengunjung mampir dulu ke museum kecil yang menyajikan banyak informasi mengenai tragedi kemanusiaan di Kamboja. Di museum ini ditunjukkan struktur organisasi Khmer Merah, kisah hidup para petingginya, serta barang-barang yang ditemukan di dalam kuburan massal seperti anting-anting, sandal dan pakaian bayi.
Sumber: id.berita.yahoo.com
Kunjungi juga blog Hairun Fahrudin di easybackpacking.blogspot.com.
Kunjungi juga blog Hairun Fahrudin di easybackpacking.blogspot.com.
Mengapa Obama Bisa Menang?
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Rabu, 07 November 2012
Di seluruh Amerika, pendukung Obama bersorak. Para pendukung Mitt Romney bertanya-tanya mengapa Partai Republik gagal mencapai Gedung Putih.
Dalam pidato kemenangannya, Presiden Obama berjanji untuk bekerja sama dengan Kongres guna mengatasi berbagai masalah yang dihadapi negara.
“Dan, dalam beberapa minggu dan beberapa bulan mendatang saya akan menjangkau dan bekerja dengan para pemimpin kedua partai untuk menghadapi tantangan yang hanya bisa kita pecahkan bersama. Defisit kita mengubah peraturan pajak kita. Banyak yang harus diselesaikan,” ungkap Obama dalam pidatonya.
Romney mengatakan, kini saatnya untuk mengesampingkan politik partisan dan bekerja sama untuk kebaikan negara.
“Ini adalah waktu yang penuh tantangan untuk Amerika, dan saya berdoa Presiden Obama akan sukses dalam memimpin negara kita,” ucap Romney dalam pidato menerima kekalahannya.
Allan Lichtman adalah profesor ilmu politik di American University di Washington. Ia mengatakan, "Bukan kampanye pemilu yang memutuskan hasil pemilu, tetapi cara pemerintahan. Dan tidak hanya masalah ekonomi, tetapi banyak faktor lainnya yang menentukan."
Lichtman mengatakan, Partai Republik perlu memperluas jaringan pendukungnya. "Partai Republik tidak akan bertahan kecuali mereka menemukan jalan keluar, tetapi sangat sulit bagi mereka untuk menarik kaum minoritas dan perempuan, mengingat sikap mereka terhadap aborsi, imigrasi, dan hak-hak sipil. Inilah tugas sulit bagi Partai Republik," lanjut Lichtman.
Presiden Obama akan kembali menghadapi Kongres yang terpecah. Partai Demokrat masih mengontrol Senat, sementara Partai Republik tetap menguasai DPR.
Para analis mengatakan, para pendukung Obama mengetahui bahwa pesta kemenangan ini bisa berlangsung singkat, kecuali jika ia dan para pembuat kebijakan mendapatkan landasan bersama untuk memecahkan masalah bangsa yang mendesak.
Mengapa Obama Menang ?
- Tumbuhnya optimisme dalam kebangkitan ekonomi Amerika dan banyaknya pemilih yang datang ke TPS-TPS membuka jalan bagi kemenangan Obama.
- Ekonomi menjadi masalah utama bagi hampir 60 persen pemilih yang disurvei saat mereka meninggalkan tempat pemungutan suara. Para analis mengatakan, ekonomi yang membaik memperkuat dukungan bagi Presiden Obama di negara bagian kunci Ohio, di mana ia berhasil mencegah runtuhnya industri otomotif Amerika dan menyelamatkan lapangan kerja.
- Kesenjangan gender, Obama memenangi pemilih perempuan, sementara mayoritas laki-laki memilih Romney.
- Presiden Obama juga mendapatkan banyak suara dari kelompok minoritas, terutama kaum Hispanik, yang memberikan dukungan terbesar untuk Partai Demokrat sejak tahun 1996.
Sumber : VOAINDONESIA
Editor: Safrizal
Calon Presiden Amerika Serikat yang ke-45
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Jumat, 31 Agustus 2012
| Barack Obama (Partai Demokrat) dan Willard Mitt Romney (Partai Republik) adalah Kandidat Calon Presiden Amerika Serikat yang ke 45 |
Biodata:
- Barack Obama
| Lahir | 4 Agustus 1961 (umur 51) Honolulu, Hawaii |
|
|---|---|---|
| Kebangsaan | Amerika Serikat | |
| Partai politik | Demokrat | |
| Suami/istri | Michelle Obama | |
| Anak | Malia Obama Sasha Obama |
|
| Alma mater | Occidental College Columbia University Universitas Harvard |
|
| Agama | Orthodox |
| Tanda tangan | |
|---|---|
| Situs web | http://www.barackobama.com |
Barack Hussein Obama mencatatkan dirinya sebagai presiden kulit hitam pertama di Amerika Serikat (AS) untuk periode 2009 hingga pemilu presiden yang akan berlangsung pada November 2012 mendatang. Menjabat sebagai Presiden AS ke-44 dengan sejumlah persoalan yang diwarisi oleh pendahulunya tentu bukan hal yang mudah bagi lulusan Columbia University ini.
Dalam bidang domestik, Obama harus menghadapi kenyataan bahwa situasi perekonomian AS yang diwarisi oleh Presiden Bush tidak berada dalam kondisi yang stabil. Obama juga masih harus bekerja keras dalam membangun kebijakan luar negerinya, terutama terkait persoalan Irak dan Afghanistan yang hingga kini masih terus mengalami pergolakan meski jumlah pasukan AS telah berkurang di dua negara itu.
Prestasi Obama lainnya adalah pada 2006 lalu Obama berhasil membuka hubungan diplomatik dengan Iran dan Suriah serta mememilih untuk mengedepankan upaya diplomasi dalam penyelesaian nuklir Iran. Dalam kepemimpinan ayah dari dua orang putri ini juga dinilai meraih prestasi tertinggi ketika pasukan Angkatan Laut AS berhasil menemukan dan melakukan penyergapan di tempat persembunyian teroris nomor satu yang paling dicari yakni Osama bin Laden.
Sejak menjabat sebagai Senator Illinois, Obama telah menunjukkan kebijakannya yang mengedepankan perdamaian dengan menyerukan dunia tanpa senjata nuklir
- Willard Mitt Romney
Alias : Mitt
Kategori : Politikus
Agama : Kristen
Tempat Lahir : Detroit, Michigan, Amerika Serikat
Tanggal Lahir : Rabu, 12 Maret 1947
Zodiac : Pisces
Hobby :
Warga Negara : Amerika Serikat
Willard Mitt Romney merupakan seorang pebisnis dan politikus Amerika
di bawah naungan Partai Republik. Saat ini ia adalah kandidat terkuat
dari Partai Republik untuk maju dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat
2012. Sebelumnya, ia juga menjadi salah satu nominasi untuk mewakili
Partai Republik dalam pemilu tahun 2008, namun ia kalah dari John McCain
dalam pemilihan pendahuluan.
Pria yang akrab disapa Mitt ini lahir di Detroit, Michigan pada
tanggal 12 Maret 1947. Ia menempuh pendidikan strata satunya di Brigham
Young University, kemudian melanjutkan ke Harvard University. Di salah
satu universitas bergengsi di dunia itu, ia sukses meraih gelar MBA dan
Juris Doctor. Mitt Romney mengawali karirnya di dunia bisnis dengan
menjadi salah satu konsultan di Boston Consulting Group (BCG), sebuah
perusahaan pelayanan jasa konsultasi manajemen yang terletak di
Massachusetts. Lalu di tahun 1977, ia bergabung bersama Bain &
Company di Boston yang juga merupakan perusahaan konsultasi manajemen.
Ketika bekerja di sana, ia menjadi salah satu pendiri Bain Capital,
industri yang bergerak dalam jasa finansial dan manajemen investasi, di
tahun 1984. Ia kemudian ditunjuk sebagai CEO Bain & Company tahun
1991-1992.
Romney memulai kiprahnya di bidang politik dengan bergabung bersama
Partai Republik di tahun 1993 dan maju ke Pemilihan Senat Amerika
Serikat di Massachusetts di tahun berikutnya. Dalam pemilihan tersebut,
ia kalah suara. Di tahun 2002, ia masuk ke dalam pencalonan gubernur
Massachusetts dan berhasil menang. Ia pun menduduki jabatan sebagai
Gubernur Massachusetts periode 2003-2007. Ia kemudian menyatakan
partisipasinya menjadi salah satu nominasi wakil Partai Republik untuk
maju dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun 2008, tetapi ia
kembali kalah suara. Pada bulan April 2011, ia mengumumkan
keikutsertaannya lagi sebagai salah satu kontestan dalam pemilihan
pendahuluan calon presiden dari Partai Republik untuk pemilu 2012. Dalam
pemilihan pendahuluan yang tengah berlangsung saat ini, Romney unggul
untuk sementara waktu dari rival-rivalnya dan diyakini akan menjadi
lawan Presiden Obama dalam pemilu 2012 ini.
Editor: Safrizal
Referensi
[Situasi Politik Internasional] Sekjen PBB Kecam Iran
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Kamis, 30 Agustus 2012
Ketika menyinggung pernyataan sikap Iran bahwa
Israel tidak berhak mendirikan negara, Ban mengatakan pihaknya mengecam
ancaman satu negara anggota PBB ke negara anggota lainnya.
Sebelumnya pada 15 Agustus 2012 lalu lebih dari 400 warga Israel menandatangani petisi
online berisi permintaan kepada pilot-pilot Angkatan Udara Israel untuk
membangkang jika diperintah mengebom Iran.
Petisi tersebut meminta para pilot menggunakan
akal sehat dalam menghadapi apa yang mereka sebut rencana
untung-untungan yang keliru.
Dokumen ini menyebutkan, "Saat ini nasib kami ada di tangan Anda."
Petisi ini dikeluarkan ketika spekulasi serangan Israel terhadap fasilitas-fasilitas nuklir Iran makin kencang.
Para pejabat Israel mengatakan mereka siap berperang selama sebulan dengan Iran.
"Menurut perhitungan kami, perang melawan Iran
akan berjalan selama 30 hari," kata Matan Vilnai, Menteri Pertahanan
Israel dalam wawancara dengan surat kabar Maariv, hari Rabu (15/08).
Vilnai mengatakan pertempuran akan terjadi di
beberapa tempat dan menambahkan serangan rudal Iran mungkin akan
menewaskan sekitar 500 warga Israel.
"Dari pembicaraan kami dengan para pakar, angka korban di pihak kami kurang lebih 500 orang," katanya.
Namun Vilnai menyatakan serangan terhadap fasilitas-fasilitas nuklir Iran akan dikoordinasikan dengan pemerintah di Washington.
Israel meyakini bahwa program nuklir Iran pada
akhirnya ditujukan untuk mengembangkan senjata nuklir, sementara
pemerintah di Teheran menegaskan bahwa program ini semata-mata untuk
kepentingan damai.
Editor: Safrizal
Sumber: http://www.bbc.co.uk/indonesia/
Presiden Iran: Kamboja Memiliki Potensi Tinggi Untuk Meningkatkan Hubungan
Posted by HIMIPOL UNIMAL on
Presiden Mahmoud Ahmadinejad mengatakan bahwa Iran dan Kamboja memiliki potensi tinggi untuk peningkatan transaksi perdagangan dan investasi bersama.
Presiden Ahmadinejad membuat komentar di atas dalam sebuah pertemuan dengan Menteri Kamboja Hun Sen mengunjungi Perdana di sela-sela Gerakan Non-Blok ke-16 (NAM) KTT di Tehran pada hari Kamis sebagaimana dikabarkarkan irna.ir [30/08/201].
Ahmadinejad mengatakan bahwa Iran dan Kamboja harus memanfaatkan potensi tersebut untuk perluasan lebih lanjut hubungan bilateral mereka.
"Iran dan Kamboja harus bekerja untuk kemajuan hubungan bilateral dalam semua bidang lebih dari sebelumnya dan kedutaan kedua negara harus menjadi lebih aktif dari sebelumnya," kata Presiden sambil mengacu pada fakta bahwa Iran dan Kamboja selalu memiliki hubungan persahabatan.
Mengacu pada potensi yang ada di bidang investasi teknis dan ekonomi, Presiden Ahmadinejad menyatakan harapan bahwa sebuah komisi teknis, ekonomi dan perdagangan bersama akan dibentuk antara Iran dan Kamboja sesegera mungkin untuk membuka jalan untuk mengambil keputusan yang cocok untuk peningkatan ikatan.
"Republik Islam Iran menghadapi tidak ada pembatasan dalam meningkatkan kerjasama dengan Kamboja dan kedua ountries harus bekerja untuk kerjasama lebih lanjut," tambah presiden.
Mengacu pada penyelenggaraan KTT Gerakan Non-Blok di Teheran, Presiden Ahmadinejad mengatakan bahwa partisipasi dari semua negara-negara anggota merupakan parameter yang efektif untuk keberhasilan KTT GNB.
"Semua anggota-negara harus membantu agar dapat mengambil keputusan yang lebih baik dan mengambil langkah-langkah yang lebih efektif," tambahnya.
Perdana Menteri Kamboja Hun Sen untuk bagian itu mengatakan bahwa ia senang berada di sini (Teheran) dan menghadiri KTT GNB ke-16.
Perdana Menteri Hun menyerukan perluasan kerja sama perdagangan dan ekonomi dengan Republik Islam Iran.
Presiden Ahmadinejad membuat komentar di atas dalam sebuah pertemuan dengan Menteri Kamboja Hun Sen mengunjungi Perdana di sela-sela Gerakan Non-Blok ke-16 (NAM) KTT di Tehran pada hari Kamis sebagaimana dikabarkarkan irna.ir [30/08/201].
Ahmadinejad mengatakan bahwa Iran dan Kamboja harus memanfaatkan potensi tersebut untuk perluasan lebih lanjut hubungan bilateral mereka.
"Iran dan Kamboja harus bekerja untuk kemajuan hubungan bilateral dalam semua bidang lebih dari sebelumnya dan kedutaan kedua negara harus menjadi lebih aktif dari sebelumnya," kata Presiden sambil mengacu pada fakta bahwa Iran dan Kamboja selalu memiliki hubungan persahabatan.
Mengacu pada potensi yang ada di bidang investasi teknis dan ekonomi, Presiden Ahmadinejad menyatakan harapan bahwa sebuah komisi teknis, ekonomi dan perdagangan bersama akan dibentuk antara Iran dan Kamboja sesegera mungkin untuk membuka jalan untuk mengambil keputusan yang cocok untuk peningkatan ikatan.
"Republik Islam Iran menghadapi tidak ada pembatasan dalam meningkatkan kerjasama dengan Kamboja dan kedua ountries harus bekerja untuk kerjasama lebih lanjut," tambah presiden.
Mengacu pada penyelenggaraan KTT Gerakan Non-Blok di Teheran, Presiden Ahmadinejad mengatakan bahwa partisipasi dari semua negara-negara anggota merupakan parameter yang efektif untuk keberhasilan KTT GNB.
"Semua anggota-negara harus membantu agar dapat mengambil keputusan yang lebih baik dan mengambil langkah-langkah yang lebih efektif," tambahnya.
Perdana Menteri Kamboja Hun Sen untuk bagian itu mengatakan bahwa ia senang berada di sini (Teheran) dan menghadiri KTT GNB ke-16.
Perdana Menteri Hun menyerukan perluasan kerja sama perdagangan dan ekonomi dengan Republik Islam Iran.
Editor: Safrizal
Sumber: irna.ir
India perketat penyebaran informasi terkait kerusuhan antara etnis Hindu dan Muslim di internet
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Rabu, 22 Agustus 2012
India telah menekan media-media digital, termasuk jejaring sosial Facebook dan Twitter untuk menghapus konten yang dianggap "menghasut" karena menyebarkan rumor yang memicu eksodus para migran dari beberapa kota di India pekan lalu.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (21/8/2012), pemerintah India mengatakan bahwa pihaknya telah memblokir akses ke 245 halaman situs yang berisi video dan gambar-gambar terkait kerusuhan etnis Hindu Bodo dan Muslim di Assam, yang menurut India semua itu dipalsukan.
"Banyak konten 'hasutan dan berbahaya' atau informasi yang telah ditemukan muncul di situs-situs jejaring sosial yang hostnya ada di luar negeri," kutipan pernyataan pemerintah India, dilansir Aljazeera.
"Pemerintah membebaskan informasi. Tidak ada persoalan apapun yang disensor di sini. Tetapi, itu bukan berarti tidak ada pembatasan," kata seorang pejabat senior urusan dalam negeri.
Pejabat itu mengatakan bahwa otoritas India sedang berusaha untuk menemukan orang yang bertanggungjawab memposting informasi tentang kerusuhan etnis tersebut yang dianggap sebagai 'hasutan'.
R Chandrashekhar, sekretaris telekomunikasi, mengancam tindakan hukum terhadap situs-situs jika mereka tidak sepenuhnya memenui persyaratan, dengan mematikan halaman-halaman situs yang 'menyerang'.
Chandrashekhar mengatakan kepada TV CNN-IBN bahwa pihak Google dan Facebook telah memenuhi sebagian besar permintaan India sementara respon dari Twitter sangat lemah.
"Kami memahami kegentingan situasi ini, sangat mengecam tindakan kekerasan dan terus bekerjasama erat dengan otoritas yang relevan," kata Paroma Roy Chowdhury, juru bicara Google, dalam sebuah pernyataan.
"Kami telah menerima permintaan dari otoritas India dan lembaga-lembaga serta bekerja sesuai dengan permintaan tersebut dan menanggapi lembabga-lembaga," kata Facebook dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh wakilnya di India.
India telah memperingatkan Twitter bahwa Twitter bisa menghadapi tindakan hukum jika gagal untuk mengidentifikasi sumber-sumber mereka terkait pesan 'hasutan'. Namun Twitter belum bersedia berkomentar.
Ribuan para pelajar dan pekerja dari utara melarikan diri dari Mumbai, Bangalore dan kota-kota lainnya pada pekan lalu karena takut akan serangan balasan atas kekerasan yang dilakukan orang-orang Hindu Bodo terhadap kaum Muslimin di Assam setelah pesan singkat disebar dan gambar-gambar yang beredar di situs menaburkan kepanikan.
Bentrokan antara orang-orang Hindu Bodo di Assam dengan kaum Muslimin, yang dianggap ilegal, dari lingkungan Bangladesh telah meninggal hampir 80 orang, kebanyakan korban adalah kaum Muslimin, dan sekitar 300.000 lainnya terpaksa mengungsi sejak Juli 2012. (siraaj/arrahmah.com)












![OSPEK TAHUN AKADEMIK 2011-2012 Calon Mahasiswa yang telah mendaftarkan diri di Universitas Malikussaleh [Unimal], mengikuti Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus [OSPEK] yang di laksanakan di kampus induk Unimal Reuleut Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara. Selasa [6/9/2011]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW1RDuS47ce5YG1zeoA2_Hw6MxdIuJM0-KUxMM5xFb_wSdFHIjRd3Na9KY2sYwbmWA9NckRcryJrhoes4Y7T5Ytt6HLMD2lFNlnlAa6G1IbLWnKFxVezJFft111ygPkDtzWPL9MV81iuw/s640/Ospek+Tahun+Akademik+2011-2012.jpg)





