Event Pemerintah Aceh 2014

Tampilkan postingan dengan label Pilkada Aceh. Tampilkan semua postingan

[Bupati Terpilih Bireun] Memiliki 25 Kebijakan Membangun Bireuen

Pasangan Harus Muda [Foto: wartaaceh.com]
H. Ruslan-Mukhtar Abda, pasangan Calon Buati dan wakil Bupati Bireuen periode 2012-2017 yang di usung partai lokal [Partai Aceh - PA] Wilayah Bireuen, berhasil mengungguli pesaingnya. Mereka berhasil meraup suara sebanyak 97.891 atau sekira 46,36 % pada Pilkada 26 Juni lalu.

Sebagaimana dirilis media online the globe journal bahwa ada 25 kebijakan pasangan tersebut yang diambil dari buku visi dan misi mereka.

Misi pertama pasangan ini adalah :
mewujudkan pemerintahan yang Islami, berbudaya, bersih, dan berwibawa (good governance). 
Dalam misi ini ditetapkan lima langkah kebijakan yaitu: 
  1. Membangun dan mengimplementasikan nilai-nilai Islami dalam penyelenggaraan pemerintahan.
  2. Membangun transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. 
  3. Menempatkan aparatur sesuai keahliannya. 
  4. Meningkatkan kompetensi sumber daya aparatur. 
  5. Meningkatkan kedisplinan aparatur dalam penyelengaraan pemerintahan.

Misi kedua : 
Meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas. 
Dalam misi ini ada tujuh (7) kebijakan. 
  1. Menetapkan zona pendidikan kota santri di wilayah barat (Samalanga) dan kota pelajar di wilayah timur (Matangglumpangdua) melalui peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. 
  2. Menyusun dan mengimplementasikan kurikulum Islami di semua jenjang pendidikan. 
  3. Menguatkan fungsi MPD dan kelembagaan lainnya dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. 
  4. Memperluas akses pelayanan pendidikan yang bermutu dan terjangkau , baik formal maupun informal. 
  5. Membangun kemandirian lembaga dayah dalam rangka meningkatkan peran dayah dalam pembangunan daerah. Ke enam: meningkatkan pemerataan tenaga pendidik berkualitas di semua jenjang pendidikan. Dan ke tujuh: Meningkatkan kompetensi tenaga pendidik di semua jenjang endidikan.


Misi ketiga :
Bidang pengembangan ekonomi, Harus Muda  yaitu:
  1. Membangun infrastruktur ekonomi yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, terutama irigasi, jalan produksi, dan jalan usaha tani.
  2. Pengembangkan sektor ekonomi unggulan terutama sektor pertanian, perkebunan, peternakan, industri, perdagangan, dan pariwisata dalam rangka perluasan kesempatan kerja. Selanjutnya membangun iklim usaha dan investasi yang kompetitif. Peningkatan promosi potensi unggulan. Pemanfaatan lahan terlantar  yang melibatkan peran serta masyarakat serta meningkatkan pemberdayaaan ekonomi masyarakat pesisir meliputi pengadaan alat tangkap, penguatan kelembagaan nelayan, normalisasi kuala, dan pengembangan budidaya perikanan darat dan laut.
  3. Bidang pelayanan kesehatan, pasangan ini mengusung empat (4) kebijakan yaitu membangun dan meningkatkan sarana dan prasarana kesehatan yang moderen dan berkualitas. Meningkatkan kompetensi sumberdaya kesehatan dan para medis. Memperluas dan menjamin akses pelayanan kesehatan yang berkualitas serta membangun kesadaran masyarakat dalam berprilaku yang sehat.
Misi keempat: 
Memelihara persatuan dan perdamaian berdasarkan UUPA. Ada tiga kebijakan yang dibuat yaitu :
  1. Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan dan perdamaian. 
  2. Menjalin kerjasama yang sinergis lintas sektor dalam menjaga keamanan dan keutuhan perdamaian berdasarkan UUPA. 
  3. Memupuk dan memperkuat interaksi sosial kemasyarakatan sesuai budaya dan adapt istiadat.
Kebijakan tersebut ditanda tangani langsung oleh keduanya pada tanggal 15 Maret 2012 di Bireuen dan kemudian direkap dalam visi, misi dan program kerja Bupati dan wakil Bupati Bireuen tahun 2012-2017.

Sementara sesuai dengan rencana yang telah disusun dalam tahapan Pilkada Bireuen, pengambilan sumpah dan pelantikan pasangan yang dikenal dengan “Harus Muda” ini akan dilangsungkan pada 25 Juli 2012.

DPW PA Bireun Deklarasi Pasangan Harus Muda [Foto analisadaily.com]


Editor: Safrizal

[Bupati Terpilih Aceh Utara di Lantik], Jangan Sampai Rakyat di Lantak

H. Muhammad Thaib [kanan]
Bupati terpilih pada pilkada 9 April lalu  H. Muhammad Thaib dan wakilnya Drs. Muhammad Jamil M.kes, hari ini dilandik di gedung DPR Kabupaten Aceh Utara, Kamis (5/7).
Kedua Pasangan tersebut maju melalui melalui Partai Politik lokal [Partai Aceh] memperoleh dukungan sebayak 174.503 suara (64.18 Persen). Sementara pasang lain seperti Fajri M Kasim/Muchtar A. Al Khutby memperoleh 14.75 suara (5,43 persen). Husnan Harun/T. Muttaqin memperoleh 12.807 suara (4.71 persen), Umar HN/Bakhtiar memperoleh 12,807 suara (0.94 Persen).

Selanjutnya Ilyas A, Hamid/Abd Mahmudi S,Ag memperoleh 8.632 suara (3.17 persen), Marzuki Abdullah/Nuraini Maida 18184 suara (6.69) persen,  Martunis Hamzah/ Mustafa Arba memperoleh 2.541 suara (0,93 persen).

Sedangkan Misbahul Munir/Mansur 7863 suara (2.89 persen), Prof. A. Hadi Arifin/Ridwan Lidan, memperoleh 9457 suara (3,48 persen) dan H. Sulaiman Ibrahim/T Syarifuddin yang diusung 19 partai politik memperoleh 20.693 suara (7,61 persen).

Dimana jumlah suara tersebut semua berasal dari 377.780 DPT, sedangkan yang memberikan hak suara sah 271.899 orang,

Seperti di beritakan harian media online Warta Aceh pada 15 April 2012 bahwa Ketua KIP Aceh Utara Muhammad SE, Ak mengatakan, jumlah semua DPT dari 27 kecamatan 377.780 orang.
“Yang memberikan hak pilih untuk Bupati/Wakil bupati dan Cagub/Cawagub, 288.979 orang, terdiri dari 1.112 TPS yang ada di kecamatan di Aceh Utara. Sedangkan yang tidak mengunakan hak pilih 89.031 orang. Dengan demikian kita sudah ada calon sah yakni calon pasangan bupati/wakil Aceh Utara H. Muhammad Thaib/Muhammad Jamil dalam rapat pleno tadi,” sebut Muhammad.
Jadi, mulai hari ini [setelah pelantikan]  H. Muhammad Thaib dan wakilnya Drs. Muhammad Jamil M.kes sah menjadi bupati dan wakil bupati kabupaten Aceh Utara untuk masa bakti lima tahun kedepan [2012-2017].

Oleh karena itu kita harapkan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama pertumbuhan ekonomi, pendidikan, melanjutkan pembangunan, menyediakan lapangan pekerjaan untuk rakyat  sebagai wujud mengentaskan kemiskinan dan pengangguran, meningkatkan pelayanan kesehatan yang baik, dan kita harapkan dapat berkerjasama dengan semua pihak baik mahasiswa, ulama, pemuda, serta tak terkecuali dengan tacholder di lingkungan Kabupaten Aceh Utara khususnya dalam mensejahterakan masyarakat.

Jangan samapai H. Muhammad Thaib dan wakilnya Drs. Muhammad Jamil M.kes setelah di lantik kemudian melantak rakyat, seperti yang terjadi sebelumnya terhadap rakyat Aceh Utara, khususnya kasus bobolnya kas Kabupaten Aceh Utara sebesar Rp. 220 Milyar yang disimpan di Bank Mandiri Jelembar Jawa Barat, yang terdakwa mantan Bupati Aceh Utara Ilyas A Hamid dan Wakilnya Syarifuddin SE.

Sekedar diketahui bahwa Ilyas A Hamid dan Syarifuddin SE merupakan pasangan yang memenangi pilkada Aceh Utara pada tahun 2006 yang didukung masyarakat dan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Pernyataan Safrizal [Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Malikussaleh- HIMIPOL UNIMAL]

Tiga Daerah Pilkada Putaran Kedua 2 Juli

MEULABOH - Tiga kabupaten bertetangga, masing-masing Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Barat Daya (Abdya) bakal melaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada) putaran kedua pada tanggal yang sama, yakni 2 Juli 2012.

Jadwal itu disepakati oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) dari masing-masing kabupaten tersebut. “Kesepakatan menggelar pilkada putaran kedua dengan dua kabupaten tetangga ini berdasarkan hasil koordinasi dengan KIP Aceh Barat dan Abdya,” kata Ketua KIP Nagan Raya, Teuku Abdul Rasyid SE yang menghubungi Serambi, Senin (21/5) via telepon selularnya pukul 13.05 WIB kemarin.

Menurut Abdul Rasyid, dengan adanya koordinasi dalam pelaksanaan pilkada putaran kedua yang diserampakkan itu diharapkan tidak akan terjadi mobilisasi pemilih dari satu kabupaten ke kabupaten lainnya pada hari yang sama. Dengan demikian, kecurangan atau duplikasi pemberian suara oleh pemilih yang sama dapat dihindari.

Ia tambahkan, meski jadwal Pilkada Nagan Raya belum ditetapkan dalam rapat pleno bersama sejumlah pihak di kabupaten itu, namun KIP setempat yakin akan dapat menyelenggarakan pilkada secara bersamaan dengan Kabupaten Aceh Barat dan Abdya.

Terhadap anggaran pilkada putaran kedua itu, Abdul Rasyid yakin bakal tersedia, karena Pemkab Nagan Raya telah memplot dana Rp 12,5 miliar yang diajukan KIP untuk berbagai tahapan pilkada putaran kedua.

“Intinya KIP Nagan Raya tetap melaksanakan pilkada secara serentak dengan Aceh Barat dan Abdya,” pungkasnya.

Sementara itu, KIP Aceh Barat mengusulkan hari pencoblosan untuk pilkada putaran kedua dilaksanakan pada hari Senin, 2 Juli 2012. Namun, KIP Aceh Barat masih akan melakukan koordinasi dan rapat lanjutan dengan KIP Aceh mengenai apakah akan ada perubahan jadwal lagi atau tetap pada 2 Juli, mengingat ada empat  kabupaten/kota lainnya di Aceh yang juga menggelar pilkada putaran dua. Selain Aceh Barat, Nagan Raya, dan Abdya, adalah Kota Sabang.

Ketua KIP Aceh Barat, Mahrizal SE kepada Serambi kemarin mengakui bahwa seluruh anggota KIP Aceh Barat pada Senin kemarin sudah menyepakati melalui dalam rapat bahwa pilkada putara kedua di Aceh Barat dilaksanakan pada 2 Juli 2012. “Usulan itu segera kita teruskan ke KIP Aceh dan masih akan dilakukan rapat lanjutan di Banda Aceh dalam pekan ini,” ujar Mahrizal.

Di sisi lain, Ketua KIP Aceh Barat mengaku anggaran pilkada putaran kedua yang diplot dalam APBK 2012 sebesar Rp 1,5 miliar tidak mencukupi. Total anggaran yang dibutuhkan justru Rp 3 miliar. Oleh karena itu, KIP berharap anggaran tersebut ditambah sehingga pilkada putaran dua di Aceh Barat tidak terkendala.

Ketua KIP Aceh Barat Daya (Abdya), Nazli menerangkan hal serupa. “Memang ada rencana pilkada putaran kedua pada 2 Juli, tapi tidak tertulis dan bukan lahir dari rapat pleno,” kata Nazli saat dihubungi Serambi, Senin (21/5) malam.

Menurut Ketua KIP Abdya itu, pilkada putaran kedua secara serentak untuk tiga kabupaten bertetangga itu diwacanakan oleh KIP Aceh. Dasar pertimbangan, kata Nazli, bila dilaksanakan serempak (pada hari yang sama), maka kemungkinan adanya pemilih “siluman” atau “kutu loncat” yang datang dari kabupaten lain dapat dihindari.

Sebaliknya, jika pilkada putaran kedua tidak serentak (harinya berbeda), maka tidak tertutup kemungkinan adanya pemilih siluman. “Makanya, kita rencanakan dilaksanakan pada hari yang sama, yakni pada 2 Juli mendatang. Tapi ini baru sebatas rencana yang belum diplenokan,” ujarnya lagi.

Menurut Nazli, KIP kabupaten/kota yang bakal melaksanakan pilkada putaran kedua akan menghadiri undangan rapat dengan KIP Aceh di Banda Aceh dalam pekan ini.

Dana Pilkada Putaran Kedua Aceh Barat 2,5 Miliar, 600 Juta untuk Keamanan

MEULABOH - Ketua Komisi Independen Pemilihan Aceh Barat Mahrizal mengatakan anggaran pilkada putaran kedua berjumlah Rp2,5 miliar.

Jumlah itu, kata dia, sesuai pagu yang disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat.


"Dana untuk KIP Aceh Barat yang disetujui Rp1, 5 miliar dari jumlah anggaran yang diusukan sebesar Rp3 miliar. Untuk Panwas Rp400 juta dan untuk biaya keamanan sebesar Rp600 juta," ujar Mahrizal kepada The Atjeh Post, Senin 21 Mei 2012.

Bila anggaran tersebut nantinya kurang, Mahrizal mengatakan  itu bakal jadi tanggung jawab Pemerintah Aceh Barat untuk memikirkannya.
"Yang penting kita sudah usul dan sudah menyampaikan kepada pemerintah daerah," katanya.