Foto Pembangunan Kampus Unimal
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Senin, 18 Juni 2012
HIMIPOL UNIMAL | Kampus Universitas Malikusaleh (UNIMAL) yang terletak di Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh yang merupakan universitas negeri yang berada di bawah naugan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI terus ditingkatkan pembangunannya guna dalam memenuhi kebutuhan belajar dan mengajar mahasiswa dilingkungan kampus tersebut.
Unimal yang masih memiliki 6 fakultas seperti fakultas isip, hukum, ekonomi, teknik, pertanian dan fakultas kedoktoran terbagi dalam tiga lokasi tersipah seperti Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik berada di Reuleut Muara Batu, Fakultas Isip, Ekonomi dan Fakultas Hukum berada di Bukit Indah Kota Lhokseumawe serta Fakultas Kedoktoran berada di Cunda Kota Lhokseumawe.
Pembangunan tersebut ditingkat seperti pembangunan gedung laboratorium teknik, serta fakultas kedoktoran dll, lokasi pembangunannya dibangun di Kampus Bukit Indah Kota Lhokseumawe.
By Safrizal Ilmu Politik Unimal
Prediksi: Amerika Akan Hancur Dengan Alamnya Sendiri
Posted by HIMIPOL UNIMAL on
Amerika Serikat saat ini menjadi negara terkuat di dunia atau disebut dengan negara adidaya/adikuasa, dimana kekuasaan meliputi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), menguasai keuangan, serta teknologi yang canggih. Selain itu Amerika juga menguasai beberapa wilayah yang menjadi sentral untuk mendapatkan kepentingan negaranya, baik minyak dan gas (migas), emas, batu bara, dan lain-lain seperti di Timur Tengah yang kaya akan pertambangan.
Amerika dengan kemampuan dan teknologinya yang canggih sehingga mampu menguasai hampir seluruh media cetak, media elektronik, media online seperti CNN, Voice of America (VoA), termasuk Al-Zazira dll, tujuan dan manfaat mereka menguasai media tersebut sebagai upaya mempropagandakan geopolitik/geotrateginya terhadap Negara-negara lain di dunia apalagi negara-negara yang miskin dengan teknologinya sudah jelas tunduk kepada USA.
Oleh karena itu jangan heran, ketika Amerika mempropagandakan Irak untuk menyerang Negara Kuwait, sehingga kedua negara tersebut meletus perang yang sama-sama berada dalam lingkaran Liga Arab, akhirnya Amerikapun menyerang Irak dengan alasan membantu Kuwait. Padahal tujuan utama Amerika hanya ingin mendapatkan Minyak dari Negara Kuwait.
Selama sepuluh tahun terakhir ini dimana geopolitik Amerika Serikat berputar di Sentral Asia, dengan tujuan utama untuk menghancurkan negara-negara Islam yang di propagandakan melalui demokrasi seperti Negara Mesir, Libya, Syiria, termasuk Sudan, Afganistan, Yaman dll.
Selain itu Amerika juga memiliki strategi menjatuhkan Cina sebagai negara produksi teknologi tercepat dan termurah didunia, oleh karenanya Cina mampu bersaing di tingkat ekonomi global. Sebagai langkah awal Amerika untuk menguasai Cina, maka mereka melakukan hubungan bilateral dengan Korea Selatan baik dibidang teknologi militer, latihan militer laut dan darat. Tujuannya untuk memperlihatkan kekuatan Amerika Serikat kepada Republik Rakyat Cina (RRC).
Namun tidak kalah juga terhadap Negara Myanmar yang terus diserang untuk menerapkan sistem demokrasi, Amerika dengan berbagai cara dan langkah yang dilakukan dalam menjatuhkan Myanmar di mata Internasional dan ASEAN terutama Indikasi Myanmar sedang menyiagakan persenjataan nuklirnya, karena isu demokratisasi politik dan hak asasi manusia tidak laku di pasar politik Myanmar.
Selain itu Amerika juga memiliki strategi menjatuhkan Cina sebagai negara produksi teknologi tercepat dan termurah didunia, oleh karenanya Cina mampu bersaing di tingkat ekonomi global. Sebagai langkah awal Amerika untuk menguasai Cina, maka mereka melakukan hubungan bilateral dengan Korea Selatan baik dibidang teknologi militer, latihan militer laut dan darat. Tujuannya untuk memperlihatkan kekuatan Amerika Serikat kepada Republik Rakyat Cina (RRC).
Namun tidak kalah juga terhadap Negara Myanmar yang terus diserang untuk menerapkan sistem demokrasi, Amerika dengan berbagai cara dan langkah yang dilakukan dalam menjatuhkan Myanmar di mata Internasional dan ASEAN terutama Indikasi Myanmar sedang menyiagakan persenjataan nuklirnya, karena isu demokratisasi politik dan hak asasi manusia tidak laku di pasar politik Myanmar.
Kita bisa memprediksi kemampuan negara Adidaya/paman syam tersebut dengan kemampuan yang dimiliki Negara Timur Tengah, dimana Timur Tengah jauh ketinggalannya di bandingkan kemampuan yang dimiliki USA itu, namun sampai saat ini masih ada negara yang masih bertahan dan menantang kebijakan Amerika serta mengancam negara-negara barat yaitu Negara Republik Islam Iran dibawah kepemimpinan Ahmaddinejad.
Secara kemampuan, teknologi, persatuan, keuangan, pertambangan, kerjasama, geopolitik/geotrategi yang dimiliki Negara Amerika sampai saat ini belum ada negara satupun yang posisinya lebih tinggi dari negara USA yang memiliki anaknya yaitu Israel.
Namun percayalah bahwa Negara itu akan hancur dengan alamnya sendiri seperti bencana (topan tornado) serta akan mengalami krisis bahan pokok yang singnifikan, dimana sebelumnya mereka hanya bisa mencuri dari negara orang dengan system kapitalisme dan demokrasi karna negaranya sangat kurang dengan Sumber Daya Alamnya.
Hal tersebut terungkap ketika kami (mahasiswa ilmu politik) mengikuti mata kuliah politik internasional pada hari Senin 18 Juni 2012 di Universitas Malikussaleh.
Oleh Safrizal
Foto Pembangunan Unimal
Posted by HIMIPOL UNIMAL on
Kampus Universitas Malikusaleh (UNIMAL) yang terletak di Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh yang merupakan universitas negeri yang berada di bawah naugan Kementerian dan Kebudayaan RI terus ditingkatkan pembangunannya guna dalam memenuhi kebutuhan belajar dan mengajar mahasiswa dilingkungan kampus setempat.
Unimal yang mempunyai 6 fakultas seperti isip, hukum, ekonomi, teknik, pertanian dan fakultas kedoktoran terbagi dalam tiga lokasi tersipah seperti Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik berada di Reuleut Muara Batu, Fakultas Isip, Ekonomi dan Fakultas Hukum berada di Bukit Indah Kota Lhokseumawe dan Fakultas Kedoktoran berada di Cunda Kota Lhokseumawe.
Pembangunan tersebut ditingkat seperti pembangunan gedung laboratorium teknik, serta fakultas kedoktoran dll, lokasi pembangunannya dibangun di Kampus Bukit Indah Kota Lhokseumawe.
Survei LSI: 10 Calon Presiden Indonesia
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Minggu, 17 Juni 2012
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) kembali merilis hasil survei nasional terkait tingkat keterpilihan calon presiden (capres) dan partai politik. Ada lima tokoh yang paling banyak mendapat dukungan responden.
Survei pada 2-11 Juni 2012, dengan metode multistage random sampling dari 1.200 responden, dilakukan dengan metode wawancara. Hasil survei menunjukkan :
Survei pada 2-11 Juni 2012, dengan metode multistage random sampling dari 1.200 responden, dilakukan dengan metode wawancara. Hasil survei menunjukkan :
- Megawati Soekarnoputri dengan 18,3 persen dukungan responden,
- Prabowo Subianto (18 persen).
- Aburizal Bakrie (17,5 persen),
- Hatta Rajasa (6,8 persen) dan
- Ani Yudhoyono dengan dukungan 6,5 persen responden.
Namun bila dikerucutkan capres di luar 3 partai besar yakni Golkar, PDIP dan Demokrat, maka :
- Prabowo dengan 23,9 persen.
- Wiranto dengan 12,9 persen
- Hatta Rajasa dengan 8,1 persen
- Surya Paloh dengan 5 persen
- Mahfud MD dengan 4,5 persen
- Dahlan Iskan dengan 4,4 persen dan
- Sri Mulyani yang hanya mendapat dukungan 2,1 persen responden.
"Prabowo memimpin poros tengah di luar tiga partai," kata peneliti LSI Adjie Alfaraby di kantor LSI, Jalan Pemuda, Jakarta Timur, Minggu (17/6/2012).
Terkait dengan elektabilitas partai, Demokrat terus melorot posisisnya ke urutan ketiga dengan 11,3 persen. Sementara Golkar berhasil menjadi jawara dengan 20,9 persen dukungan responden disusul PDIP dengan 14 persen.
"Gerindra, PKS, NasDem, PKB, PAN, PPP, Hanura tidak ada yang mendapat dukungan di atas 5 persen," sebut Adjie.
Terkait dengan elektabilitas partai, Demokrat terus melorot posisisnya ke urutan ketiga dengan 11,3 persen. Sementara Golkar berhasil menjadi jawara dengan 20,9 persen dukungan responden disusul PDIP dengan 14 persen.
"Gerindra, PKS, NasDem, PKB, PAN, PPP, Hanura tidak ada yang mendapat dukungan di atas 5 persen," sebut Adjie.
| Megawati |
![]() |
| Prabowo Subianto |
| Aburizal Bakrie |
| Hatta Rajasa |
| Ani Yudhoyono |
| Wiranto |
![]() |
| Surya Paloh |
| Mahfud MD |
| Dahlan Iskan |
| Sri Mulyani Indrawati |
Editor: Safrizal
Foto Rusuh Antara Islam dan Budha di Myanmar
Posted by HIMIPOL UNIMAL on
Aparat keamanan Myanmar masih terus mengadakan patroli di wilayah Rakhine, setelah meletus bentrokan antarsuku dalam beberapa hari terakhir. Sedikitnya 50 orang tewas dalam bentrokan itu.
Polisi dan tentara terus berpatroli dan berjaga-jaga di sejumlah kawasan di Sittwe, Ibu Kota Rakhine, Sabtu (16/6). Sejumlah toko dan pasar masih tutup. Sedangkan sebagian warga khawatir bentrokan dapat meletus kembali.
Polisi dan tentara terus berpatroli dan berjaga-jaga di sejumlah kawasan di Sittwe, Ibu Kota Rakhine, Sabtu (16/6). Sejumlah toko dan pasar masih tutup. Sedangkan sebagian warga khawatir bentrokan dapat meletus kembali.
Bentrokan antara Suku Rakhine yang beragama budha dengan Suku Rohingya yang beragama Islam sudah lama dan sering terjadi. Pasalnya warga Rakhine menganggap orang Rohingya adalah pendatang dari Bangladesh. Sementara Rohingya menganggap dirinya sudah lama menetap di kawasan Rakhine.
Bentrokan terakhir terjadi akibat pemerkosaan dan pembunuhan seorang wanita beragama Budha yang diduga dilakukan oleh tiga orang muslim. Kemudian 10 umat muslim dibunuh oleh sekitar 300 orang, yang diduga sebagai aksi balas dendam.
Selain korban, bentrokan di Rakhine ini menyebabkan lebih dari 50 orang terluka dan lebih dari dua ribu rumah hancur. | metrotvnews.com
| Foto by skalanews.com |
| Budha |
| Muslim balas bakar rumah milik agama budha |
| Seorang muslim ditangkap aparat nyanmar |
| kelompok budha bersiap-siap |
| Foto by kaskus.co.id |
| foto by indonesia.faithfreedom.org |
| Foto by poskotanews.com |
| Foto by jalanallah.com |
| mobil polisi digulingkan |
| foto by indonesia.faithfreedom.org |
| Kelompok Islambersiap-siap |
| Rumah terbakar |
| Nampak kebakaran |
| Kelompok muslim bersiap-siap |
| Kenak parang |
Gubernur terpilih dilantik 25 Juni 2012
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Sabtu, 16 Juni 2012
Gubernur dan wakil gubernur Aceh terpilih dalam pilkada 9 April pasangan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf, akan dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi pada 25 Juni 2012.
"Pada 25 Juni 2012 telah ditetapkan pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih, dan itu hasil pertemuan saya dengan Mendagri di Jakarta," kata Penjabat Gubernur Aceh Tarmizi A Karim di Banda Aceh, hari ini.
Hal tersebut disampaikan Tarmizi A Karim setelah membuka Kongres Nasional ke-18 Perhimpunan Peneliti Penyakit Tropik dan Infeksi Indonesia (Petri).
"Sesuai harapan pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih oleh Mendagri itu pada jadwal yang telah ditentukan, dan mudah-mudahan tidak ada pergeseran," katanya menegaskan.
Pasangan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf yang diusung Partai Aceh (partai politik lokal) terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Aceh setelah memperoleh suara terbanyak (55,78 persen) pada pilkada. Pasangan itu ditetapkan sebagai Kepala Pemerintahan Aceh periode 2012-2017.
Terkait dengan Kongres Nasional Petri, Penjabat Gubernur Aceh dalam sambutannya mengharapkan semua pihak agar terdorong untuk lebih peduli dalam melakukan penelitian dan menangani berbagai penyakit tropik dan infeksi di seluruh Indonesia, khususnya di provinsi ujung paling barat Indonesia itu.
"Bagi kami di Aceh, penyakit tropik dan infeksi termasuk yang harus mendapat perhatian khusus mengingat tingginya prevalensi penyakit tersebut dikalangan masyarakat," katanya menambahkan.
Oleh sebab itu, melalui forum kongres Petri diharapkan para ahli dan dokter bidang penyakit tersebut terus memberikan perhatian serius dalam penanganannya.
Ditambahkan, masalah kualitas kesehatan masyarakat termasuk persoalan rumit yang dihadapi Pemerintah Aceh dari tahun ketahun. Rendahnya kualitas kesehatan akaan mempengaruhi beberapa faktor, antara lain kualitas hidup kurang baik sebagai dampak konflik masa lalu.
"Kita mengakui tingkat pendidikan rendah, pelayanan dan wawasan kesehatan yang belum membaik di Aceh. Karenanya dalam Undang Undang Nomor 11/2006 tentang Pemerintah Aceh (UUPA) ditekankan agar masalah kesehatan harus mendapatkan perhatian khusus," kata Tarmizi A Karim.
Sumber: www.waspada.co.id
Tangani Papua, Kebijakan Pemerintah Saling Bertentangan
Posted by HIMIPOL UNIMAL on
Komnas HAM dan Komnas Perempuan mengutuk berbagai peristiwa penembakan dan kekerasan di Papua yang sepanjang semester pertama 2012 cenderung meningkat. Kedua lembaga itu akhirnya menuntut kepolisian untuk segera mengusut kasus-kasus tersebut namun tetap memberikan rasa aman kepada warga saat melakukan operasi pencarian pelaku penembakan atau kekerasan.
"Dalam kurun waktu Januari sampai awal Juni 2012, sekurang-kurangnya terdapat 11 korban meninggal dan 12 korban mengalami luka-luka," kata Komisioner Komnas HAM, Ridha Saleh, membacakan pernyataan bersama Komnas HAM dan Komnas Perempuan dalam jumpa pers di gedung Komnas HAM Jakarta, Jumat (15/6). Peristiwa terakhir yang berhasil dipantau Komnas HAM dan Komnas Perempuan yaitu penembakan terhadap Koordinator Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Mako Tabuni di Jayapura.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Komnas HAM, Ifdhal Kasim, mengatakan setiap penindakan yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap para aktivis di Papua jangan serta merta mengatasnamakan melakukan tindakan terhadap kelompok separatis. Aparat keamanan harus membedakan mana yang separatis dan bukan. Dengan digunakannya tindak kekerasan sebagai pendekatan oleh aparat keamanan, maka Ifdhal menilai tindak kekerasan yang ada di Papua tidak dapat dituntaskan, yang terjadi malah sebaliknya.
Pemerintah, Ifdhal melanjutkan, sebelumnya telah mengumumkan kebijakan untuk membangun Papua dengan konsep prosperity lewat Unit Percepatan Pembangunan untuk Papua dan Papua Barat (UP4B). Konsep itu dinilai sebagai langkah baik karena mengedepankan mekanisme dialogis dan bermartabat. Tapi di sisi lain Ifdhal melihat kebijakan itu kontradiktif dengan kebijakan lainnya. Yaitu menggunakan pendekatan keamanan dalam menyelesaikan persoalan di Papua.
"Melihat masalah Papua harus berbeda, jangan seperti masa Orde Baru," kata Ifdhal.
Senada, perwakilan dari Komnas Perempuan, Sylvana Maria Apituley, mengatakan pemerintah harus menjalankan komitmennya atas kebijakan untuk membangun Papua dengan pendekatan yang memprioritaskan kesejahteraan. Namun, serangkaian tindak kekerasan yang terjadi belakangan ini, menurut Sylvana, telah menodai komitmen tersebut.
Sylvana mengingatkan, dalam sidang tinjauan periodik (UPR) PBB di Jenewa, Swiss yang berlangsung beberapa waktu lalu sejumlah negara mempertanyakan Indonesia terkait ketidakjelasan penyelesaian permasalahan di Papua. Salah satu rekomendasi dalam UPR, pemerintah diimbau untuk menuntaskan berbagai persoalan di Papua lewat penegakan hukum, HAM dan demokrasi.
Penyelesaian persoalan itu, Sylvana melanjutkan, harus turut memandang penting pemulihan terhadap korban tindak kekerasan dan pelanggaran HAM. Pemulihan itu harus dilakukan kepada korban yang secara langsung atau tidak terkena dampak dari tindak kekerasan yang terjadi. Selain tindak kekerasan, bentuk pelanggaran HAM lainnya yang dialami masyarakat Papua dari hasil pantauan Sylvana adalah pelecehan seksual serta konflik atas sumber daya alam.
Anggota Komnas Perempuan lainnya, Saur Tumiur Situmorang, menambahkan, kaum perempuan di Papua terkena dampak tindak kekerasan dan pelanggaran HAM yang terjadi di Papua. Dia memantau terdapat kaum perempuan yang terpaksa mengungsi, mencari tempat aman untuk berlindung. Saur mendesak agar pemerintah memenuhi HAM masyarakat Papua yang selama ini terpinggirkan. "Memenuhi hak atas kebenaran dan keadilan,” ujarnya.
Terpisah, menanggapi permasalahan di Papua, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Gamawan Fauzi, mengatakan akan segera turun ke lokasi secara langsung bersama Kapolri dan sejumlah pejabat pemerintahan lainnya. Mengacu amanat Presiden, Gamawan menyebut akan menindak pelaku kriminal secara hukum. Begitu pula pelanggaran dan penyelewengan yang dilakukan oleh aparat.
“Itu juga diproses,” kata dia kepada wartawan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Jumat (15/6).
Sementara peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang fokus mengamati Papua, Muridan Satrio Widjojo, mengatakan persoalan di Papua memiliki kompleksitas yang cukup tinggi. Yaitu terkait masalah sosial dan politik. Seperti kemiskinan yang selama ini mendera masyarakat di Papua, menjadi salah satu pemicu tingginya tingkat kekerasan.
Sehingga menimbulkan persoalan politik, misalnya adanya keinginan sebagian kelompok untuk memisahkan Papua dari Indonesia. Namun penyelesaian berbagai masalah terkait sosial dan politik harus dilakukan secara terus-menerus dalam jangka waktu yang panjang.
Terkait penyelesaian masalah untuk jangka pendek, Muridan melihat pentingnya penguatan aparat kepolisian di Papua dengan cara penegakan hukum. Baginya lembaga kepolisian mampu menyelesaikan permasalahan terkait tindak kekerasan dan pelanggaran HAM yang ada di Papua dengan penegakan hukum. Namun langkah itu menurut Muridan dapat ditempuh jika aparat kepolisian mampu bertindak tegas terhadap siapa saja yang melakukan pelanggaran serta mendapat dukungan politik dari pemerintah pusat.
Namun Muridan menekankan secara tegas, penguatan yang dimaksud kepada kepolisian bukan penambahan jumlah personil aparat di Papua. “Bukan penambahan pasukan tapi memperkuat secara politik supaya tidak ragu, siapapun yang menjadi pelaku ditindak dan diberi hukuman,” kata Muridan kepada hukumonline ketika dihubungi lewat telepon, Jumat (15/6).
Sumber: www.hukumonline.com












![OSPEK TAHUN AKADEMIK 2011-2012 Calon Mahasiswa yang telah mendaftarkan diri di Universitas Malikussaleh [Unimal], mengikuti Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus [OSPEK] yang di laksanakan di kampus induk Unimal Reuleut Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara. Selasa [6/9/2011]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW1RDuS47ce5YG1zeoA2_Hw6MxdIuJM0-KUxMM5xFb_wSdFHIjRd3Na9KY2sYwbmWA9NckRcryJrhoes4Y7T5Ytt6HLMD2lFNlnlAa6G1IbLWnKFxVezJFft111ygPkDtzWPL9MV81iuw/s640/Ospek+Tahun+Akademik+2011-2012.jpg)


















