Beasiswa Pariwisata dan Hiburan di Italia
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Rabu, 25 Juli 2012
Beasiswa yang diberikan mencakup 70 persen dari biaya pendidikan. Adapun, biaya kuliah penuh 18.150 Euro. Biaya untuk beasiswa ini akan mendapatkan potongan langsung dari jumlah keseluruhan biaya pendidikan. Syarat-syarat untuk mengajukan beasiswa tersebut adalah:
- Memiliki nilai akademik yang berkualifikasi dari disiplin ilmu apa pun;
- Fasih bahasa Inggris dan memiliki sertifikat TOEFL, IELTS, atau PTE;
- Memiliki pengalaman hidup yang menarik dan mampu berkembang dalam bekerja.
MIB School of Management akan memberikan beasiswa untuk kandidat terbaik berdasarkan kualifikasi pendidikan, keterampilan pribadi, profesional pengetahuan, dan motivasi yang ditampilkan selama wawancara penilaian. Untuk mengakses beasiswa ini, formulir pendaftaran dapat diselesaikan secara online di www.mib.edu/imtl.
Untuk menyelesaikan aplikasi tersebut, dokumen-dokumen yang harus diserahkan adalah:
- Sertifikat dan transkrip nilai;
- Dua surat rekomendasi;
- Sertifikat yang menunjukkan pengetahuan yang memadai tentang bahasa Inggris seperti TOEFL, IELTS atau PTE;
- Hasil tes skor penalaran deduktif seperti GMAT (alternatif, verifikasi dapat dilakukan langsung oleh sekolah).
Dokumentasi harus dikirimkan sebelum 24 September 2012 ke sepic@mib.edu.
Sumber: Kompas
Kekerasan Antar Etnis Mulai Terjadi di India
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Selasa, 24 Juli 2012
| Warga desa Dimol meninggalkan tempat tinggal mereka pasca pecahnya bentrokan antar etnis Kokrajhar, India, (24/7). |
Kekerasan antar etnis kembali terjadi di India, yang sebelumnya terjadi di Nyanmar tehadap rohingnya yang beragama Islam, namun saat ini kembali menimpa negara jajahan inggris tersebut, kekerasan meletus pada Jumat malam ketika orang tak dikenal membunuh empat pemuda di distrik Kokrajhar terpencil.
Kekerasan tersebut terjadi antara penduduk suku Bodo dengan pemukim Muslim. Dalam aksi kekerasan itu, kelompok suku bersenjata Bodo menyerang Muslim, dengan menuduh mereka sebagai pembunuhan di balik itu.
Sejauh ini telah menewaskan 22 orang dan menyebabkan desa-desa kecil terpencil terbakar, sehingga memaksa lebih 40.000 orang meninggalkan rumah-rumah mereka sejak terjadinya bentrokan antara penduduk pribumi suku Bodo dan pemukim Muslim, Jumat pekan lalu. Pemerintah New Delhi telah membuka tempat-tempat penampungan bagi orang-orang yang terlantar.
Sementara pihak kepolisian berwenang India mengerahkan pasukannya untuk menumpas kekerasan etnis di negara bagian Assam, India timur laut. Pasukan India tersebut diperintahkan untuk menembak di tempat para tersangka perusuh di tengah-tengah bentrokan. Akibantnya beberapa orang menderita luka peluru dan orang-orang lainnya cedera terinjak-injak ketika polisi melepaskan tembakan untuk membubarkan geng berjumlah 400 orang pada Selasa pagi seperti di beritakan AFP.
"Pasukan keamanan terkesan tutup mata ketika desa demi desa dibumihanguskan," ucap politisi kawakan lokal Urkhao Grwa Brahma kepada Reuter.
Berbatasan dengan China, Myanmar, Bangladesh dan Butan, daerah timurlaut India dihuni lebih 200 kelompok etnis dan suku dan telah diguncang pemberontakan separatis sejak kemerdekaan India dari Inggris tahun 1947.
Dalam tahun-tahun terakhir, suku Hindu dan Kristiani menggunakan sentimen anti-imigran dan anti-Muslim terhadap pemukim Bangladesh.
Foto dokumentasi
| Pengungsi di tempat penampungan. (Credit: AFP) |
| (AP/Photo). Penduduk desa India meninggalkan rumah-rumah mereka pasca bentrokan etnis di Kokrajhar, India pada Selasa (24/7). |
| Pihak berwenang India mengerahkan pasukannya untuk menumpas kekerasan etnis di negara bagian Assam, India timur laut. |
Editor: Safrizal
Sumber: Analisis dari AFP, analisadaily, radioautralia, dan voa-indonesia
Unimal Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Melalui Jalur Mandiri (SPMB Lokal) 2012
Posted by HIMIPOL UNIMAL on
Universitas Malikussaleh melalui homepage www.unimal.ac.id menyampaikan informasi bahwa penerimaan atau Pendaftaran mahasiswa Baru Jalur Mandiri (SPMB Lokal) tahun 2012 sudah di buka dengan Program Studi sebagai berikut :
1. Teknik Mesin
2. Teknik Industri
3. Teknik Kimia
4. Teknik Elektro
5. Arsitektur
6. Agribisnis
7. Agroekoteknologi
8. Budidaya Pertanian
9. Ilmu Ekonomi Pembangunan
10. Manajemen
11. Akutansi
12. Program studi D3 Kesekretariatan (PDPK)
13. Ilmu Adminitrasi Negara
14. Sosiologi
15. Politik
16. Ilmu Komunikasi
17. Antropologi
18. Ilmu Hukum
13. Ilmu Adminitrasi Negara
Jadwal Pendaftaran | : | 23 Juli s.d 8 Agustus 2012 |
Tempat Pendaftaran | : | Biro Akademik Unimal yang beralamat di Jalan Medan - Banda Aceh, Cot Tengku Nie, Releut, Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh |
Tanggal Ujian Jalur Umum | : | 11 Agustus 2012 |
Informasi lebih lanjut mengenai Persyaratan silahkan diunduh dibawah ini
Sumber: www.unimal.ac.id
Wacana Penghapusan Jalur SNMPTN Mulai Tahun 2013
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Senin, 23 Juli 2012
Rencana pemerintah menghapuskan ujian tulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) mulai tahun 2013, dinilai belum tepat. Seperti diketahui, pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, mewacanakan bahwa tahun depan SNMPTN tulis ditiadakan dan diganti dengan jalur undangan.
"Sebaiknya ditunda dulu paling tidak sampai tahun 2014, sambil menunggu semua perangkat mau pun prosedurnya selesai dibahas. Kalau tahun 2013 saya nilai terlalu tergesa-gesa," kata Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Ibnu Hajar, di Medan, tadi malam.
"Sebaiknya ditunda dulu paling tidak sampai tahun 2014, sambil menunggu semua perangkat mau pun prosedurnya selesai dibahas. Kalau tahun 2013 saya nilai terlalu tergesa-gesa," kata Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Ibnu Hajar, di Medan, tadi malam.
Ibnu mengatakan, pihaknya menyadari rencana penghapusan ujian tulis bertujuan memperluas kesempatan keterwakilan siswa lokal dan memperbesar angka partisipasi siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Akan tetapi, ia berharap, prosesnya berjalan secara objektif. Mengingat, jika pintu masuk hanya melalui jalur undangan, maka penentu utama adalah nilai siswa saat di SMA.
"Ini butuh persiapan yang cukup matang untuk melakukannya. PTN harus memiliki database nilai siswa dari semua semester sehingga benar-benar bisa mengetahui secara jelas kualitas siswa. Majelis Rektor saat ini sedang membahas teknisnya bagaimana, sebab kita tidak bisa menyerahkan sepenuhnya proses ini kepada sekolah," katanya.
Menurut dia, jika nantinya pada tahapan pembahasan dengan melibatkan seluruh rektor PTN di Indonesia disepakati penghapusan ujian tulis SNMPTN pada tahun 2013, diharapkan hal itu sebagai tahapan transisi dan pemberlakuannya baru benar-benar dilaksanakan pada 2014. Database calon mahasiswa dinilai penting untuk mengukur tingkat intelektual calon dan penilaiannya bukan hanya dari sekolah.
"Saat ini kan, PTN belum mempunyai database tentang prestasi siswa yang akan masuk ke PTN. Kalau tahun depan diberlakukan oleh pemerintah, parameter apa yang akan menjadi landasan PTN untuk mengukur prestasi siswa yang akan masuk ke PTN," ujar Ibnu.
Meski demikian, kata Ibnu, jika hal tersebut menjadi keputusan Kemdikbud, maka PTN akan menjalankannya. "Jalur undangan merupakan bentuk pengakuan perguruan tinggi terhadap hasil belajar siswa berdasarkan nilai rapor. Oleh karena itu, kepercayaan yang diberikan perguruan tinggi harus dibalas dengan kejujuran oleh pihak sekolah tanpa memanipulasi nilai siswa," katanya.
Sebagaimana diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan akan menghapus jalur ujian tulis pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada 2013. Latar belakang kebijakan ini, selain guna melakukan efisiensi waktu dan anggaran, juga sebagai pelecut untuk memperkokoh nilai rapor dan menguatkan kredibilitas Ujian Nasional (UN).
"Tujuannya adalah integrasi pendidikan nasional. Nantinya calon mahasiswa tak perlu lagi melaksanakan dua kali ujian untuk masuk ke perguruan tinggi. Setelah lulus UN, para siswa langsung bisa dipromosikan sekolah untuk mengikuti SNMPTN jalur undangan," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud, Djoko Santoso.
Kebijakan tersebut membuat seleksi nasional sebanyak 60 persennya melalui jalur undangan saja. Sebelumnya, kuota 60 persen ini dibagi dua dengan jalur ujian tulis. Sedangkan 40 persen seperti tahun-tahun sebelumnya diserahkan kepada tiap tiap-tiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
"Tahun ini jalur undangan sudah mencapai 35 persen. Oleh karena itu tahun depan diharapkan bisa 60 persen sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 34 tahun 2010," katanya.
"Ini butuh persiapan yang cukup matang untuk melakukannya. PTN harus memiliki database nilai siswa dari semua semester sehingga benar-benar bisa mengetahui secara jelas kualitas siswa. Majelis Rektor saat ini sedang membahas teknisnya bagaimana, sebab kita tidak bisa menyerahkan sepenuhnya proses ini kepada sekolah," katanya.
Menurut dia, jika nantinya pada tahapan pembahasan dengan melibatkan seluruh rektor PTN di Indonesia disepakati penghapusan ujian tulis SNMPTN pada tahun 2013, diharapkan hal itu sebagai tahapan transisi dan pemberlakuannya baru benar-benar dilaksanakan pada 2014. Database calon mahasiswa dinilai penting untuk mengukur tingkat intelektual calon dan penilaiannya bukan hanya dari sekolah.
"Saat ini kan, PTN belum mempunyai database tentang prestasi siswa yang akan masuk ke PTN. Kalau tahun depan diberlakukan oleh pemerintah, parameter apa yang akan menjadi landasan PTN untuk mengukur prestasi siswa yang akan masuk ke PTN," ujar Ibnu.
Meski demikian, kata Ibnu, jika hal tersebut menjadi keputusan Kemdikbud, maka PTN akan menjalankannya. "Jalur undangan merupakan bentuk pengakuan perguruan tinggi terhadap hasil belajar siswa berdasarkan nilai rapor. Oleh karena itu, kepercayaan yang diberikan perguruan tinggi harus dibalas dengan kejujuran oleh pihak sekolah tanpa memanipulasi nilai siswa," katanya.
Sebagaimana diketahui, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan akan menghapus jalur ujian tulis pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) pada 2013. Latar belakang kebijakan ini, selain guna melakukan efisiensi waktu dan anggaran, juga sebagai pelecut untuk memperkokoh nilai rapor dan menguatkan kredibilitas Ujian Nasional (UN).
"Tujuannya adalah integrasi pendidikan nasional. Nantinya calon mahasiswa tak perlu lagi melaksanakan dua kali ujian untuk masuk ke perguruan tinggi. Setelah lulus UN, para siswa langsung bisa dipromosikan sekolah untuk mengikuti SNMPTN jalur undangan," kata Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud, Djoko Santoso.
Kebijakan tersebut membuat seleksi nasional sebanyak 60 persennya melalui jalur undangan saja. Sebelumnya, kuota 60 persen ini dibagi dua dengan jalur ujian tulis. Sedangkan 40 persen seperti tahun-tahun sebelumnya diserahkan kepada tiap tiap-tiap Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
"Tahun ini jalur undangan sudah mencapai 35 persen. Oleh karena itu tahun depan diharapkan bisa 60 persen sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 34 tahun 2010," katanya.
Editor: Safrizal
PTN Harus Turunkan Biaya Pendidikan
Posted by HIMIPOL UNIMAL on
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menegaskan, pada tahun 2013, semua perguruan tinggi negeri (PTN) harus menurunkan tarif pendidikannya. Hal itu sejalan dengan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (UU Dikti) yang mengatur tentang standar pembiayaan.
| Mohammad Nuh |
"Semua PTN harus menurunkan tarifnya karena pemerintah telah mengatur standar pembiayaan dalam UU Dikti," kata Nuh, tadi malam di Jakarta. Ia menjelaskan, dalam UU Dikti, diatur juga standar biaya untuk semua jalur masuk ke PTN, baik yang melalui seleksi nasional (SNMPTN) maupun yang melalui jalur mandiri.
Meski ada perbedaan biaya di kedua jalur tersebut, Nuh menjamin itu masih dalam batas wajar. Pasalnya, mulai tahun ini pemerintah telah menggelontorkan dana bantuan operasional (BO PTN) dengan total hampir Rp 1,5 triliun untuk semua PTN dan akan ditambah sekitar Rp 3 triliun-Rp 4 triliun pada tahun 2013.
"Tarif masuk melalui SNMPTN dan ujian mandiri memang beda, tapi tak akan jauh," ujar Nuh. Pernyataan Nuh ini sekaligus menanggapi keluhan masyarakat akan ketimpangan pembiayaan di PTN, khususnya antara jalur SNMPTN dan jalur mandiri.
Biaya masuk PTN melalui jalur mandiri terbilang sangat tinggi. Tak jarang, tiap-tiap PTN terkemuka mematok harga hingga puluhan juta rupiah pada setiap calon mahasiswa yang ingin mendapatkan kursi di program studi favorit. Tahun ini, Nuh memberikan imbauan agar semua PTN tidak menaikkan tarifnya. Dengan kebijakan pemberian BO PTN, pemerintah optimistis mulai tahun depan semua mahasiswa di PTN akan bebas biaya, kecuali biaya SPP.
Seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) sepakat tidak akan menaikkan sumbangan pembiayaan pendidikan (SPP) dalam penerimaan calon mahasiswa. Kebijakan itu ditempuh seiring keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan memberikan bantuan operasional perguruan tinggi (BOPT).
"Para rektor sepakat untuk tidak menaikkan SPP. Dan bila dana itu cair, maka itu sesuai dengan harapan masyarakat yang menginginkan pungutan biaya bisa diturunkan," ungkap Ketua SNMPTN 2012 Akhmaloka.
Akhmaloka yang juga Rektor ITB ini menyambut baik rencana itu. Bahkan, pihaknya bakal menurunkan tarif tertinggi SPP dari Rp55 juta menjadi Rp45 juta. "Tarif itu merupakan biaya maksimal bagi mahasiswa dari keluarga mampu. Adapun mahasiswa dari keluarga yang berpenghasilan sedang dan biasa dikenai potongan mulai 0% hingga 80%," tandasnya.
Selain SPP, mahasiswa selama ini juga dibebani banyak pungutan mulai dari biaya uang masuk, uang gedung, hingga biaya operasional pendidikan. Di Universitas Gadjah Mada (UGM) misalnya, ada tiga komponen yang menjadi tanggung jawab mahasiswa baru tahun akademik 2012/2013.
Menurut Direktur Administrasi Akademik UGM Budi Prasetyo Widyobroto, tiga komponen itu yakni sumbangan pembinaan pendidikan Rp500 ribu, biaya operasional pendidikan Rp75 ribu/SKS/semester untuk program studi kelompok eksakta dan ilmu kesehatan dan Rp60 ribu/SKS/semester, serta sumbangan peningkatan mutu akademik (SPMA).
Besarnya biaya SPMA disesuaikan dengan kebutuhan program studi serta berdasarkan kemampuan ekonomi orangtua mahasiswa. Mereka dibebani biaya Rp0 hingga Rp100 juta.
Di sisi lain, Rektor Universitas Sebelas Maret Ravik Karsidi mengatakan mulai tahun ini pihaknya memberlakukan sistem uang kuliah tunggal (UKT) untuk mahasiswa baru. UKT merupakan sistem pembiayaan kuliah secara paket dan tetap untuk 8 semester. "Di dalamnya sudah termasuk SPP, uang praktikum, asuransi, dan lain-lain," kata Ravik. [waspada]
"Tarif masuk melalui SNMPTN dan ujian mandiri memang beda, tapi tak akan jauh," ujar Nuh. Pernyataan Nuh ini sekaligus menanggapi keluhan masyarakat akan ketimpangan pembiayaan di PTN, khususnya antara jalur SNMPTN dan jalur mandiri.
Biaya masuk PTN melalui jalur mandiri terbilang sangat tinggi. Tak jarang, tiap-tiap PTN terkemuka mematok harga hingga puluhan juta rupiah pada setiap calon mahasiswa yang ingin mendapatkan kursi di program studi favorit. Tahun ini, Nuh memberikan imbauan agar semua PTN tidak menaikkan tarifnya. Dengan kebijakan pemberian BO PTN, pemerintah optimistis mulai tahun depan semua mahasiswa di PTN akan bebas biaya, kecuali biaya SPP.
Seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) sepakat tidak akan menaikkan sumbangan pembiayaan pendidikan (SPP) dalam penerimaan calon mahasiswa. Kebijakan itu ditempuh seiring keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan memberikan bantuan operasional perguruan tinggi (BOPT).
"Para rektor sepakat untuk tidak menaikkan SPP. Dan bila dana itu cair, maka itu sesuai dengan harapan masyarakat yang menginginkan pungutan biaya bisa diturunkan," ungkap Ketua SNMPTN 2012 Akhmaloka.
Akhmaloka yang juga Rektor ITB ini menyambut baik rencana itu. Bahkan, pihaknya bakal menurunkan tarif tertinggi SPP dari Rp55 juta menjadi Rp45 juta. "Tarif itu merupakan biaya maksimal bagi mahasiswa dari keluarga mampu. Adapun mahasiswa dari keluarga yang berpenghasilan sedang dan biasa dikenai potongan mulai 0% hingga 80%," tandasnya.
Selain SPP, mahasiswa selama ini juga dibebani banyak pungutan mulai dari biaya uang masuk, uang gedung, hingga biaya operasional pendidikan. Di Universitas Gadjah Mada (UGM) misalnya, ada tiga komponen yang menjadi tanggung jawab mahasiswa baru tahun akademik 2012/2013.
Menurut Direktur Administrasi Akademik UGM Budi Prasetyo Widyobroto, tiga komponen itu yakni sumbangan pembinaan pendidikan Rp500 ribu, biaya operasional pendidikan Rp75 ribu/SKS/semester untuk program studi kelompok eksakta dan ilmu kesehatan dan Rp60 ribu/SKS/semester, serta sumbangan peningkatan mutu akademik (SPMA).
Besarnya biaya SPMA disesuaikan dengan kebutuhan program studi serta berdasarkan kemampuan ekonomi orangtua mahasiswa. Mereka dibebani biaya Rp0 hingga Rp100 juta.
Di sisi lain, Rektor Universitas Sebelas Maret Ravik Karsidi mengatakan mulai tahun ini pihaknya memberlakukan sistem uang kuliah tunggal (UKT) untuk mahasiswa baru. UKT merupakan sistem pembiayaan kuliah secara paket dan tetap untuk 8 semester. "Di dalamnya sudah termasuk SPP, uang praktikum, asuransi, dan lain-lain," kata Ravik. [waspada]
Panser Produksi Indonesia Perkuat Pasukan UNIFIL
Posted by HIMIPOL UNIMAL on
| Kendaraan tempur Anoa produksi PT Pindad-Indonesia yang akan digunakan oleh Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL. [DOKUMEN Indo FPC XXVI D-2/UNIFIL] |
Suatu kehormatan bagi Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL untuk menggunakan
kendaraan tempur (ranpur) Anoa yang merupakan sebuah kendaraan tempur militer lapis baja, dan merupakan salah satu hasil karya terbaik anak bangsa yang diproduksi secara langsung oleh PT Pindad-Indonesia.
Salah satu kelebihan yang ada pada Anoa adalah sistem perlindungan yang diberikan oleh lapisan baja dan rangka, yaitu memiliki tingkat STANAG 3 level 3. Ini berarti, ranpur tersebut bisa menahan peluru kinetis hingga 7,62x51 mm Armor Piercing standar NATO dari jarak 30 meter dengan kecepatan 930 m/s, serta bisa menahan ledakan ranjau hingga massa 8 Kg di bagian roda gardan dan di tengah-tengah badan.
Selain itu, Anoa dibekali sistem navigasi terbaru dan alat komunikasi anti jamming. Kendaraan tempur tersebut bisa digunakan untuk bermacam fungsi, mulai dari sebagai pembawa pasukan, kendaraan komando, hingga rumah sakit berjalan, di medan tempur.
Persenjataan yang terpasang adalah senapan mesin 7,62 mm dan 12,7 mm untuk varian infanteri dan Automatic Grenade Launcher (AGL) 40 mm untuk varian kavaleri. Untuk pertahanan diri, Anoa dilengkapi dengan pelontar tabir asap 2x3 66 mm.
Saat melakukan test drive Anoa beberapa waktu lalu, ranpur ini mampu dipacu hingga 100 km/jam. Anoa juga mampu melompati parit selebar 1 meter dan melahap tanjakan dengan kemiringan 45 derajat. Seluruh bodi Anoa dilapisi baja tahan peluru. Apabila diberondong senapan AK-47 atau M-16 sih dijamin tidak bakal tembus.
Pengiriman 7 unit Ranpur Anoa ke Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL ini merupakan program pemerintah Indonesia, dalam hal ini Mabes TNI, dalam rangka menggantikan APC VAB - NG buatan Perancis yang sudah sejak 2006 telah menjadi bagian yang sangat penting dalam pelaksanaan misi PBB di UNIFIL.
Kedatangan 7 unit Anoa pada Sabtu (21/7/2012) di Markas UNIFIL-Naqoura, yang juga merupakan tempat Satgas Indo FPC berada, disambut langsung oleh Dansatgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL Mayor Inf Wimoko dan didampingi oleh Kapten Kav I Nyoman Artawan selaku Perwira Kavaleri merangkap Pasilog Satgas.
Penggunaan Ranpur Anoa oleh Satgas Indo FPC adalah untuk menunjang tugas pokok Satgas, antara lain dalam pelaksanaan patroli keamanan wilayah Markas UNIFIL (Green Hill) dan sekitarnya, pengawalan UNIFIL HoM dan Force Commander dalam rangka Tripartite Meeting antara LAF (Lebanes Armed Force), IDF (Israel Defence Force) dan UNIFIL, serta latihan – latihan gabungan dengan Pasukan dari Negara Asing yang tergabung dalam UNIFIL. [serambinews.com]
Salah satu kelebihan yang ada pada Anoa adalah sistem perlindungan yang diberikan oleh lapisan baja dan rangka, yaitu memiliki tingkat STANAG 3 level 3. Ini berarti, ranpur tersebut bisa menahan peluru kinetis hingga 7,62x51 mm Armor Piercing standar NATO dari jarak 30 meter dengan kecepatan 930 m/s, serta bisa menahan ledakan ranjau hingga massa 8 Kg di bagian roda gardan dan di tengah-tengah badan.
Selain itu, Anoa dibekali sistem navigasi terbaru dan alat komunikasi anti jamming. Kendaraan tempur tersebut bisa digunakan untuk bermacam fungsi, mulai dari sebagai pembawa pasukan, kendaraan komando, hingga rumah sakit berjalan, di medan tempur.
Persenjataan yang terpasang adalah senapan mesin 7,62 mm dan 12,7 mm untuk varian infanteri dan Automatic Grenade Launcher (AGL) 40 mm untuk varian kavaleri. Untuk pertahanan diri, Anoa dilengkapi dengan pelontar tabir asap 2x3 66 mm.
Saat melakukan test drive Anoa beberapa waktu lalu, ranpur ini mampu dipacu hingga 100 km/jam. Anoa juga mampu melompati parit selebar 1 meter dan melahap tanjakan dengan kemiringan 45 derajat. Seluruh bodi Anoa dilapisi baja tahan peluru. Apabila diberondong senapan AK-47 atau M-16 sih dijamin tidak bakal tembus.
Pengiriman 7 unit Ranpur Anoa ke Satgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL ini merupakan program pemerintah Indonesia, dalam hal ini Mabes TNI, dalam rangka menggantikan APC VAB - NG buatan Perancis yang sudah sejak 2006 telah menjadi bagian yang sangat penting dalam pelaksanaan misi PBB di UNIFIL.
Kedatangan 7 unit Anoa pada Sabtu (21/7/2012) di Markas UNIFIL-Naqoura, yang juga merupakan tempat Satgas Indo FPC berada, disambut langsung oleh Dansatgas Indo FPC TNI Konga XXVI-D2/UNIFIL Mayor Inf Wimoko dan didampingi oleh Kapten Kav I Nyoman Artawan selaku Perwira Kavaleri merangkap Pasilog Satgas.
Penggunaan Ranpur Anoa oleh Satgas Indo FPC adalah untuk menunjang tugas pokok Satgas, antara lain dalam pelaksanaan patroli keamanan wilayah Markas UNIFIL (Green Hill) dan sekitarnya, pengawalan UNIFIL HoM dan Force Commander dalam rangka Tripartite Meeting antara LAF (Lebanes Armed Force), IDF (Israel Defence Force) dan UNIFIL, serta latihan – latihan gabungan dengan Pasukan dari Negara Asing yang tergabung dalam UNIFIL. [serambinews.com]
[Mantan GAM Bertemu Presiden] Dalam Politik Musuh jadi Kawan
Posted by HIMIPOL UNIMAL on
| Pertemuan dr. Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf dengan Presiden RI [foto by acehimage] |
Dalam politik musuh jadi kawan dan kawan jadi lawan, memang hal tersebut sudah lumrah dan sering dijumpai dalam setiap praktek politik. Namun yang perlu dilihat dan yang dapat diambil contoh hanya dari sisi positifnya dari pada sisi negatifnya.
Bagaimana tidak, seorang petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dr. Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf (Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh sekarang) yang dulunya di klaim sebagai pemberontak oleh Pemerintah Indonesia (RI) sejak tahun 1976 sampai tahun 2005, karna tujuan GAM memperjuangkan keadilan serta mendirikan negara baru atau memisahkan diri dari bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang memang dianggap melanggar Undang-Undang Dasar 1945, namun tepat 15 Agustus 2005 antara GAM dan RI damai dengan ditandatanginya Memorandum of Understanding (MoU) di Helsinki, Finlandia.
Oleh karena itu GAM mentransformasikan diri dari pergerakan persenjataan ke pergerakan politik melalui Partai Lokal (parlok), sehingga GAM mencapai puncak kekuasaan di Aceh melalui parlok tersebut ke dalam lembaga negara seperti di legislatif dan di eksekutif.
Sebagaimana di kabarkan media oline bahwa dr. Zaini Abdullah yang didampingi Wakil Gubernur Muzakkir Manaf melakukan kunjungan pertamanya untuk bertemu dengan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada Senin (23/7) sore.
Dalam kunjungan tersebut Presiden meminta Zaini untuk terus berusaha mencari solusi keamanan di Aceh secara damai, tanpa berperang. Presiden yakin apapun permasalahan di Aceh, dalam lima tahun mendatang dapat diselesaikan dengan baik.
Presiden juga mengungkapkan harapannya agar Gubernur dan Wakil Gubernur bekerja sepenuh tenaga untuk membangun dan menyejahterakan rakyat Aceh.
"Tugas kewajiban gubernur dan wakil gubernur memajukan Aceh pertama memajukan baik itu di tingkat kesejahteraan rakyatnya, situasi politik dan keamanannya, hukumnya, perekonomian dan sebagainya. Cek semuanya harus makin adil sejahtera," kata Presiden.
Presiden menambahkan sebagai pemimpin, gubernur harus tangguh dan kuat dalam mengemban amanat rakyat.
"Berbeda sekali dari luar menyatakan harusnya begini harusnya begitu, mengkritik atau menyalahkan, ketika di dalam (pemerintahan) mengetahui kompleksitas permasalahan harus mencari solusi, mengambil risiko dan menjalankannya," kata Presiden.
"Tugas kewajiban gubernur dan wakil gubernur memajukan Aceh pertama memajukan baik itu di tingkat kesejahteraan rakyatnya, situasi politik dan keamanannya, hukumnya, perekonomian dan sebagainya. Cek semuanya harus makin adil sejahtera," kata Presiden.
Presiden menambahkan sebagai pemimpin, gubernur harus tangguh dan kuat dalam mengemban amanat rakyat.
"Berbeda sekali dari luar menyatakan harusnya begini harusnya begitu, mengkritik atau menyalahkan, ketika di dalam (pemerintahan) mengetahui kompleksitas permasalahan harus mencari solusi, mengambil risiko dan menjalankannya," kata Presiden.
Dalam pertemuan sekitar satu jam tersebut Zaini Abdullah melaporkan proses jalannya Pemilukada di Aceh beberapa waktu lalu. Ia mengakui sempat terjadi berbagai insiden selama pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, namun dapat diselesaikan dengan baik.
Dalam pertemuan itu Presiden didampingi beberapa menteri diantaranya Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam.
Itulah ringkasan singkat hasil pertemuan mantan petinggi GAM dengan Presiden Republik Indonesia yang di publikasikan media online.
Editor: Safrizal
Sumber: Analisa dari pemberitaan antaranews dan metrotvnews












![OSPEK TAHUN AKADEMIK 2011-2012 Calon Mahasiswa yang telah mendaftarkan diri di Universitas Malikussaleh [Unimal], mengikuti Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus [OSPEK] yang di laksanakan di kampus induk Unimal Reuleut Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara. Selasa [6/9/2011]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW1RDuS47ce5YG1zeoA2_Hw6MxdIuJM0-KUxMM5xFb_wSdFHIjRd3Na9KY2sYwbmWA9NckRcryJrhoes4Y7T5Ytt6HLMD2lFNlnlAa6G1IbLWnKFxVezJFft111ygPkDtzWPL9MV81iuw/s640/Ospek+Tahun+Akademik+2011-2012.jpg)






