Dibuka Beasiswa Doktor Ilmu Komputer di Melbourne
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Rabu, 22 Agustus 2012
Penyelenggara menawarkan beasiswa yang akan menutupi biaya kuliah doktor selama tiga setengah tahun ditambah biaya hidup sebesar 15.000 dolar Australia. Selain itu, ada juga sistem mengajar assistantship yang dapat menjadi bagian dari beasiswa tersebut.
Peluang beasiswa ini akan terbuka untuk Anda, hanya jika Anda memenuhi kualifikasi terbaik untuk menjadi mahasiswa internasional, memenuhi persyaratan bahasa Inggris RMIT dari IELTS 6.5, tidak menjadi warga negara atau penduduk tetap Australia atau Selandia Baru, menunjukkan potensi Anda untuk menyelesaikan sebuah proyek penelitian doktoral, misalnya menerbitkan karya ilmiah seperti tesis, makalah konferensi atau artikel jurnal, serta telah lulus dengan nilai brilian, misalnya dengan indeks prestasi kumulatif minimal 3.5 dari indeks 4 dari universitas unggulan.
Pendaftaran untuk beasiswa ini dibuka hingga 30 November 2012. Proses belajar akan dimulai pada semester pertama tahun depan.
Dalam proses seleksi, kandidat beasiswa harus piawai dalam berkomunikasi melalui email, dan bahkan Skype karena staf akademik akan mewawancara dan membahas dokumen yang relevan melalui media tersebut.
Jika Anda melalui ke tahap berikutnya Anda juga akan diminta untuk membuat sebuah aplikasi formal melalui proses aplikasi RMIT resmi. Untuk pendaftaran dan informasi lengkapnya, silakan kunjungi situs resmi: www.rmit.edu.au.
Sumber: Kompas
Rumah Cut Meutia Menjadi Tempat Inspirasi Selama Lebaran
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Selasa, 21 Agustus 2012
Rumah adat Aceh milik pahlawan wanita nasional ini menjadi tempat inspirirasi warga selama hari raya Idul Fitri 1433 Hijrah, dimana dari hari pertama lebaran sampai dengan hari ketiga lebaran rumah milik Cut Nyak Meutia atau biasa disebut dengan nama Cut Meutia ini selalu ramai di kunjungi warga.
Warga yang datang ke rumah Cut Meutia mulai dari anak-anak, remaja sampai orang tua, namun sayangnya mereka tidak mendapat pelayanan yang baik sebagaimana tamu datang ke rumah pada hari lebaran, mengingat Cut Meutia sudah mangkat pada 25 Oktober 1910 yang lalu akibat kenak peluru serdadu belanda yang di kepung di Hulu Sungai Peutoe, maka tamu yang datang terpaksa membawa makanan dan minuman sendiri.
Di dalam rumah Cut Meutia kita dapat melihat foto-foto tentang beliau yang di pasang di dinding rumah, adanya rapa’i dan di luar rumah kita juga dapat melihat kröeng (tempat penampungan padi tradisional), jingki (alat penumbuk tepung/padi tradisional), pos jaga pengawal Cut Meutia, balai, serta monument yang menceritakan tentang kepahlawanan beliau.
Rumah Cut Meutia dapat di temui sekitar 3 kilometer dari Desa Matang Kuli, yang tepatnya terletak di Gampong Pirak Kecamatan Matang Kuli Kabupaten Aceh Utara, dan makamnya terletak di Desa Buket Panyang, namun bila kita jalan kaki dari rumah ke makamnya menghabiskan waktu sekitar 2 hari 2 malam karna makamnya merupakan perbatasan antara Kecamatan Matang Kuli dan Kecamatan Cot Girek Kabupaten Aceh Utara.
![]() |
| Balai disamping rumah Cut Meutia |
![]() |
| Pengunjung didepan rumah Cut Meutia |
![]() |
| Pengunjung duduk di depan Monumen |
![]() |
| Pengunjung duduk di depan kroeng (tempat penyimpanan padi) |
![]() |
| Jingki (Alat penumbuk padi/tepung tradisional) |
Editor: Safrizal
Foto dokumen oleh Safrizal
Menunggu Politik Tambang Gubernur Aceh
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Senin, 20 Agustus 2012
Oleh Muhamad Hamka
| Muhamad Hamka |
Pernyataan Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah yang akan meninjau ulang semua izin tambang di Aceh patut diapresiasi. “Saya akan kaji ulang seluruh izin usaha pertambangan yang ada. Ini demi masa depan Aceh. Sebab hampir semua pertambangan selama ini merusak lingkungan” (Serambi Indonesia, 1/6/2012).
Pernyataan Zaini ini disampaikan pada peringatan dua tahun mangkatnya Wali Nanggroe, Tgk. Hasan Muhammad Ditiro di Kompleks Makam Tgk. Chik Ditiro, Gampong Keumieru, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Kamis (31/5/2012).
Pernyataan dr. Zaini Abdullah ini merupakan angin segar bagi para pegiat lingkungan dan seluruh rakyat Aceh. Mengingat pertambangan di Aceh selama ini banyak memunculkan konflik, baik konflik antar warga dengan perusahaan tambang maupun antar sesama warga itu sendiri serta mengakibatkan kerusakan lingkungan yang serius.
Memang, pertambangan di Indonesia tak pernah membawa kemaslahatan bagi masyarakat, selain munculnya konflik horizontal dan hancurnya alam sekitar. Kasus bentrokan warga dan aparat kepolisian di Kecamatan Lambu, Bima-NTB beberapa waktu lalu yang menewaskan warga akibat diberondong oleh timah panas aparat adalah salah satu dari sekian banyak cerita pilu pertambangan di negeri ini.
Begitu pun yang terjadi di Minahasa, Sulawesi Utara beberapa tahun yang lalu. Dimana akibat kegiatan tambang yang mengabaikan lingkungan oleh PT. Newmont Minahasa Raya, Teluk Buyat tercemar yang mengakibatkan hancurnya biota laut dikawasan teluk tersebut. Juga sekitar 80 persen dari 266 warga teluk Buyat mengalami gangguan kesehatan, mulai kesehatan kulit hingga reproduksi, akibat logam berat Arsen yang mencemari sumur-sumur warga.
Dan mungkin yang terekam dengan baik dalam memori kolektif rakyat Indonesia adalah pertambangan PT. Freeport di Papua yang konon merupakan salah satu tambang emas paling besar di dunia. Tapi apa yang di peroleh oleh masyarakat Papua? Sampai hari ini Papua masih bergejolak, karena boleh jadi bagi masyarakat Papua mereka tidak memperoleh manfaat dari keberadaan Freeport selain menguntungkan kaum penguasa dan kapitalis pemilik modal.
Bagi Aceh sendiri pertambangan tidak jauh berbeda dengan persoalan yang terjadi di daerah lain di Indonesia. Dimana pertambangan tak menyentuh kesejahteraan bagi rakyat banyak, terkecuali mengenyangkan perut para pemilik modal dan pemilik kuasa. Kisruh antara PT. Lhoong Setia Mining (LSM) dengan warga di Aceh Besar dan PT. Pinang Sejati Utama dengan warga di Aceh Selatan adalah contoh bagaimana pertambangan tak berpihak pada kepentingan rakyat banyak.
Memang tak bisa dimungkiri kalau politik pertambangan di Republik ini–mulai ditingkat pusat hingga ditingkat daerah–belum mencerminkan keberpihakan pada kalangan rakyat banyak. Kecendrungan yang terjadi selama ini adalah politik tambang yang lebih menguntungkan kepentingan investor. Sementara masyarakat selaku pemilik ulayat hanya sekadar mendapat ampas untuk tidak dikatakan menanggung derita akibat limbah beracun dan kerusakan lingkungan akibat keserakahan perusahan tambang.
Dampak Liberalisasi Ekonomi
Politik tambang pemerintah Indonesia (baik pusat dan daerah) yang melempem ini merupakan dampak langsung dari liberalisasi ekonomi yang perlahan-lahan mencabut kedaulatan ekonomi nasional dan melepaskannya kedalam korporasi (MNC’s/TNC’s). Proses ini menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang kaya secara sumber daya material (raw material), namun tidaklah kaya secara penguasaan dan pengelolaan (Kaelani, 2008).
Padahal konstitusi sudah jelas-jelas mengamanatkan bahwa “bumi dan air dan kekayaan yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” (Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945). Untuk itu apapun alasanya, semua proses pembangunan yang dilakukan oleh Negara termasuk dalam konteks pertambangan harus bermuara pada kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia, bukan kesejahteraan pejabat apalagi kesejahteraan para cukong tambang.
Oleh karena itu, kita berharap itikad dan kehendak (politik tambang) dr. Zaini Abdullah tak sekadar “janji angin surga” yang membuat rakyat Aceh terbuai, tapi betul-betul diartikulasikan dengan langkah kongkrit bagi kesejahteraan seluruh rakyat Aceh.
Sumber: politik.kompasiana.com
[Foto] Gubernur Aceh Pimpin Upacara HUT RI ke - 67
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Jumat, 17 Agustus 2012
| Gubernur Aceh Zaini Abdullah (tengah) dan Wakil Gubernur Muzakir Manaf (kanan) seusai mengikuti upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-67 di lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Jumat (17/8). Gubernur Aceh yang juga mantan Petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Zaini Abdullah menjadi inspektur upacara Peringtaan HUT Proklamasi Kemerdekaan ke-67 ribuan prajurit, PNS, pelajar serta elemen masyarakat dan pemuda. |
| Zaini Abdullah [Gubernur Aceh] menyerahkan bendera merah putih untuk di kibarkan |
| Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh didampingi sejumlah petinggi TNI dan Polisi |
| Gubernur Aceh memimpin upacara HUT RI Ke-67 di Blang Padang Banda Aceh |
| Gubernur Aceh foto bersama |
| Gubernur Aceh Zaini Abdullah, yang juga mantan menteri luar negeri Gerakan Aceh Merdeka sedang menyerahkan bendera merah putih untuk dikibarkan pada peringatan detik-detik proklamasi di Banda Aceh, Jumat (17/8/2012) |
Sumber foto:
Beasiswa S-2 di Bournemouth University
Posted by HIMIPOL UNIMAL on
Untuk setiap gelombang masuk, ada 35 beasiswa yang ditawarkan dengan pembagian di empat bidang, yaitu 10 beasiswa untuk bidang ilmu terapan, 10 beasiswa untuk bidang desain, teknik dan komputer, lima beasiswa untuk bidang kesehatan dan pelayanan sosial serta sepuluh beasiswa untuk bidang pariwisata.
Besaran beasiswa yang ditawarkan juga beragam sesuai dengan bidang yang dipilih dan hanya bisa dipakai untuk mengurangi biaya kuliah. Untuk bidang desain, teknik dan komputer, serta pariwisata, beasiswa yang ditawarkan sebesar 1.000 poundsterling, sementara untuk bidang ilmu terapan sebesar 1.500 pounds dan ilmu kesehatan dan pelayanan sosial sebesar 3.000 pounds.
Bagaimana caranya? Anda cukup mendeskripsikan prestasi pribadi Anda dan latar belakang akademis Anda yang setara dengan gelar 1st Class Honours di Inggris sebagaimana dinilai oleh NARIC.
Anda tinggal mengisi formulir aplikasi dan mengirimkan melalui alamat email askBUstudents@bournemouth.ac.uk. Informasi lebih lanjut bisa dilihat di laman resmi universitas.
Editor : mufti
Sumber : Kompas.com
SPMB Lokal 2012 | Unimal Loloskan 10 Mahasiswa Baru di Jurusan Ilmu Politik
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Kamis, 16 Agustus 2012
Universitas Malikussaleh melalui Keputusan Rektor dengan Nomor: 1368/UN45/DT/2012 Tanggal: 15 Agustus 2012 mengumumkan nama-nama Mahasiswa baru yang Lulus seleksi Ujian Tulis SPMB Lokal.
Untuk SPMB Lokal ini Universitas Malikussaleh meloloskan 248 orang, 10 orang diantaranya untuk jurusan ilmu politik. Berikut nama-nama mahasiswa yang lulus di jurusan ilmu politik:
| No | Nama | No Test Peserta |
| 1 | SUHERI | 11-12-0085 |
| 2 | SAIFULLAH | 11-12-0086 |
| 3 | HARIS MUNANDAR ABR | 11-12-0097 |
| 4 | FERA WAHYUNI | 31-12-0086 |
| 5 | IRWANDI SAPUTRA | 11-12-0019 |
| 6 | M. IHSAN JARODH | 11-12-0020 |
| 7 | M. YUSUF | 11-12-0021 |
| 8 | NAZARUDI | 11-12-0030 |
| 9 | RIZAL AULIA | 11-12-0042 |
| 10 | ZAHARA RAUDHATUL RAHMI | 11-12-0049 |
Untuk Melihat nama-nama yang lulus di SPMB Lokal ( Jalur Mandiri) dapat didownload disini
ZIKIR Akan Hormati Merah Putih
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Rabu, 15 Agustus 2012
Aceh bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagaimana yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2006 Tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), oleh karena itu setiap 17 Agustus rakyat Indonesia selalu memperigati hari yang paling bersejarah tersebut di dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara sebagai hari kemerkedaan Republik Indonesia yang di proklamirkan oleh Soekarno Hatta pada 17 Agustus 1945 yang lalu, maka bangsa Indonesia wajib mengibarkan bendera merah putih sampai ke pelosok daerah termasuk Aceh.
Jadi, tidak ada alasan untuk tidak mengibarkan bendera sang saka merah putih di Tanah Rencong dan Gubernur Aceh terpilih 09 April 2012 dr. Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf (ZIKIR) sudah pasti siap menghormati Merah Putih dan menjadi garda terdepan dalam memimpin upacara kenaikan bendera NKRI di Nanggroe Aceh Darussalam.
Selamat kepada Bapak ZIKIR atas terpilihnya sebagai Gubernur Aceh Periode 2012-2017 semoga Aceh selalu dalam Ridha Allah di dalam NKRI dan selamat memimpin upacara 17 Agustus 2012 untuk pertama kalinya dalam menghormati bendera pusaka NKRI yang jatuh pada hari Jum’at.
*pepatah*
Rambut sama hitam tapi pikiran berbeda-beda………. ??
Saleum HIMIPOL UNIMAL












![OSPEK TAHUN AKADEMIK 2011-2012 Calon Mahasiswa yang telah mendaftarkan diri di Universitas Malikussaleh [Unimal], mengikuti Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus [OSPEK] yang di laksanakan di kampus induk Unimal Reuleut Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara. Selasa [6/9/2011]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW1RDuS47ce5YG1zeoA2_Hw6MxdIuJM0-KUxMM5xFb_wSdFHIjRd3Na9KY2sYwbmWA9NckRcryJrhoes4Y7T5Ytt6HLMD2lFNlnlAa6G1IbLWnKFxVezJFft111ygPkDtzWPL9MV81iuw/s640/Ospek+Tahun+Akademik+2011-2012.jpg)












