Event Pemerintah Aceh 2014

Mahlil Capres Mahasiswa UNIMAL Mewakili FISIP

HIMIPOL UNIMAL – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, mengelar konvensi untuk menetapkan calon Presiden Mahasiswa Unimal periode 2012-2013 mewakili FISIP, Senin 07 Mei 2012 di Ruang FISIP UNIMAL.

Konvensi yang dimulai pukul 10.00 wib s/d 12.30 wib diikuti seluruh perwakilan mahasiswa yang ada dibawah naugan FISIP seperti Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMIPOL), himpunan mahasiswa ilmu komunikasi (HIMAKO), Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HIMASOS), Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara (HIMIAN),Lingkaran Kerabat Antropologi (LingKA), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP, serta Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FISIP.


Sementara untuk calon presiden UNIMAL mewakili FISIP di usung dua calon yaitu Mahlil dari HIMIPOL dan Mustafa Kamal dari HIMASOS.

Konvensi penetapan calon dari FISIP di ikuti lebih kurang 20 orang perwakilan mahasiswa untuk memberikan hak suara kepada calon yang akan di usung mewakili FISIP, cara dan mekanisme pemilihan dengan cara tertutup  artinya tidak dengan musyawarah.

Sebelum pemilihan digelar, M Agus sebagai pimpinan sidang satu membacakan tatip yang disetujui sumua peserta yang hadir, beberapa pasal dalam tatip tersebut  menyatakan calon wajib memaparkan kampanye politik dan bila kalah dalam bersaing maka sama-sama untuk memenangkan calon yang terpilih serta tidak boleh maju melalui jalur perseorangan atau independen.

Pimpinan sidang mempersilahkan Mahlil untuk memaparkan kampanye politik dengan waktu yang tersedia lima menit, dalam pemaparannya Mahlil yang di usung HIMIPOL mengatakan bila ia terpilih maka akan merangkul semua mahasiswa untuk sama-sama memberikan konsep dan pemahaman yang matang supaya dapat melahirkan aktivis unimal yang handal dan profesional, selain itu Mahlil juga mengatakan bahwa ia mempuyai program kerja 100 hari dan program kerja jangka panjang.

Selanjutnya pimpinan sidang mempersilahkan Mustafa Kamal untuk melakukan kampanye politik, pada kesempatan tersebut Mustafa Kamal yang diusung HIMASOS menyampaikan orasi politiknya di depan perwakilan mahasiswa FISIP bahwa bila ia terpilih maka akan membangkitkan UNIMAL ke taraf internasional melalui kerjasama pertukaran mahasiswa.

Pada kesempatan itu juga Mustafa Kamal menyebutkan akan membangun potensi mahasiswa. Misi kita mengerakkan ekonomi mahasiswa, meningkatkan motifasi mahasiswa untuk dapat bersaing ditingkat internasional dan kita juga mempunya program jangka pendek dan program jangka panjang, tambahnya sampil menutup pembicaraannya.

Selesai peyampaian orasi politik dan taya jawab, pimpinan sidang mempersilakan peserta konvensi untuk memberikan hak suara kepada dua calon tersebut.

Dari 20 peserta yang hadir dan memberikan hak suara , maka pada penghitungan Mahlil yang ditetapkan sebagai nomor urut 1 memperoleh 15 suara dan Mustafa Kamal sebagai nomor urut 2 memperoleh 4 suara dan 1 suara lagi rusak.

Akhirnya pimpinan sidang memutuskan saudara Mahlil yang di usung HIMIPOL dengan peroleh suara terbanyak berhak untuk mewakili FISIP di ajang Pesta demokrasi pemilihan Presiden Mahasiswa UNIMAL  2012-2013.(Safrizal)


Perwakilan Mahasiswa terdiri dari:
  1. HIMIPOL 5 Orang
  2. HIMAKO 3 orang
  3. HIMASOS 3 orang
  4. HIMIAN 5 orang
  5. LingKA tidak ada perwakilan
  6. DPM 1 orang
  7. BEM 3 orang

Desain Animasi HIMIPOL UNIMAL

===============================================

Perbandingan Kekeuatan Iran vs Amerika

Berikut perbandingan kekuatan antara Negara Republik Islam Iran dan Amerika Serikat bila terjadi perang terbuka antara kedua negara tersebut:

Republik Islam Iran:
(1) Jumlah Tentara
(2) Tank
(3) Rudal
Rudal jarak dekat dan rudal jarak jauh :

(4)
 



Amerika

Bisa Meletus, Perang Terbuka AS Versus Iran

Iran menggelar uji coba peluncuran rudalnya di hari terakhir latihan perang angkatan lautnya, Senin (2/1/2012), di Selat Hormuz. Roket terakhir yang diluncurkan, Roket Nur, berhasil menghantam target.
TAHUN 2012 diprediksi akan menjadi tahun yang panas bagi hubungan Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir ”Negeri Para Mullah” itu. Tidak tertutup kemungkinan jika kedua pihak tetap berkeras dengan sikap masing-masing, akan meletus perang terbuka.

Hari pertama tahun baru, Minggu (1/1), juru bicara Angkatan Laut Iran, Laksamana Muda Mahmoud Mousavi, mengumumkan, Iran melakukan uji coba rudal baru jarak menengah di dekat Selat Hormuz. Rudal yang diuji coba adalah tipe terbaru rudal darat-ke-udara dengan teknologi antiradar.

Diungkapkan situs Iran, Mashriq, yang dikenal dekat dengan pasukan elite pengawal revolusi, armada rudal balistik Iran mampu menjangkau pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah dan Asia Selatan yang tersebar di Turki, Irak, Kuwait, Bahrain, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Pakistan, dan Afganistan. Diungkapkan juga bahwa kemampuan jaringan rudal Iran terbagi menjadi dua bagian, yaitu rudal jarak dekat dan rudal jarak jauh. Rudal jarak dekat Iran menjangkau sasaran sejauh 8 kilometer (km) hingga 250 km. Rudal jarak jauh Iran mampu menjangkau sasaran sejauh 220 km hingga 2.000 km.

Rinciannya, rudal jarak dekat Naziat 10 mampu menghantam sasaran sejauh 130 km, rudal Zilzal 2 punya jangkauan tembak sejauh 200 km, dan rudal Zilzal 3 sejauh 250 km. Adapun rudal-rudal balistik jarak jauh Iran adalah Fatih 110, Shahab 2 dan Shahab 3, Ashura, serta Sijjil 1 dan Sijjil 2.

Pangkalan militer AS di Kuwait, Bahrain, dan Irak bisa menjadi sasaran rudal jarak dekat Iran. Pangkalan militer AS di Pakistan, Afganistan, Turki, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi bisa dijangkau rudal jarak jauh Iran.

Di Kuwait terdapat 2 pangkalan militer besar dan 6 barak militer kecil milik AS. Pangkalan Udara Ali Salem yang digunakan Angkatan Udara AS hanya berjarak sekitar 115 km dari perbatasan Iran. Pangkalan Udara Ahmed Jaber, yang juga digunakan Angkatan Udara AS, hanya berjarak 134 km dari perbatasan Iran. Cukup dijangkau rudal jarak dekat Iran.

Bahrain, yang terdapat Armada V AS, juga dengan mudah menjadi sasaran serangan rudal jarak dekat Iran. Iran juga bisa menggunakan rudal jarak dekat Zilzal 2 dan 3 untuk menghantam Armada V AS serta Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain yang hanya berjarak sekitar 200 km dari wilayah Iran. AS menempatkan berbagai jenis pesawat tempur di Sheikh Isa. Sementara di pangkalan Armada V terdapat 4.200 anggota pasukan AL AS dan 70 pesawat tempur.

Pangkalan udara AS di Udeid, Qatar, sekitar 278 km dari wilayah Iran, bisa dijangkau rudal jarak jauh Iran. AS menempatkan berbagai jenis pesawat tempur di Udeid, seperti pesawat tempur multifungsi F-16, pesawat angkut militer C-130 Hercules, dan berbagai jenis pesawat pengebom.

Di Uni Emirat Arab, Pangkalan Udara Dhafra yang digunakan Angkatan Udara AS hanya berjarak sekitar 253 km dari Iran. AS menempatkan pesawat pengebom C-135 dan pesawat pengintai AWACS di pangkalan ini.

Di Oman terdapat sejumlah pangkalan udara AS dan Inggris, seperti Pangkalan Udara Al-Mushna, Pangkalan Udara Taimur, dan Pangkalan Udara Al-Masir. Ada sekitar 3.000 tentara AS di sejumlah pangkalan di Oman. Pangkalan-pangkalan udara tersebut berjarak sekitar 963 kilometer dari wilayah Iran, masih dalam jangkauan rudal jarak jauh Iran.

Sebaliknya, AS bisa menggunakan kekuatan angkatan udaranya untuk membombardir berbagai sasaran guna melumpuhkan mesin militer Iran yang mengancam. (Musthafa Abd Rahman, dari Kairo)

Sumber: kompas.com

KPK Tak Boleh Abaikan Bank Century

Meskipun banyak kasus korupsi yang tengah ditangani, Komisi Pemberantasan Korupsi tak boleh mengabaikan kasus dugaan korupsi di Bank Century. Sebab, kasus tersebut sudah ditangani secara hukum dan mendapat pengakuan secara politik dari DPR yang harus dituntaskan oleh KPK.

Demikian diungkapkan anggota Komisi III DPR Bidang Hukum, Faizal Akbar, saat dihubungi Kompas, Minggu (6/5/2012) sore ini, di Jakarta.

"Saya tahu kalau KPK sekarang sangat sibuk dengan berbagai kasus yang ditanganinya. Akan tetapi, kasus Bank Century adalah kasus besar yang telah ditangani secara hukum dan mendapatkan 'pengakuan politik' dari DPR sebagai kasus yang juga harus mendapat prioritas," paparnya.

Menurut anggota Fraksi Hanura itu, selain kasus wisma atlet, Hambalang, travel cek, atau kasus-kasus besar lainnya, tak ada alasan bagi KPK untuk tidak segera menangani kasus ini dengan menaikkannya ke level penyidikan.

"Saya akan terus menagih penyelesaian kasus ini kepada para komisioner KPK yang telah berjanji untuk menyelesaikan kasus ini setahun setelah mereka dipilih," kata Faizal.

Menurut Faizal, baginya bukan hanya Ketua KPK Abraham Samad saja yang berjanji meski dia yang menyatakan janji tersebut. Namun, DPR memahami bahwa komitmen itu harus menjadi komitmen seluruh komisioner KPK," tuturnya lagi. 

Tanggapan:
KPK pasti mampu menyelesaikan kasus skandal Bank Century apalagi di bawah kepemimpinan Pak Samad, namun demikian KPK jangan terbuai dengan kepentingan politik kalau memang ingin Indonesia bebas dari korupsi.

Sumber: kompas.com

Iran-Irak Perluas Kerjasama

1391/02/16 - 18:26Teheran - Kepala Majelis Komisi Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional, Alaeddin Boroujerdi, sebagaimana dikabarkan kantor berita IRNA Sabtu 05/4/2012 mengatakan langkah panjang telah diambil untuk memperluas kerja sama Iran-Irak. 

Dia membuat pernyataan dalam pertemuan dengan ulama terkemuka Ayatullah Shi'it Bahrol-Olumi agama di kota Najaf Irak. 


Boroujerdi mengatakan penandatanganan sejumlah kesepakatan antara pejabat Iran dan Irak meletakkan landasan yang kokoh bagi rekonstruksi Irak dan ini membuktikan bahwa kedua belah pihak bertekad untuk mempromosikan hubungan di segala bidang.

Ayatollah Bahrol-Olumi menyatakan kepuasannya dengan upaya saat ini untuk memperluas hubungan timbal balik dan juga menyatakan berharap pemerintah Irak akan membangun kembali tanah air mereka melalui persatuan dan solidaritas. 

Memimpin delegasi prliamentary, Boroujerdi bertemu dengan beberapa ulama lainnya di Najaf dan dibahas dengan mereka perkembangan regional serta hubungan Iran-Irak.

Sumber: IRNA

Inilah Surat-surat Osama yang Dirilis AS

Amerika Serikat merilis surat-surat yang didapatkan tahun lalu di rumah almarhum Osama bin Laden. Almarhum pemimpin Al Qaeda ini tewas dalam serangan pasukan elite AS pada 2 Mei 2012 di kota Abbottabat, Pakistan.

Demikian diberitakan kantor berita Agence France Presse (AFP), Kamis (3/5/2012) waktu Washington.


Surat-surat ini dipasang secara online di "Combating Terrorism Center" milik Akademi Militer West Point, AS. Para pasukan elite AS, Navy Seals, memang mengambil berbagai dokumen seusai serangan dini hari itu.
Sebagian isi surat itu menyiratkan perpecahan di tubuh Al Qaeda. Dari isi surat-surat itu juga terkesan tentang kegelisahan Bin Laden akan citra yang buruk Al Qaeda di antara umat Muslim, meski dia berambisi menyerang target-target AS.

Bin Laden dan para tokoh Al Qaeda khawatir akan korban-korban dari kalangan sesama dalam setiap serangan di berbagai negara yang dilakukan jaringan itu. Bin Laden juga terkesan frustrasi dengan kelompok ekstremis di Pakistan serta berdebat soal afiliasi-afiliasi Al Qaeda di Somalia dan sejumlah lokasi lain.

Rekan Bin Laden begitu khawatir akan cara pandang Muslim sendiri terhadap Al Qaeda. Salah seorang pengikutnya menyarankan agar nama Al Qaeda diubah saja untuk memulai era baru. Demikian isi salah satu dokumen itu.

Dalam sebuah surat pada Mei 20120, Bin Laden menekankan pentingnya pembatalan serangan-serangan yang menewaskan warga sipil di negara-negara Muslim atau berpenduduk Muslim. Bin Laden mengekspresikan keprihatinan mendalam tentang kemungkinan hilangnya simpati Muslim serta mendeskripsikan berbagai operasi yang menewaskan para pengikutnya sebagai sebuah kesalahan.

Dalam surat itu, ditambahkan bahwa dalam setiap serangan tidak boleh ada Muslim yang jatuh sebagai korban kecuali sangat terpaksa. "Soalnya ini bisa membuat kita kehilangan kesempatan memenangi perang dan mengakhiri tujuan perang ini sendiri pada akhirnya," demikian Bin Laden menuliskan ekspresinya.

Bin Laden mengindikasikan serangan-serangan pada kepentingan AS di negara-negara non-Muslim, kecuali di Irak dan Afganistan dimana para tentara AS bercokol. Ini bertujuan menghindari korban-korban dari kalangan Muslim. Surat-surat itu menggambarkan juga pergulatan Bin Laden untuk bisa menekankan otoritasnya ke cabang-cabang Al Qaeda.

Biden tak siap
Dalam surat-surat itu Bin Laden juga menyerukan agar dua tim siap-siap menyerang Presiden AS, Barack Obama dan Jenderal David Petraeus, yang kini jadi Ketua Central Intelligence Agency (CIA). Bin Laden mengatakan bahwa dengan terbunuhnya Obama, AS dan jatuh ke dalam krisis karena Wapres Joe Biden tidak siap menggantikannya.

"Joe Biden benar-benar tidak siap untuk posisi itu, yang akan membawa AS ke dalam krisis," demikian isi surat Obama itu.

Bin Laden mengakui bahaya akibat serangan-serangan tak henti dengan pesawat siluman AS di wilayah suku-suku di Pakistan. Ini hanya membuat para pejuang terpaksa berpindah-pindah di tengah kegelapan agar tidak terlihat pesawat-pesawat tak berawak milik AS yang mengitari angkasa di wilayah itu.

Untuk mengatasi gangguan citra Al Qaeda sehubungan dengan jatuhnya korban-korban sesama, Bin Laden menuliskan tentang pentingnya sebuah kampanye yang dilancarkan secara khusus pada para pengikut.

"Saya berniat mengeluarkan sebuah pernyataan, di mana saya ingin mendikusikan sebuah fase baru untuk mengubah apa yang kita rencanakan, termasuk meraih kepercayaan dari mereka yang kehilangan kepercayaan pada Mujahidin." Demikian surat Osama.

Sebuah surat lain berisikan kemungkinan pergantian nama Al Qaeda untuk memperbaiki citra yang buruk di kalangan sesama. Intinya, nama baru itu ingin menekankan bahwa Al Qaeda tidak sedang berperang dengan sesama.

Sumber: kompas.com