Event Pemerintah Aceh 2014

Ikuti Sayembara Menulis Suara Rakyat Aceh berhadiah Ratusan Ribu s/d Jutaan

SAYEMBARA MENULIS SUARA RAKYAT ACEH
2012

Oleh
GEMA ANEUK MUDA NANGGROE ACEH
(GAMNA)

sayembara menulis suara rakyat acehA. LATAR BELAKANG
Pesta pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Aceh telah berlangsung sukses. Pemimpin baru Aceh pun telah diputuskan. Pemimpin terpilih akan menjalankan amanah kepemimpinan Aceh hingga lima tahun kedepan. Di tangan pemimpin terpilih nasib Aceh akan ditentukan. Sebagai rakyat, tentu kita berharap mereka akan melakukan terobosan-terobosan baru yang konstruktif dalam upaya pembangunan Aceh.

Dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan, partisipasi rakyat dalam memberikan ide dan gagasan-gagasan kepeda pemerintah adalah sebuah hal yang niscaya. Memang belum tentu masukan-masukan dan gagasan itu akan mudah diterima oleh pemerintah, tapi setidaknya, sebagai rakyat tugas kita untuk memberi masukan, mengontrol atau mengkritisi tetap harus kita jalankan, utamanya lagi kita sebagai pemuda. Urusan mendengar dan menjalankan kebijakan yang pro rakyat serta tidak menyalahi agama dan adat adalah tugas pemerintah.


Tulisan adalah salah satu model masukan yang bisa kita berikan kepada pemerintah. Dalam sejarah, tulisan selalu memiliki dampak untuk perubahan, baik ke arah yang lebih baik, atau ke arah yang lebih buruk. Dengan tulisan pula kita telah ikut serta berpartisipasi dalam upaya pembangunan Aceh. Di hadapan Allah kelak, kita juga bisa menjawab, bahwa kita telah mencoba mengingatkan pemimpin kita melalui tulisan, sehingga kita tidak termasuk dalam golongan orang-orang yang tidak peduli pada urusan agama dan ke-ummatan yang mana hal ini akan menjadi kerugian bagi rakyat Aceh.

B. TUJUAN SAYEMBARA
Dalam hal ini, Gema Aneuk Muda Nanggroe Aceh – GAMNA -, sebagai sebuah organisasi kepemudaan yang memiliki semangat religius dan mencintai Nanggroe Aceh, mengadakan sayembara menulis bagi semua warga Aceh khususnya dan Indonesia pada umumnya. Sayembara terbuka untuk umum, akademisi, mahasiswa, santri, pelajar, praktisi dan sebagainya. 13 tulisan terbaik hasil seleksi Dewan Juri, akan mendapat hadiah, 3 orang juara terbaik dan 10 orang juara harapan.
GAMNA akan membuat buku berisi tentang tulisan-tulisan terbaik yang diterima dari sayembara ini dan buku tersebut insya Allah akan diserahkan kepada pemimpin Aceh terpilih secara simbolis. Buku tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi pemimpin Aceh tentang janji-janji kampanye yang pernah mereka ucapkan dulu, serta mewakili suara rakyat Aceh lainnya.

C. TARGET KEGIATAN
Secara khusus, target sayembara ini adalah sebagai berikut:
1. Memberi solusi untuk pemerintah.
2. Membangun tradisi menulis secara kritis.
3. Membangun kebiasaan masyarakat memberi masukan melalui tulisan.
4. Tegaknya penerapan Syariat Islam dalam semua dimensi kehidupan.
5. Hadirnya perubahan yang berpihak pada rakyat kecil.
6. Menggali potensi dan intelektualitas rakyat Aceh.

D. TEMA SAYEMBARA
“SUARA RAKYAT ACEH” (Sebuah Harapan dan Masukan untuk Pemimpin Aceh).
Tema / Judul Tulisan mencakup bidang sebagai berikut:
1. Pentingnya Islamisasi Lembaga Pendidikan Umum
2. Adat dan Sosial
3. Politik dan Hukum
4. Perkebunan dan Pertanian
5. Kesehatan
6. Membangun Ekonomi Masyarakat
7. Pembangunan Infrastruktur yang berkualitas
8. Pembangunan Mental Spiritual
9. Penguatan Penegakan Syari’at Islam
10. Pemberantasan Korupsi
11. Mengurangi Angka Kemiskinan
12. Reformasi Birokrasi
13. Kritik untuk Badan Pembinaan Pendidikan Dayah (BPPD)
14. Beasiswa
15. Informatika
16. Penertiban fasilitas publik

E. KRITERIA PENULISAN TULISAN
  1. Setiap topik yang dipilih, para penulis harus memaparkan realitas permasalahan masa lalu dan kemudian dikorelasikan dengan konteks dan masalah sekarang dari perspektif yuridis, teoritis maupun normatif.
  2. Memberikan solusi ideal menurut penulis.
  3. Tulisan harus bernafaskan Islam, atau memiliki korelasi dengan misi Islam sebagai agama yang menjanjikan kebahagiaan dunia dan akhirat bagi pemeluknya yang mau mengamalkan.
  4. Jika mengutip dari sumber lain, sebutkan referensinya dengan format end notes.

F. SYARAT PENULISAN
  1. Peserta adalah warga negara Indonesia. Berdomisili di Aceh atau diluar Aceh.
  2. Sayembara terbuka untuk umum. Baik akademisi, mahasiswa, santri, pelajar, dan sebagainya, se-Indonesia.
  3. Karya tulis yang dikirim berbentuk opini, atau tulisan ilmiah popular, atau bisa juga berbentuk surat non formal dengan bahasa yang sopan.
  4. Karya yang akan dilombakan, belum pernah diterbitkan dalam bentuk buku dan dipublikasikan lewat media cetak atau elektronik, serta tidak sedang diikutkan dalam kompetisi atau kegiatan serupa lainnya.
  5. Karya yang diikutsertakan bukan saduran, terjemahan, plagiat atau pun murni menjiplak, baik sebagian maupun keseluruhan, dari naskah yang telah ada sebelumnya.
  6. Tiap peserta dapat mengirimkan maksimal dua artikel terbaik ke panitia pelaksana.
  7. Peserta melampirkan biodata singkat dan nomor Handphone yang bisa dihubungi.
  8. Karya dikirim dengan format kertas A4, Margin Normal, font Book Antique 12 pt, spasi 1,5. Minimal 1000 kata, dan maksimal 3000 kata.
  9. Naskah dikirim via email ke INFO@GAMNA.ORG atau NASIRJROH@GMAIL.COM dengan subject email “Suara Rakyat Aceh”.
  10. Dewan juri menetapkan 13 orang pemenang. Tiga orang juara 1, 2 dan 3, dan 10 orang lainnya sebagai juara harapan.
  11. Panitia menyediakan sertifikat dan cendra mata dari GAMNA kepada semua peserta lomba.
  12. Pemenang akan diumumkan di media massa dan website GAMNA.ORG.
  13. Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat.

G. JADWAL SAYEMBARA DAN PEMBUKUAN KARYA TULIS SUARA RAKYAT ACEH
Tulisan diterima sejak iklan ini diterbitkan hingga 15 Juni 2012 pukul 00:00 WIB. Dan penyerahan hadiah akan dilakukan saat Launching buku di Banda Aceh. Pembukuan (penerbitan) karya tulis dijadwalkan pada akhir Juli 2012.

H. LAUNCHING BUKU
Launching buku dijadwalkan pada 17 Juli 2012 di Banda Aceh.

I. HADIAH UNTUK PENULIS
1. Juara 1 Rp 1.500.000
2. Juara 2 Rp 1.000.000
3. Juara 3 Rp 700.000
4. Untuk 10 orang juara harapan akan mendapatkan hadiah masing-masing sebesar Rp 500.000

ExxonMobil Tidak Bertanggung Jawab di Aceh ?

Oleh Safrizal 
(Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Malikussaleh-HIMIPOL UNIMAL).

Dengan adanya ExxonMobil di Aceh kita anggap dapat membangkitkan ketertinggalan daerah terutama segi pembangunan inftrastruktur, selain itu juga dapat meningkatannya pendapatan daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat seperti peningkatan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja baru baik berupa pertanian maupun perkebunan dll.


ExxonMobil yang berada di Aceh yang tepatnya di Kabupaten Aceh Utara sejak tahun 1977 sampai dengan sekarang (tahun 2012) belum terpenuhi kepentingan masyarakat seperti pembangunan jalan, terutama jalan yang menjadi tanggung jawab Exxon seperti jalan dari arah Simpang Ceubrek Kecamatan Syamtalira Aron yang menghubung kecamatan Nibong, Tanah Luas, Matang Kuli dan Pirak Timu serta jalan dari arah PT. Aron NLG Blang Lancang Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe sampai ke jalan Kecamatan Nibong Aceh Utara yang berkisar jarak sekitar 60 km.
Padahal sejak dioperasikannya ExxonMobil yaitu ekploitasi minyak dan gas (migas) tersebut bukan hanya jalan dapat dibangun, akan tetapi negarapun sanggup di bangun. 

Sementara dalam beberapa tahun terakhir ini menyebarkan isu bahwa ExxonMobil milik perusahaan Amerika Serikat tersebut akan meninggalkan Aceh pada tahun 2014, namun kalau kita perhitungkan dari sekarang (tahun 2012) hanya berkisar waktu sekitar 2 tahun lagi pengoperasiaan ExxonMobil di Aceh.

Hal itu terungkap dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Academic Community Center (ACC) Universitas Malikussaleh Lhokseumawe antara ExxonMobil dengan masyarakat, Rabu (15/4/2010).

Masyarakat mengharapkan agar ExxonMobil tidak meninggalkan Aceh Utara dengan begitu saja, melainkan diharapkan dapat menyelesaikan masalah lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar ladang Arun Field.

Keberadaan ExxonMobil di Aceh selama ini dinilai kurang memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Kondisi itu disebabkan karena peraturan perundangan yang ada sangat merugikan daerah penghasil gas tersebut.

Warga mengatakan, dengan otonomi khusus yang dinikmati Provinsi Aceh saat ini, hasil 70 persen bagi hasil migas justru lebih banyak dinikmati pemerintah provinsi dibandingkan pemerintah kabupaten.

Dua Masalah Utama
Ketua Tim Migas Aceh Utara, Terpiadi A Madjid mengatakan, ada dua masalah utama yang harus dipikirkan sehubungan dengan akan berakhirnya aktivitas Exxon Mobil di Aceh.

Pertama, masalah kerusakan lingkungan. Terpiadi menyebutkan, salah satu limbah yang dihasilkan Exxon Mobil adalah mercuri dan saat ini tidak diketahui di mana mercuri itu disimpan. Persoalan kedua, sumur tua yang ada saat ini seharusnya bisa digarap Pemkab Aceh Utara bekerja sama dengan pihak lain. 
Sementara itu Prof Dr Rudi Ribiandini dari ITB Bandung mengatakan, ladang gas ExxonMobil yang ditinggal kan bisa diserahkan kepada Pertamina agar bisa dimanfaatkan hasilnya oleh pemerintah daerah.

Transfer teknologi pertambangan tidak pernah terjadi selama keberadaan Exxon di Aceh, karena itu diusulkan supaya ada Fakultas Pertambangan, baik di Polteknik Negeri Lhokseumawe maupun di Universitas Malikussaleh. Gagasan ini sesuai dengan fokus kebijakan sosial Exxon dalam bidang kesehatan, pendidikan dan pengembangan perekonomian masyarakat.

Dukung Pemerintah Aceh
Sebelumnnya, Manajer Arun Field ExxonMobil, Barton P Cahir mengatakan, pihaknya tidak akan meninggalkan Aceh begitu saja, namun tetap mendukung Pemerintah Aceh dalam berbagai sektor pembangunan, yakni bidang pendidikan, kesehatan dan lainnya. 

Mantan Rektor Universitas Malikussaleh, Prof Abdul Hadi Arifin M.Si waktu itu mengatakan, selama ini Unimal juga telah menerima beberapa aset ExxonMobil berupa bangunan, sehingga asetnya bertambah menjadi Rp600 miliar sekarang ini.

Sejarah Singkat ExxonMobil
Exxon Mobil atau ExxonMobil, bermarkas di Texas, adalah sebuah perusahaan penghasil dan pengecer minyak yang dibentuk pada 30 November 1999 melalui penggabungan Exxon dan Mobil. ExxonMobil adalah induk perusahaan Exxon, Mobil dan Esso di seluruh dunia.

ExxonMobil merupakan perusahaan terbuka yang terbesar di dunia. Keuntungan operasinya pada 2005 sebesar AS$36,13 miliar (sebuah rekor untuk perusahaan diperdagangan publik), sedikit lebih kecil dari PDB Azerbaijan, sedangkan pendapatannya lebih besar dari PDB Arab Saudi. ExxonMobil berkantor pusat di Irving, Texas.

Sementara ExxonMobil mengoperasikan di Lapangan Arun Kecamatan Syamtalira Arun Kabupaten Aceh Utara Propinsi Aceh sebagai KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama/Cooperation Contract Contractor) bagi Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BPMIGAS). Afiliasi ExxonMobil juga mengoperasikan South Lhoksukon A dan D, serta lapangan gas lepas pantai North Sumatera Offshore. Afiliasi ExxonMobil memiliki Participating Interest sebesar 100% di lapangan-lapangan gas tersebut di atas.

Mobil Cepu Ltd. (MCL), Ampolex Cepu PTE. LTD., PT Pertamina EP Cepu dan empat Badan Usaha Milik Daerah: PT Sarana Patra Hulu Cepu (Jawa Tengah), PT Asri Dharma Sejahtera (Bojonegoro), PT Blora Patragas Hulu (Blora) dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana (Jawa Timur) yang tergabung menjadi kontraktor di bawah KKS Cepu. ExxonMobil memegang 45 persen dari total saham partisipasi Blok Cepu. KKS Cepu ini akan berlanjut hingga 2035.

Eksploitasi sumber daya alam Aceh oleh Exxon Mobil
Kehadiran Exxon mobil sejak tahun 1968 ternyata hanya melahirkan ketimpangan ekonomi dan sosial, Meski pun perusahaan ini dapat mengeksploitasi gas alam hingga mencapai 3,4 juta ton per tahunnya, tetapi realitas ekonomi penduduk di sekitar mega industri itu masih tunggang langgang.

Exxon Mobil sejak hadir di Aceh sampai dengan sekarang masih menyisakan kontroversi. Menurut kesaksian masyarakat, tanah dirampas tanpa kompensasi yang cukup, operasi perusahaan menimbulkan kerusakan lingkungan yang signifikan, dan,walaupun ada penyerapan tenaga kerja yang terkait dengan pembangunan awal, operasi perusahaaan gas ini telah gagal menurunkan angka kemiskinan yang berada di wilayah sekitarnya. Di atas semua itu, Exxon Mobil dan PT Arun, melalui hubungan mereka dengan TNI, tetap tidak dapat melepaskan diri dari keterlibatan dalam konflik yang melanda Aceh sejak tahun 1970an.(Sumber: Lesley McCulloch, “Greed: The Silent Force of the Conflict in Aceh,” paper tidak diterbitkan, Deakin University, Melbourne, Australia (Oktober 2003), 4, http://www.preventconflict.org/portal/main/greed.pdf.).

Manfaat ExxonMobil di Aceh
Sisi positif penulis melihat dengan adanya ExxonMobil dapat menambah pendapatan daerah, namun sisi negatifnya malah sebaliknya yang terjadi dengan adaya ExxonMobil di Aceh dan menjadi sebuah pertanyaan yang besar, pendapatan dan keuntungan apa yang didapat rakyat Aceh ?, sementara rakyat Aceh masih hidup di bawah garis kemiskinan. Jadi pendapatan dan keuntungannya dimana dan untuk siapa ? yang pasti pendapatan dan keutungannya hanya untuk bisnis kapitalisme Amerika Serikat.

Sementara pada situs berita terpecaya http://waspada.co.id pada tanggal 29 Februari 2012 menurunkan berita yang berjudul "Bantuan ExxonMobil tidak terlihat". Di mana Kondisi Kabupaten Aceh Utara sebagai pemilik lading gas terbesar di Indonesia begitu memprihatinkan. Pasalnya, dana Community Development milik ExxonMobil yang diberikan kepada lingkungan tidak tampak, karena semua dana dikelola oleh LSM asing.

Seharusnya, Aceh Utara atau Provinsi Aceh sebagai daerah paling berjasa, ExxonMobil bisa memprioritaskan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Aceh atau Aceh Utara. Misalnya, dana CD yang diperuntukkan pemberdayaan ekonomi perempuan dapat diserahkan langsung kepada ibu-ibu PKK.

Begitu juga dengan dana pendidikan, kesehatan dan dana lainnya. Sehingga berbagai bantuan ExxonMobil langsung diketahui penerima manfaat. Selama ini, dana CD yang dimiliki ExxonMobil kerap diserahkan kepada Save the Children. “Harusnya tidak seperti itu. Biarlah putra-putri terbaik Indonesia yang melaksanakan itu,” kata Syahbuddin Usman, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Utara, waktu itu memaparkan kepada waspada.

Padahal, kata dia, banyak bantuan ExxonMobil kepada masyarakat Aceh Utara. Syahbuddin mengaku, Pemkab Aceh Utara dan Aceh tidak berhak mempertanyakan dana CD, karena itu hak dari perusahaan itu sendiri.

Armia Ramli, Humas ExxonMobil mengatakan, ExxonMobil sebelum masuk ke Aceh Utara telah mengikuti berbagai aturan yang ditetapkan Indonesia, begitu juga dengan berbagai persoalan lainnya.

Foto Dokumentasi Jalan yang Menjadi Tanggung Jawab ExxonMobil
Jalan depan Cluster IV - ExxonMobil di Kec. Matang Kuli/Arah Kec. Paya Bakong dan Kec.Pirak Timu Aceh Utara, FOTO by Safrizal
Cluster IV ExxonMobil di Kecamatan Matang Kuli Kab. Aceh Uatara, FOTO by Safrizal
Jalan depan Cluster IV di Kec. Matang Kuli/Arah Kec. Paya Bakong dan Kec.Pirak Timu, FOTO by Safrizal


Sumber: 
Analisa dilapangan dan kutipan dari berbagai sumber seperti:
  1. http://waspada.co.id 
  2. http://www.acehforum.or.id
  3. http://www.batamtoday.com
  4. http://www.exxonmobil.co.id

Tiga Daerah Pilkada Putaran Kedua 2 Juli

MEULABOH - Tiga kabupaten bertetangga, masing-masing Aceh Barat, Nagan Raya, dan Aceh Barat Daya (Abdya) bakal melaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada) putaran kedua pada tanggal yang sama, yakni 2 Juli 2012.

Jadwal itu disepakati oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) dari masing-masing kabupaten tersebut. “Kesepakatan menggelar pilkada putaran kedua dengan dua kabupaten tetangga ini berdasarkan hasil koordinasi dengan KIP Aceh Barat dan Abdya,” kata Ketua KIP Nagan Raya, Teuku Abdul Rasyid SE yang menghubungi Serambi, Senin (21/5) via telepon selularnya pukul 13.05 WIB kemarin.

Menurut Abdul Rasyid, dengan adanya koordinasi dalam pelaksanaan pilkada putaran kedua yang diserampakkan itu diharapkan tidak akan terjadi mobilisasi pemilih dari satu kabupaten ke kabupaten lainnya pada hari yang sama. Dengan demikian, kecurangan atau duplikasi pemberian suara oleh pemilih yang sama dapat dihindari.

Ia tambahkan, meski jadwal Pilkada Nagan Raya belum ditetapkan dalam rapat pleno bersama sejumlah pihak di kabupaten itu, namun KIP setempat yakin akan dapat menyelenggarakan pilkada secara bersamaan dengan Kabupaten Aceh Barat dan Abdya.

Terhadap anggaran pilkada putaran kedua itu, Abdul Rasyid yakin bakal tersedia, karena Pemkab Nagan Raya telah memplot dana Rp 12,5 miliar yang diajukan KIP untuk berbagai tahapan pilkada putaran kedua.

“Intinya KIP Nagan Raya tetap melaksanakan pilkada secara serentak dengan Aceh Barat dan Abdya,” pungkasnya.

Sementara itu, KIP Aceh Barat mengusulkan hari pencoblosan untuk pilkada putaran kedua dilaksanakan pada hari Senin, 2 Juli 2012. Namun, KIP Aceh Barat masih akan melakukan koordinasi dan rapat lanjutan dengan KIP Aceh mengenai apakah akan ada perubahan jadwal lagi atau tetap pada 2 Juli, mengingat ada empat  kabupaten/kota lainnya di Aceh yang juga menggelar pilkada putaran dua. Selain Aceh Barat, Nagan Raya, dan Abdya, adalah Kota Sabang.

Ketua KIP Aceh Barat, Mahrizal SE kepada Serambi kemarin mengakui bahwa seluruh anggota KIP Aceh Barat pada Senin kemarin sudah menyepakati melalui dalam rapat bahwa pilkada putara kedua di Aceh Barat dilaksanakan pada 2 Juli 2012. “Usulan itu segera kita teruskan ke KIP Aceh dan masih akan dilakukan rapat lanjutan di Banda Aceh dalam pekan ini,” ujar Mahrizal.

Di sisi lain, Ketua KIP Aceh Barat mengaku anggaran pilkada putaran kedua yang diplot dalam APBK 2012 sebesar Rp 1,5 miliar tidak mencukupi. Total anggaran yang dibutuhkan justru Rp 3 miliar. Oleh karena itu, KIP berharap anggaran tersebut ditambah sehingga pilkada putaran dua di Aceh Barat tidak terkendala.

Ketua KIP Aceh Barat Daya (Abdya), Nazli menerangkan hal serupa. “Memang ada rencana pilkada putaran kedua pada 2 Juli, tapi tidak tertulis dan bukan lahir dari rapat pleno,” kata Nazli saat dihubungi Serambi, Senin (21/5) malam.

Menurut Ketua KIP Abdya itu, pilkada putaran kedua secara serentak untuk tiga kabupaten bertetangga itu diwacanakan oleh KIP Aceh. Dasar pertimbangan, kata Nazli, bila dilaksanakan serempak (pada hari yang sama), maka kemungkinan adanya pemilih “siluman” atau “kutu loncat” yang datang dari kabupaten lain dapat dihindari.

Sebaliknya, jika pilkada putaran kedua tidak serentak (harinya berbeda), maka tidak tertutup kemungkinan adanya pemilih siluman. “Makanya, kita rencanakan dilaksanakan pada hari yang sama, yakni pada 2 Juli mendatang. Tapi ini baru sebatas rencana yang belum diplenokan,” ujarnya lagi.

Menurut Nazli, KIP kabupaten/kota yang bakal melaksanakan pilkada putaran kedua akan menghadiri undangan rapat dengan KIP Aceh di Banda Aceh dalam pekan ini.

Dana Pilkada Putaran Kedua Aceh Barat 2,5 Miliar, 600 Juta untuk Keamanan

MEULABOH - Ketua Komisi Independen Pemilihan Aceh Barat Mahrizal mengatakan anggaran pilkada putaran kedua berjumlah Rp2,5 miliar.

Jumlah itu, kata dia, sesuai pagu yang disetujui Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Barat.


"Dana untuk KIP Aceh Barat yang disetujui Rp1, 5 miliar dari jumlah anggaran yang diusukan sebesar Rp3 miliar. Untuk Panwas Rp400 juta dan untuk biaya keamanan sebesar Rp600 juta," ujar Mahrizal kepada The Atjeh Post, Senin 21 Mei 2012.

Bila anggaran tersebut nantinya kurang, Mahrizal mengatakan  itu bakal jadi tanggung jawab Pemerintah Aceh Barat untuk memikirkannya.
"Yang penting kita sudah usul dan sudah menyampaikan kepada pemerintah daerah," katanya.
 

Jumlah Mahasiswa Ilmu Politik Unimal Tahun 2005 s/d Tahun 2011 sebanyak 278 orang

Jumlah mahasiswa Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh dari tahun 2005 s/d tahun 2011 sebanyak 278 orang (perempuan 57 orang dan laki-laki 221 orang) yang terdiri dari :

  1. Mahasisiswa Aktik sebanyak 206 orang (Perempuan 42 orang dan Laki-laki 164 orang)
  2. Mahasiswa Non Aktif (NA).....
  3. Mahasiswa Tanpa Keterangan sebanyak 32 orang (perempuan 6 orang dan laki-laki 26 orang)
  4. Mahasiswa lulus sebanyak 20 orang (perempuan 4 orang dan laki-laki 16 orang)
  5. Mahasiswa Drop Out (DO) sebanyak 20 orang (perempuan 5 orang dan laki-laki 15 orang)
Berikut jumlah mahasiswa ilmu politik Universitas Malikussaleh berdasarkan angkatan:
  1. Angkatan tahun 2005 sebanyak 21 orang (Pr 5 + Lk 16) - Lihat Nama & NIM
  2. Angkatan tahun 2006 sebanyak 23 orang (Pr 3 + Lk 20)- Lihat Nama & NIM
  3. Angkatan tahun 2007 sebanyak 44 orang (Pr 8 + Lk 36)- Lihat Nama & NIM
  4. Angkatan tahun 2008 sebanyak 49 orang (Pr 9 + Lk 40)- Lihat Nama & NIM
  5. Angkatan tahun 2009 sebanyak 47 orang (Pr 8 + Lk 39)- Lihat Nama & NIM
  6. Angkatan tahun 2010 sebanyak 40 orang (Pr 14 + Lk 26)- Lihat Nama & NIM
  7. Angkatan tahun 2011 sebanyak 54 orang (Pr 10 + Lk 44)- Lihat Nama & NIM
Berikut Jumlah mahasiswa ilmu politik Universitas Malikussaleh dari angkatan 2005 s/d angkatan 2011:
  1. Angkatan tahun 2005
  2. Angkatan tahun 2006
  3. Angkatan tahun 2007
  4. Angkatan tahun 2008
  5. Angkatan tahun 2009
  6. Angkatan tahun 2010
  7. Angkatan tahun 2011

Rakyat Aceh Menunggu Kesejahteraan dibawah Kepemimpinan Zaini-Muzakir

Oleh Safrizal (Mahasiswa Ilmu Politik Unimal).
Aceh yang terletak di ujung barat pulau Sumatra dengan luas wilayah 56.500,51 (km2) dan memiliki 23 jumlah kabupaten da kota yang berpenduduk sekitar 4.486.570 jiwa ini sangat membutuhkan perhatian dan dukungan semua pihak untuk bangkit dari arah yang ketertinggalan menuju ke arah yang makmur dan sejahtera.

Aceh pada masa Soekarno dijuluki sebagai daerah modal dalam perjuangan kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia, namun julukan tersebut dikehendaki semangat orang Aceh bahwa Aceh daerah yang berani dan mampu memperjuagkan kemerdekaan Indonesia, namun akhirnya dengan kekayaan yang dimiliki Aceh dapat membawa Indonesia ke arah yang berdaulat yaitu merdeka.


Dengan kekayaan alam Aceh itu maka seluruh rakyat Indonesia merasakannya tak terkecuali Aceh sendiri, Aceh memiliki berbagai Sumber Daya Alam (SDA) seperti pertambangan mineral, batubara, panas bumi, kehutanan, pertanian, perikanan, dan kelautan.

Sementara dari sisi industri Aceh juga memiliki beberapa Industri besar seperi PT. KKA, PT. PIM, PT. ARON NLG, AAF, Exxon Mobil serta PT Lafarge Cement Indonesia.

Tapi industri-industri besar tersebut seperti PT. KKA dan PT. AAF sudah lama tidak dioperasikan, padahal dengan ada industri tersebut dapat menampung pengangguran-pengangguran yang ada di Aceh dan dapat menambah pendapatan daerah. Selain itu PT. Aron NLG yang terletak di Aceh Utara juga dapat menampung sejumlah tenaga kerja di daerah dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat dan dapat menjadi salah satu sumber pendapatan asli daerah baik dalam pertumbuhan ekonomi maupun dalam pembangunan. PT. Aron yang ditargetkan pada tahun 2014 ini akan meninggalkan Aceh, namun belum memberikan konstribusi yang memadai untuk masyarakat Aceh, buktinya masih banyak masyarakat miskin yang seharusnya dapat hidup makmur dan sejahtera dengan adanya pabrik vital tersebut, memang itulah yang namanya Kapitalisme.

PT. Pupuk Iskandar Muda (PIM) yang selama ini juga banyak menimbulkan kasus dan perusakan lingkungan hidup, seperti bocornya  amonia, sehingga masyarakat dilingkungan tersebut terpaksa dilarikan ke rumah sakit akibat terhirupnya gas beracun yang namanya amonia.

Sementara dalam beberapa tahun terakhir ini daerah yang mampu berdiri sebagai sebuah negara yaitu Aceh Utara hancur berantakan, apalagi kasus bobolnya kas Daerah tersebut sebesar Rp 220 milyar pada tahun 2009. Akibatnya pembangunan infrastruktur dan peningkatan ekonomi masyarakat terhambat. Belum lagi berbicara jalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab Exxonmobil di lingkungan ExxonMobil itu sendiri yang selama puluhan tahun mengambil migas di Aceh Utara tidak pernah diperbaiki dengan sebenarnya yang ada hanya menetupi lubang  di badan jalan.

Ketika kita berbicara pertanian dan perkebunan yang memang salah satu sumber pendapatan masyarakat Aceh dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari sangat meperihatinkan, terutama harga panen tidak seimbang dengan modal yang dikeluarkan. Namun demikian terpaksa masyarakat harus menjual harga panen yang memang tidak bisa dibayangkan dengan pekerjaan yang dilakukan sehari-hari, yang semestinya harga panen tersebut sesuai dengan pekerjaan yang dikerjakan.

Di sisi ekonomi bahwa Aceh memiliki undang-undang sendiri yang mengatur khusus tentang Aceh yaitu Undang-Undang nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) , dimana pada bab XXII tentang perekonomian bagian kesatu prinsip ekonomi pasal 154 ayat  3 disebutkan “Usaha perekonomian di Aceh diselenggarakan berdasarkan prinsip pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan, penghormatan atas hak-hak rakyat setempat, pemberian peluang dan akses pendanaan seluas-luasnya kepada usaha ekonomi kelompok perempuan, serta pemberian jaminan hukum bagi pengusaha dan pekerja”.

Sementara bagian kedua yaitu arah perekonomian pasal 155 ayat 1 disebutkan “perekonomian di Aceh diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing demi terwujudnya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat dengan menjungjung tinggi nilai-nilai Islam, keadilan, pemerataan, partisipasi rakyat dan efesiensi dalam pola pembangunan yang berkelanjutan”.

Alhasil sampai saat ini implementasi pasal tersebut belum dirasakan masyarakat Aceh secara menyeluruh, yang ada hanya menimbulkan kesenjangan ekonomi di kalangan masyarakat sehingga pada akhirnya terciptanya pengangguran dan kriminalitas.

Sementara bagian keuangan seperti sumber penerimaan dan pengolalaan yang menjadi fokus utama yaitu otonomi khusus (otsus) yang ditujukan untuk membiayai pembangunan terutama pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi rakyat, pengetasan kemiskinan, serta pendanaan pendidikan, sosial dan kesehatan yang hanya berlaku untuk jangka waktu 20 tahun.

Dimana implementasi otsus ini menjadi sisi penting untuk rakyat Aceh pasca MoU, dan bila imlementasinya tidak sejalan dengan aplikasi UUPA maka sangat disayangkan akan nasip rakyat Aceh yang saat ini sedang menunggu kesejahteraan dan kemakmuran.

Itulah ringkasan singkat yang menjadi beberapa pertimbangan dalam memujudkan Aceh yang berkeadilan, makmur, sejahtera, bermartabat dan menyeluruh bagi semua untuk pemimpin kita yang baru yaitu Dr. Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf. Wallahu’alam.....

Foto Dokumentasi SDA Aceh


Kebun Sawit di Aceh

Kopi Arabika - Gayo/Aceh Tengah


Padi di Aceh
Alam Aceh
ExxonMobil - Aceh Utara
PT. Aron NLG - Lhokseumawe
PT. Pupuk Iskandar Muda (PT. PIM) - Aceh Utara
PT Kertas Kraf Aceh (KKA) - Aceh Utara
PT Asean Aceh Fertilizer (PT AAF) - Aceh Utara
PT Lafarge Cement Indonesia - Lhoknga Provinsi Aceh

Beasiswa S1, D3 dan D2 Ke Jepang Untuk Lulusan SLTA dan Sederajat

Program S1, D3, D2
(untuk Lulusan SLTA dan Sederajat)
 
Pendaftaran untuk keberangkatan tahun 2013 telah dibuka pada 14 Mei 2012 dan akan ditutup pada tanggal 15 Juni 2012.


Program ini ditujukan untuk siswa-siswi Indonesia lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas (S-1), College of Technology (D-3) atau Professional Training College (D-2) di Jepang mulai tahun akademik 2013 (April 2013).


Pelamar hanya bisa mendaftar 1 (satu) program dari S-1, D-3, atau D-2.



PROGRAM
1.Undergraduate (S-1)
Masa studi 5 tahun termasuk 1 tahun belajar Bahasa Jepang (kecuali jurusan kedokteran umum, gigi, hewan, dan sebagian farmasi lama masa studi adalah 7 tahun).






  • Syarat:
    lulusan SLTA; nilai rata-rata ijazah atau rapor kelas 3 semester terakhir minimal 8,4; lahir antara 2 April 1991 dan 1 April 1996.






  • Materi ujian tertulis:
    IPS:Bahasa Inggris dan Matematika
    IPA-a:Bahasa Inggris, Matematika, Kimia, dan Fisika
    IPA-b,c:Bahasa Inggris, Matematika, Kimia, dan Biologi






  • Pilihan jurusan:
    IPS:
    Laws, Politics, Pedagogy, Sociology, Literature, History, Japanese language, Economics, Business Administration, and others.
    IPA-a:
    Science (Mathematics, Physics, Chemistry); Electric and Electronic Studies (Electronics, Electrical Engineering, Information Engineering); Mechanical Studies (Mechanical Engineering, Naval Architecture); Civil Engineering and Architecture (Civil Engineering, Architecture, Environmental Engineering); Chemical Studies (Applied Chemistry, Chemical Engineering, Industrial Chemistry, Textile Engineering); and other fields (Metallurgical Engineering, Mining Engineering, Maritime Engineering, Biotechnology)
    IPA-b:
    Agricultural Studies (Agriculture, Agricultural Chemistry, Agricultural Engineering, Animal Science, Veterinary Medicine, Forestry, Food Science, Fisheries); Hygienic Studies (Pharmacy, Hygienics, Nursing); Science (Biology)
    IPA-c:Medicine; Dentistry
    2. College of Technology (D-3)
    Masa studi 4 tahun termasuk 1 tahun belajar Bahasa Jepang. College of Technology memiliki program 5 tahun yang dirancang bagi lulusan SLTP. Siswa penerima Beasiswa Monbukagakusho (lulusan SLTA) akan masuk College of Technology sebagai mahasiswa tahun ketiga. Studi teknik sebagian besar terdiri dari eksperimen / percobaan dan latihan-latihan praktek. Lulusan dari sekolah ini diharapkan menjadi ahli teknik (engineer).






  • Syarat:
    lulusan SLTA Jurusan IPA; nilai rata-rata ijazah atau rapor kelas 3 semester terakhir minimal 8,0; lahir antara tgl. 2 April 1991 dan tgl. 1 April 1996






  • Materi ujian tertulis:
    Matematika dan Kimia/Fisika (tergantung kategori jurusan seperti tertulis di bawah)






  • Pilihan jurusan:
    Kimia:Jurusan yang terkait pada bidang kimia seperti “Materials Engineering” dll.
    Fisika:
    Jurusan lain seperti “Mechanical Engineering”, “Electrical and Electronic Engineering”, “Information, Communication, and Network Engineering”, “Architecture and Civil Engineering”, Maritime Engineering” dll.
    3.Specialized Training College (D-2)
    Masa studi 3 tahun termasuk 1 tahun belajar Bahasa Jepang. Specialized Training College terpisah dari sistem pendidikan Jepang yang biasa. Sekolah ini menawarkan pelatihan praktis kejuruan.






  • Syarat:
    lulusan SLTA; nilai rata-rata ijazah atau rapor kelas 3 semester terakhir minimal 8,0; lahir antara tgl. 2 April 1991 dan tgl. 1 April 1996






  • Materi ujian tertulis:
    Bahasa Inggris dan Matematika






  • Pilihan jurusan:
    Civil Engineering and Architecture; Electrical and Electronic Engineering; Wireless Communication; Computer; Information Processing; Nourishment; Cooking; Nursery Teacher Training; Nursing Welfare; Social Welfare; Management; Travel; Bussiness; Harmony Dressmaking; Music; Art; Design; Photograph; dll
    Catatan :
    1.Semua soal ujian dalam bahasa Inggris.
    2.
    Lulusan dari S-1 bisa meneruskan ke S-2, dan lulusan D-3 dan D-2 bisa meneruskan ke S-1 sebagai siswa tahun ketiga. Namun untuk melanjutkan beasiswa, tergantung pada prestasi dan hasil seleksi. Para siswa tentunya harus mengikuti ujian masuk dan masa perpanjangan beasiswa maksimal 2 tahun.


    FASILITAS

    1. Bebas biaya ujian masuk, biaya kuliah dan uang pendaftaran
    2. Tiket kelas ekonomi p.p. Indonesia (Jakarta) - Jepang
    3. Tunjangan ¥117.000/bulan (Besar tunjangan tahun 2012. Untuk tahun 2013 dan tahun selanjutnya ada kemungkinan mengalami perubahan)
    4. Tanpa ikatan dinas

    PROSEDUR PENDAFTARAN

    1. Masa pendaftaran: Mulai tanggal 14 Mei s/d 15 Juni 2012 , hanya pelamar yang memenuhi persyaratan boleh mendaftar.
    2. Pelamar men-download formulir sesuai program yang diinginkan (S1, D3 atau D2) pada link di bawah ini :
      - Field of Study and Study Program   (D2 pdf file 48kb, D3 pdf file 62kb, S1 pdf file 14kb)
      Setiap pelamar hanya boleh mendaftar 1 program saja.
    3. Pelamar mengirimkan Formulir yang telah diisi, beserta fotokopi Ijazah, fototokopi Nilai Ijazah, dan fotokopi Rapor kelas 3 semester 2 (bisa menggunakan dokumen sementara dari sekolah apabila nilai asli dari Kemdiknas belum keluar), ke Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, atau Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, dan Medan, atau Kantor Konsuler Jepang di Makassar. Dokumen bisa diantar langsung atau dikirimkan via pos ke :
      a. Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang
      Jl. M.H.Thamrin 24 Jakarta 10350 Telp. 021 - 319 24308 ps. 175, 176, dan 178
      b. Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya
      Jl. Sumatera No. 93, Surabaya Telp. 0231 - 503 0008      
      c. Konsulat Jenderal Jepang di Medan
      Wisma BII Lt. 5, Jl. P. Diponegoro No. 18, Medan Telp. 061 - 457 5193      
      d. Kantor Konsuler Jepang di Makassar
      Jl. Jend. Sudirman No. 31, Makassar Telp. 0411 - 871       030
    4. Formulir dan dokumen pelengkap harus sudah tiba pada tanggal 15 Juni 2012 (bukan cap pos)
    5. Hanya pelamar dengan dokumen lengkap akan kami proses. Dokumen yang dikirimkan tidak akan dikembalikan.

    PROSEDUR SELEKSI
    1. Bagi yang lolos praseleksi (seleksi dokumen) akan dipanggil untuk mengikuti ujian tertulis (bulan Juli). Praseleksi dilakukan berdasarkan nilai ijazah dan rapor.
    2. Mereka yang lulus ujian tertulis akan dipanggil untuk wawancara di Jakarta (dalam bahasa Indonesia) bulan Agustus. Bagi yang lulus wawancara akan direkomendasikan ke Monbukagakusho.
    3. Mereka yang lolos seleksi di Monbukagakusho akan menjadi penerima beasiswa. Penetapan penerima beasiswa ditentukan pada bulan Januari 2013.
    Untuk keterangan lebih lanjut silakan menghubungi:
    Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang
    Jl. MH Thamrin no.24 Jakarta 10350
    Telp. (021) 3192-4308 ext.175 atau 176