Event Pemerintah Aceh 2014

Mekanisme Pencoblosan dan Syarat Memilih Calon BEM Unimal 2012

KOMISI PEMILIHAN RAYA (KPR)
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
2012

 MEKANISME PENCOBLOSAN
CALON KETUA & WAKIL KETUA BEM UNIMAL

Kriteria Suara Sah/Tidak Sah
  1. Suara pada surat suara pemilihan raya calon Ketua dan Calon Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unimal periode 2012, dinyatakan sah bila;
    • Surat suara berstempel KPR BEM-UNIMAL
    • Surat suara berwarna putih hitam
    • Surat suara tidak rusak
    • Tanda coblos hanya terdapat pada satu kolom yang memuat satu pasanga calon, atau
    • Tanda coblos hanya terdapat pada satu kolom yang memuat nomor, foto, dan nama pasangan calon ketua dan calon wakil ketua yang telah ditentukan oleh KRP; atau
    • Tanda coblos lebih dari satu, tetapi masih dalam satu kolom yang memuat nomor, foto, dan nama pasangan calon; atau
    • Tanda coblos terdapat pada salah satu kolom yang memuat nomor, foto, dan nama pasangan calon,
    • Tidak terdapat tulisan atau catatan di dalam surat suara.
  2. Apabila pemberian suara pemilihan Raya Calon Ketua dan Calon Wakil Ketua BEM UNIMAL tidak sesuai dengan criteria di atas, maka suaraya dinyatakan tidak sah.

Syarat memilih:
  1. Pemilih membawa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau Kartu Rencana Studi (KRS) pada pemungutan suara,
  2. Pemilih tidak di bolehkan memilih apabila tidak membawa KTM atau KRS

Waktu Memilih
Hari                 : Rabu
Tanggal          : 14 November 2012
Pukul              : 10.00 wib s/d selesai
Tempat           :
  1. Reuleut (Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian)
  2. Bukit Indah (Fakultas ISIP, Ekonomi dan Fakultas Hukum)
  3. GOR AAC (Fakultas Kedoktoran)
Catatan:
Perhitungan suara dilaksanakan pada pukul 19.30 wib s/d selesai



Editor: Safrizal

[Cerpen] Kenangan

KENANGAN

By Asriatun* 
[Mahasiswi Ilmu Politik Unimal Angkatan 2012]

Rintik-rintik berjatuhan, disertai kilatan. Tampak samar ku lihat bayangan pohon dari balik koseng jendelaku. Angin perlahan menggoyangkan dedaunan. Mengibas-ngibas dinginnya kegelapan malam. Bulan bersembunyi di balik tumpukan awan hitam. Seolah malu menatapku.

“Ah, apa-apaan ini, apa yang di pikirkan langit. Kenapa tiba-tiba hujan, bukanya tadi langit tampak baik-baik saja” Muncul spekulasi dan berbagai opini membucah dan berdesakan dalam sel-sel otak ku.

“Apa mungkin langit merasakan hal yang sama”.  Yah, itu mungkin. Apa langit mewakili perasaanku yang sedang dalam duka. Apa-apaan dunia ini begitu tega melihat aku terlunta-lunta dalam kesedihan. Belum cukup kebahagian ku sendiri yang aku korbankan demi mereka. Belum cukup puas?.

“Itu langit. Ya, langit yang sedang menangis, tepatnya nangis darah”. Membanting pintu kamar . ku rebahkan tubuhku yang kaku ke tilam yang agak lusuh . Memikir dan menimang-nimang jalan pikiranku yang terlalu kaku dan kusut. Seperti kumpulan benang-benang yang tak lagi dapat dipisahkan antara pangkal dan ujungnya. “Apalagi ini?, belum cukup manusia-manusia busuk itu mendapatkan apa yang sebenarnya menjadi milikku?”, pertanyaan itu hadir perlahan, satu persatu bejajar rapi di anganku.berharap mendapatkan jawaban yang pasti. Aku terpaku menatap langit. Menyeringai sediri dalam hati. Mencoba menelisik secara lebih menyeluruh gambaran muka langit yang pucat.

Sementara yang lain berleha-leha dengan girangnya. Menikmati setiap hembusan nafas mereka dengan senyum bahagia, ah, mungkin juga palsu. Jaman sekarang sulit menemukan sesuatu yang masih original. Sedikit sekali bahkan yang mengagung-agungkan kejujuran. Semua tak ada yang tampak bebeda dari mereka. Imitasi semua. Senyum, sabar, tawa, marah. Tak tampak jelas lagi. Aku memilih bersandar di teras rumah, rintik-rintik itu menyentuh lembut permukaan kulitku. Kibiarkan mereka membelai lembut kulit-kulit yang kusam karna terik yang membakar siang tadi. Bau tanah menyeruak menembus penciumanku, “Bau ini, bau yang selalu kurindu”. Kubiarkan bau ini berjalan menembus hidungku dan mengalir bersama aliran darahku. Memenuhi tubuhku yang mualai basah karna hujan.

Ku sadari tubuh ini mulai menggigil, aku bangkit dan berjalan perlahan ke dalam kamar.  Tampak di sudut kamar sebuah cermin kecil. Kupandangi perlahan.

“kau sedang pikir apa?”
“Loh, kok ?” melotot. Otot-otot mata sedikit menegang.
“Jangn terkejut, tenanglah !. ini aku?”
“kamu, aku?”
“Laiya, aku ini kamu”

Aku melihat diriku dalam cermin, dia persis seperti aku rambut, mata , hidung, dan  semunya. Ini benar-benr aneh. Tiba-tiba kilat menyambar perlahan, gambarku pecah dan bayangan ku menghilang perlahan, aku tersadar dalam lamunku. Dan kulihat hujan belum juga reda.

“Hujan?” desis ku perlahan memecah keheningan.

Hujan kini mengingatka ku tentang hari-hari terakhir sekolah, perlahan rasanya waktu berlalu begitu cepat, merangkul-rangkul usia ku yang semkin dewasa. Saat-saat bersama mereka , berbagi canda, tawa, tangis, bahagia, marah kesal semua rasa bercampur menjadi satu memenuhi memori otakku yang akhir-akhir ini terlalu sibuk memikirkan tugas-tugas. Aku bangkit menghapiri hape yang ku letakkan di atas meja, perlahan aku membukanya. Dan yang pertama ingin kulihat adalah wajah-wajah polos teman-temanku. Sedikit geli rasanya ketika aku melihat satu persatu lembaran foto mereka. Gaya-gaya aneh mereka mebuat aku tak bisa menahan tawa, ada-ada saja kekocakan mereka.

Kembali kurebahkan tubuhku perahan, memejamkan mata berharap esok masih bisa kembali terjaga. Memulai rutinitas seperti biasa. Perlahan mata mulai menutup menembus dinding waktu dalam cakrawala mimpi. Keheningan menganga.

***
 Perlahan kubuka mata, sayup-sayup kulihat cahaya menembus celah-celah tirai kamar.“Pagi kembali datang”. Aku bangkit dan berjalan dalam kegelapn subuh menelusuri setiap sudut ruangan. Kulihat jam menunjukan pukul 04.57. Ku kuatkan diriku berjalan ke kamar mandi untuk berwudhu’. Membasuh perlahan setiap anggota wudhu’ ku. Kusujudkan diriku ke pangkuan Ilahi Rabbi. Menjalani kewjiban ku sebagi insan di bumi . Aku duduk bersipuh di pangkuanNya. Perlahan Air mata menetes membasahi pipiku. “ Engkau yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, ampunilah dosa hamba, Jangan biarkan hamba tersesat  begitu jauh, permudahlah segela yang sukar, limpahkanla kebahagian kepada orang yang hamba cintai dan yang mencintai hamba ya Allah. Ampunilah Dosa-dosa orang tua hamba ya Allah”. Air mata terus saja mengalir.

Dalam sujud, keheningan menyeruak menembus dinding-dinding waktu. Aku hanyut dalam dekapan lembut Sang Khalik, untuk sesaat. Kubuka kemabli mata perlahan, menerawang jauh ke sudut jendela. Kulihat fajar mulai semakin bersinar. Bergegas kulangkahkan kaki ke kamar mempersiakan segala keperluan untuk sekolah

***

Jantungku berdegup kencang, kudengar seluruh ruang kelas menggema lantunan ayat suci Al-Qur’an.

“Ya Allah, telat hari ini, jangan-jangan ibu Sri sudah datang lebih dahulu. Bagaimana ini ya Allah”. Kalimat itu begitu terngiang-ngiang di kepalaku, aliran darahku seolah mengalir begitu cepat. Menerobos begitu saja keluar tanpa kendali dari serambi jantungku. Aku tertuduk lesu. Kukuatkan kaki untuk terus berjalan. Bukan karna Ibu Sri guru yang Kejam, tapi justru keramahan dan kelembutan hatinyalah yang membuat aku menjadi seperti ini,

Aku tersentak , semua mata tertuju padaku sekarang. Mereka menertawaiku. “haha, mati lampu ya ?”. aku ternganga, tak sempat aku menjawab pertanyaan mereka, aku menundukkan kepalaku. “ Masyaallah, kenapa bisa seperti ini, kenapa aku bisa sampai salah memakai seragam sekolah”. “Apa yang terjadi padaku sebenarnya. Ada apa dengan hari ini”. Perlahan aku berjalan menghampiri ibu sri yang sedang duduk di atas kursinya. “ Knapa Nak, kok bisa salah pakai seragam, lagi bnyak pikiran ya makanya gak konsen ?”. “ Jika di izinkan saya ingin pamit pulang untuk menggati seragam”. Aku tertunduk malu, malu hati hari ini kepada teman-temanku. “ Iya, gak papa kok Nak, tapi jangan lupa minta izin piket ya Nak. “Iya Bu, makasi bu”.

***
Aku tertengun, keresapi hari ini dengan sangat apik. Kubiarkan sel-sel otakku mengunyah segala informasi dengan baik, sehingga data-data yang dikirim panca indraku dapat diproses secara sempurna.

           “hai, ngelamunin apa hayoo?.”
“Ah, kau mengagetkanku saja.”
“ Lagian siapa suruh ngelamun.”
“ Yee, siapa juga Yang ngelamun, sok tau.” Perlahan, aku tenangkan pikiranku.
“Asri, ayolah. Aku ini temanmu. Masa kau bersikap begitu padaku
“Maaf , pikiranku sedang kacau?”
“Tenanglah, lupakan hari-hari sulit ini. Lupakan semua ksedihan, tangisan. Itu hanya akan semakin menyulitkan kehidupan kita. Tak ada gunanya menyesali yang telah terjadi. However the past remain the past, will never be the future. But, our action in the past shows how our future.

Kata-kata itu menyadarkan aku, aku tersentak, kulihat dia berlalu pergi menjauh dariku, pesan-pesan itu megugah hati. Kuterwang kembali pikran pikiranku ke masa lalu, masa dimana aku mulai memijakkan kaki di sekolah ini, kenanga-kenangan manis putih abu-abu. Kala aku tersudut, terjebak, teremehkan, bahkan dicibir oleh mereka-mereka yang sedikt lupa diri. Kenangan MOS bersama teman-teman, membersihkan pekarangan sekolah dibwah terik, bahkan menikmati hidangan makan siang denagan bekal yang seadanya. Disitulah titik kenikmatan yang luar biasa mulai kurekam. Dimana kebersamaan itu lebih dari segalanya. Saling berbagi walau hanya dengan sepotong ikan asin. Rasanya di sana kemewahan hanya akan menjadi sesuatu yang sangat membosankan. Terkurung dalam ruang mengah namun pengap, terbatasi gerak-gerik karna rasa was-was akan kejahatan. Terkurung sendiri dengan makanan Fast Food  yang lama-lama juga akan basi dengan sendirinya.

Kengan-kenangan itu membiusku semakin hanyut dalam samudra masa lalu, ketika aku ditempatkan di sebuah ruang kelas yang begitu jauh dari targetku, namun aku tetap mensyukurinya. Di sanalah aku memulai interaki dengan kawan baruku, hari pertama duduk di antara mereka membuat aku nyaman. Begitupun hari-hari berikutnya. Semua seolah berlalu begitu cepat. Jarum jam seolah berlari menembus masa. Tak terasa enam bulan berlalu begitu cepat saat-saat penantianku akhirnya tiba, prosesi pembagian rapor yng begitu aku nanti-nanti. Ibuku yang sejak pagi tadi telah bersiap-siap untuk kesekolahku berangkat dengan hati gelisah.

“ Ya Allah, bahagiakanlah ibu hamba, jangang pernah engkau biarkan raut wjahnya bersedih hari ini”.

Aku menunggunya kembali dengan membawa berita gembira, mondar-mandir langkahku kesana–kemari. Sesekali kubuka perlahn tirai jendelaku, berharap Dia telah kembali. Lama kutunggu ,namun akhirnya Ibu kembali dengan wajah gembira. Kurangkul tubuhnya dan kukecup kedua pipinya.Ibuku terharu, bagaimana tidak bertahun –tahun aku menempuh pendidikan selalu saja aku tersudutkan oleh perlakuan diskriminatif . hanya karena aku terlahir dari keluarga yang tidak mampu, mereka berlaku keji padaku. Sekeras apapun usahaku menjadi yang terbaik, semau hanya akan sia-sia. Kusadri betul memang aku adalah bagian dari ketidak sempurnaan hidup mereka. Karena penilaian manusia hanya mengacu pada kapasitas fisik semata,. Dan mungkin aku bukan termasuk kiriteria yang mereka cari.

Namun ku akui atau tidak, aku merasa belum puas dengan apa yang telah aku capai. Bagaiamana tidak, orang-orang disekitarku memandang aku dengan sebelah mata. Pencapaiaku itu hanya karena kawan-kawan ku memiliki IQ yang berada dibawah rata-rata. Aku jatuh, tersungkur dalam lubang ketidak berdayaan. Aku ingin lebih, semangatku mengebu. Kubulatkan tekat untuk menjadi lebih baik. Bagaimanapun Today should be better than yesterday. And should be better tomorrow  than today. salah satu prinsip hidup yang aku pegang hingga saat ini.  Satu hal yang ku sesali adalah ternyata harapanku pupus sudah, aku tak mampu untuk lebih membahagiakan Ibuku . karna tak lam setelah itu Ibu Menghembuskan nafas terakhirnya.

Hari-hari berlalu bitu saja, tak yang berarti lagi, semua yang telah aku capai dengan susuah apayah hanya akan jadi angin lalu, tak ada lagi senyum bahagia ibu, tak ada lagi senyum kebanggaan dari Ibu. Semua hanya akan tersa hampa. Tak tau lagi semua pencapaian ini untuk siapa.

Pencapaian yang ku raih dengan susah payah akhirnya membuat aku semakin kecewa. Bayangan kata Putu Wijaya Terngiang-ngiang di kepalaku “ Kemenangan melahirkan musuh,  kau akan masuk dalam lingkaran kecemburuan. Disekitarmu bergetar rasa iri. Kau senyum dianggap mengejek, bila tertawa dikira sombong, bahkan bila diam dicap angkuh, tetapi mengatakan kalah disaat menangpun guna menjaga perasaan orang lain pasti dianggap munafik. Wahasil kemenangan adalah kekalahan yang keji”. Begitula aku kini, masa-masa sulit ini ku lalui sendiri. Hatiku kini menjadi semakin beku tak kala orang-orang dismpingku mencibirku dengan halus namun menusuk, menuduhku dengan pikiran-pikiran picik yang begitu ngeri. Aku terlunta-luna mencari pengamanan hati. Kutabahkan hatiku hanya demi beberapa bulan lagi.

Walau dunia terlihat semakin tidak menarik lagi, kukubur dalam-dalam perasaan kecewaku ini, aku tidak ingin membuat orang –orang di sekitarku kecewa. Kubiarkan kata-kata mereka hanya menjadi angin lalu belaka. Menembus masuk begitiu saja dari telinga kiri dan keluar dari telinga kanan tanpa ada Filter.

Bell berbunyi, dan kini aku harus berjalan di kenyataanku lagi.

Mengapa Obama Bisa Menang?

Presiden Barack Obama terpilih kembali untuk masa jabatan kedua dalam pemilihan yang sangat ketat melawan penantangnya dari Partai Republik, Mitt Romney. Kemenangan Presiden Barack Obama memicu reaksi cepat dan bersemangat.

Di seluruh Amerika, pendukung Obama bersorak. Para pendukung Mitt Romney bertanya-tanya mengapa Partai Republik gagal mencapai Gedung Putih.

Dalam pidato kemenangannya, Presiden Obama berjanji untuk bekerja sama dengan Kongres guna mengatasi berbagai masalah yang dihadapi negara.

“Dan, dalam beberapa minggu dan beberapa bulan mendatang saya akan menjangkau dan bekerja dengan para pemimpin kedua partai untuk menghadapi tantangan yang hanya bisa kita pecahkan bersama. Defisit kita mengubah peraturan pajak kita. Banyak yang harus diselesaikan,” ungkap Obama dalam pidatonya.

Romney mengatakan, kini saatnya untuk mengesampingkan politik partisan dan bekerja sama untuk kebaikan negara.

“Ini adalah waktu yang penuh tantangan untuk Amerika, dan saya berdoa Presiden Obama akan sukses dalam memimpin negara kita,” ucap Romney dalam pidato menerima kekalahannya.

Allan Lichtman adalah profesor ilmu politik di American University di Washington. Ia mengatakan, "Bukan kampanye pemilu yang memutuskan hasil pemilu, tetapi cara pemerintahan. Dan tidak hanya masalah ekonomi, tetapi banyak faktor lainnya yang menentukan."

Lichtman mengatakan, Partai Republik perlu memperluas jaringan pendukungnya. "Partai Republik tidak akan bertahan kecuali mereka menemukan jalan keluar, tetapi sangat sulit bagi mereka untuk menarik kaum minoritas dan perempuan, mengingat sikap mereka terhadap aborsi, imigrasi, dan hak-hak sipil. Inilah tugas sulit bagi Partai Republik," lanjut Lichtman.

Presiden Obama akan kembali menghadapi Kongres yang terpecah. Partai Demokrat masih mengontrol Senat, sementara Partai Republik tetap menguasai DPR.

Para analis mengatakan, para pendukung Obama mengetahui bahwa pesta kemenangan ini bisa berlangsung singkat, kecuali jika ia dan para pembuat kebijakan mendapatkan landasan bersama untuk memecahkan masalah bangsa yang mendesak. 


Mengapa Obama Menang ?
  1. Tumbuhnya optimisme dalam kebangkitan ekonomi Amerika dan banyaknya pemilih yang datang ke TPS-TPS membuka jalan bagi kemenangan Obama. 
  2. Ekonomi menjadi masalah utama bagi hampir 60 persen pemilih yang disurvei saat mereka meninggalkan tempat pemungutan suara. Para analis mengatakan, ekonomi yang membaik memperkuat dukungan bagi Presiden Obama di negara bagian kunci Ohio, di mana ia berhasil mencegah runtuhnya industri otomotif Amerika dan menyelamatkan lapangan kerja.
  3. Kesenjangan gender, Obama memenangi pemilih perempuan, sementara mayoritas laki-laki memilih Romney. 
  4. Presiden Obama juga mendapatkan banyak suara dari kelompok minoritas, terutama kaum Hispanik, yang memberikan dukungan terbesar untuk Partai Demokrat sejak tahun 1996.
Sumber : VOAINDONESIA
Editor: Safrizal 

[Sastra] Ini Negeri; Kepada Korupsi Yang Mengakar di Bumi Kami

INI NEGERI ;
kepada Korupsi yang mengakar di bumi kami

By ASRIATUN*


Ini negeri
Bukan kardus kosong tanpa arti
Ini negeri
Bukan sampah yang berceceran dan seenaknya di ludahi
Ini negeri
Di dalamnya tersimpan banyak misteri
Mulai dari kelaparan, kerakusan, hingga harga diri
Ini negeri
Yang telah merdeka  dari penjarah-penjarah tak berhati

Ini negeri
Yang tercaci oleh para petinggi negeri
Jubah suci hanya bagian dari pemalsuan jati diri
Memaksa yang lemah untuk diam
Sementara yang lain berkoar-koar
Ini negeri
Hukumnya bisa debeli?

Ini negeri
Bukan ajang memperkaya diri
Semua ini milik kami
Jangan dicap sebagai milik pribadi
Kami mencari kerja untuk sesuap nasi
Tapi para pemilik kursi merampas di sana-sini

Ini negeri
Jangan jadikan hukum sebagai ilusi
Ini negeri
Hidup mati kami disini


ASRIATUN (Mahasiswi Ilmu Politik Unimal Angkatan 2012)
Aceh, 1 November 2011

Tiga Paket Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UNIMAL 2012-2013

HIMIPOL UNIMAL - Mahasiswa/i Universitas Malikussaleh (UNIMAL) dalam bulan November ini akan melakukan Pemilihan Raya (Pemira) untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk periode 2012-2013 yang rencananya Pemira BEM Unimal  akan berlangsung pada tanggal 14 November 2012 .

Dalam pemilihan ini mahasiswa/i di lingkungan Kampus Unimal baik dari Fakultas ISIP, Teknik, Pertanian, Ekonomi, Hukum maupun dari Fakultas Kedoktoran yang kurang lebih mencapai 7000 mahasiswa/i akan memberikan hak suaranya pada hari PEMIRA BEM Unimal untuk menentukan pilihan hatinya demi kemajuan dan daya saing Unimal yang lebih baik, baik itu ditingkat Nasional maupun tingkat Internasional.

Adapun calon ketua dan wakil ketua BEM Unimal terdiri dari tiga paket yaitu :

Paket A
  1. Firdaus Noezula dari Fakultas Teknik sebagai Ketua
  2. Muzakir dari Fakultas Pertanian sebagai Wakil Ketua

Paket B
  1. Yusrizal dari Fakultas  Ekonomi sebagai Ketua
  2. Mulya dari  Fakultas Kedokteran sebagai Wakil Ketua
Paket C
  1. Zulfikar dari Fakultas Pertanian sebagai Ketua
  2. Bisma Yadhi Putra dari Fakultas ISIP sebagai Wakil Ketua
[Safrizal]

Visi Misi dan Proker Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Unimal Paket A

VISI MISI, DAN PROGRAM KERJA 
CALON KETUA DAN WAKIL KETUA BEM (BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA)
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH 2012-2013 
 
 
FIRDAUS NOEZULA – MUZAKKIR (FiKir)

BIJAKSANA – PEDULI – BERSAHAJA
“Bersatu, BerFiKir, Bersama-sama Mencapai Keseimbangan”


VISI
  • Terwujudnya hubungan yang Sinergis dan Konstruktif antar Civitas Akademika di Universitas Malikussaleh 
  • Terbentuknya Mahasiswa Unimal yang Kreatif, Kritis-Solutif, dan Responsif
MISI
  1. Membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh Civitas Akademika Universitas Malikussaleh dengan tetap berprinsip pada Indepedensi mahasiswa
  2. Memberikan ide-ide yang konstruktif terhadap kemajuan Universitas Malikussaleh masa kini dan masa mendatang
  3. Konsolidasi Internal secara Komprehensif antar Ormawa (HMJ, BEM-F, DPM-F, UKM, DPM-UM, dan MPM-UM) di lingkungan Universitas Malikussaleh
  4. Menjadikan BEM Universitas Malikussaleh sebagai lembaga Representatif dan Aspiratif bagi seluruh Mahasswa/I di Universitas Malikussaleh
  5. Memberi pemahaman kepada mahasiswa/I untuk peka terhadap isu-isu sosial (Internal & Eksternal) kampus
  6. Membuat program kerja yang mampu meningkatkan Kapasitas mahasiswa/i Universitas Malikussaleh
  7. Menerapkan 3S, Senyum, Sapa dan Salam
PROGRAM KERJA :
Jangka Pendek
  1. Melakukan pelatihan Upgrading (Peningkatan kapasitas dan pengetahuan ilmiah) terhadap mahasiswa/i Universitas Malikussaleh
  2. Meningkatkan kerjasama dan Melakukan Konsolidasi dengan seluruh Ormawa Internal di Universitas Malikussaleh
  3. Menyarankan pembahasan dan penyesuaian terhadap AD/ART Ormawa Universitas Malikussaleh
  4. Menyampaikan dan Melakukan Advokasi terhadap permasalahan Mahasiswa, seperti :
    • Evaluasi peningkatan sarana dan prasarana Pasca kenaikan SPP 2011
    • Transparansi dan penyaluran Beasiswa tepat sasaran
    • Tersedianya buku-buku up to date di perpustakaan Unimal
    • Proses pembuatan KTM yang cenderung membutuhkan waktu yang lama
    • Peningkatan kualitas Jas Almamater
 
Jangka Panjang
  1. Melakukan Bakti Sosial di masyarakat sebagai wujud aplikasi dari Amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi
  2. Melaksanakan Diskusi panel terhadap isu-isu sosial
  3. Berpartisipasi dalam perayaan hari-hari besar islam dan hari besar nasional
  4. Mengupayakan terlaksananya Dies Natalies Universitas Malikussaleh
  5. Membentuk Forum Alumni Universitas Malikussaleh
  6. Mengadakan Pekan Kreatifitas Mahasiswa Unimal
  7. Mengadakan Pekan Olahraga Mahasiswa Unimal
  8. Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kreatifitas, minat dan bakat mahasiswa/i Universitas Malikussaleh

Editor: Safrizal

Bila Ke Aceh Jangan Lupa Ucapkan “Pue Haba”

ACEH merupakan daerah yang memiliki kewenangan khusus di Indonesia untuk mengatur pemerintahan sendiri bersadarkan Undang-Undang Dasar Negara Nepublik Indonesia tahun 1945 yang di tetapkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA). Posisi Aceh yang penuh dengan keindahan panorama alam yang diapit oleh bukit barisan ditengah-tengahnya dan dikelilingi laut Samudra Hindia di sebelah barat dan laut Selat Malaka di sebelah timur, Aceh memiliki berbagai adat dan budaya, berbagai bahasa daerah, berbagai ras, dan juga menghormati kepercayaan menurut  agama masing-masing.

Kini Aceh mulai bangkit dari keterpurukan masa konflik dan tsunami yang sempat menjadi musibah dan penderitaan rakyat Aceh yang sangat mendalam, dari sisi pembangunan baik jalan, gedung sekolah, perkantoran, maupun tempat pariwisata terus ditingkatkan pemerintah yang dibantu oleh negara-negara internasional dan didukung oleh Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh.

Selama ini pemerintah pusat bersama rakyat Aceh terus membangun konsep kepercayaan bersama untuk menuju Aceh yang sejahtera, makmur, damai, demokratis dan berkelanjutan dalam  pembangunanan  dan perdamaian Aceh yang abadi.

Rakyat Aceh menerima tamu siapa saja yang datang ke Aceh baik investor dalam maupun luar negeri, para wisatawan, para penelitian, kunjungan kerja dan lain-lain sebagainya sejauh tidak bertentangan dengan Agama dan norma-norma adat dan budaya orang Aceh serta peraturan yang berlaku. Karena manyoritas masyarakat Aceh adalah penduduk muslim dan masyarakat Aceh sangat menghargai tamu baik dalam negeri maupun luar negeri, baik itu muslim maupun non-muslim apalagi di ucapkan Pue Haba (apa kabar), Pue Haba merupakan bentuk sapaan orang Aceh kepada saudaranya yang terlebih dahulu di awali dengan kata Assalamu’alaikum Warahmatullahhi Wabarakatuh (sapaan dalam agama Islam-red), namun bila anda non-muslim jika bertemu dengan orang Aceh cukup mengucapkan “Pue Haba” dan jawabannya pasti “Haba Goet” (kabar baik). [Safrizal]