Mekanisme Pencoblosan dan Syarat Memilih Calon BEM Unimal 2012
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Jumat, 09 November 2012
KOMISI PEMILIHAN RAYA (KPR)
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
2012
MEKANISME PENCOBLOSAN
CALON KETUA & WAKIL KETUA BEM UNIMAL
Kriteria Suara Sah/Tidak Sah
- Suara pada surat suara pemilihan raya calon Ketua dan Calon Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unimal periode 2012, dinyatakan sah bila;
- Surat suara berstempel KPR BEM-UNIMAL
- Surat suara berwarna putih hitam
- Surat suara tidak rusak
- Tanda coblos hanya terdapat pada satu kolom yang memuat satu pasanga calon, atau
- Tanda coblos hanya terdapat pada satu kolom yang memuat nomor, foto, dan nama pasangan calon ketua dan calon wakil ketua yang telah ditentukan oleh KRP; atau
- Tanda coblos lebih dari satu, tetapi masih dalam satu kolom yang memuat nomor, foto, dan nama pasangan calon; atau
- Tanda coblos terdapat pada salah satu kolom yang memuat nomor, foto, dan nama pasangan calon,
- Tidak terdapat tulisan atau catatan di dalam surat suara.
- Apabila pemberian suara pemilihan Raya Calon Ketua dan Calon Wakil Ketua BEM UNIMAL tidak sesuai dengan criteria di atas, maka suaraya dinyatakan tidak sah.
Syarat
memilih:
- Pemilih membawa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) atau Kartu Rencana Studi (KRS) pada pemungutan suara,
- Pemilih tidak di bolehkan memilih apabila tidak membawa KTM atau KRS
Waktu
Memilih
Hari :
Rabu
Tanggal : 14 November 2012
Pukul : 10.00 wib s/d selesai
Tempat :
- Reuleut (Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian)
- Bukit Indah (Fakultas ISIP, Ekonomi dan Fakultas Hukum)
- GOR AAC (Fakultas Kedoktoran)
Catatan:
Perhitungan
suara dilaksanakan pada pukul 19.30 wib s/d selesai
Editor: Safrizal
[Cerpen] Kenangan
Posted by HIMIPOL UNIMAL on
KENANGAN
By Asriatun*
[Mahasiswi Ilmu Politik Unimal Angkatan 2012]
Rintik-rintik berjatuhan, disertai
kilatan. Tampak samar ku lihat bayangan pohon dari balik koseng jendelaku.
Angin perlahan menggoyangkan dedaunan. Mengibas-ngibas dinginnya kegelapan
malam. Bulan bersembunyi di balik tumpukan awan hitam. Seolah malu menatapku.
“Ah, apa-apaan ini, apa yang di
pikirkan langit. Kenapa tiba-tiba hujan, bukanya tadi langit tampak baik-baik
saja” Muncul spekulasi dan berbagai opini membucah dan berdesakan dalam sel-sel
otak ku.
“Apa mungkin langit merasakan hal
yang sama”. Yah, itu mungkin. Apa langit mewakili perasaanku yang sedang
dalam duka. Apa-apaan dunia ini begitu tega melihat aku terlunta-lunta dalam
kesedihan. Belum cukup kebahagian ku sendiri yang aku korbankan demi mereka.
Belum cukup puas?.
“Itu langit. Ya, langit yang sedang
menangis, tepatnya nangis darah”. Membanting pintu kamar . ku rebahkan tubuhku
yang kaku ke tilam yang agak lusuh . Memikir dan menimang-nimang jalan
pikiranku yang terlalu kaku dan kusut. Seperti kumpulan benang-benang yang tak
lagi dapat dipisahkan antara pangkal dan ujungnya. “Apalagi ini?, belum cukup
manusia-manusia busuk itu mendapatkan apa yang sebenarnya menjadi milikku?”,
pertanyaan itu hadir perlahan, satu persatu bejajar rapi di anganku.berharap mendapatkan
jawaban yang pasti. Aku terpaku menatap langit. Menyeringai sediri dalam hati.
Mencoba menelisik secara lebih menyeluruh gambaran muka langit yang pucat.
Sementara yang lain berleha-leha
dengan girangnya. Menikmati setiap hembusan nafas mereka dengan senyum bahagia,
ah, mungkin juga palsu. Jaman sekarang sulit menemukan sesuatu yang masih original.
Sedikit sekali bahkan yang mengagung-agungkan kejujuran. Semua tak ada yang
tampak bebeda dari mereka. Imitasi semua. Senyum, sabar, tawa, marah. Tak
tampak jelas lagi. Aku memilih bersandar di teras rumah, rintik-rintik itu
menyentuh lembut permukaan kulitku. Kibiarkan mereka membelai lembut
kulit-kulit yang kusam karna terik yang membakar siang tadi. Bau tanah
menyeruak menembus penciumanku, “Bau ini, bau yang selalu kurindu”. Kubiarkan
bau ini berjalan menembus hidungku dan mengalir bersama aliran darahku.
Memenuhi tubuhku yang mualai basah karna hujan.
Ku sadari tubuh ini mulai menggigil,
aku bangkit dan berjalan perlahan ke dalam kamar. Tampak di sudut kamar
sebuah cermin kecil. Kupandangi perlahan.
“kau
sedang pikir apa?”
“Loh,
kok ?” melotot. Otot-otot mata sedikit menegang.
“Jangn
terkejut, tenanglah !. ini aku?”
“kamu,
aku?”
“Laiya,
aku ini kamu”
Aku melihat diriku dalam cermin, dia
persis seperti aku rambut, mata , hidung, dan semunya. Ini benar-benr
aneh. Tiba-tiba kilat menyambar perlahan, gambarku pecah dan bayangan ku
menghilang perlahan, aku tersadar dalam lamunku. Dan kulihat hujan belum juga
reda.
“Hujan?” desis ku perlahan memecah
keheningan.
Hujan kini mengingatka ku tentang
hari-hari terakhir sekolah, perlahan rasanya waktu berlalu begitu cepat,
merangkul-rangkul usia ku yang semkin dewasa. Saat-saat bersama mereka ,
berbagi canda, tawa, tangis, bahagia, marah kesal semua rasa bercampur menjadi
satu memenuhi memori otakku yang akhir-akhir ini terlalu sibuk memikirkan
tugas-tugas. Aku bangkit menghapiri hape yang ku letakkan di atas meja,
perlahan aku membukanya. Dan yang pertama ingin kulihat adalah wajah-wajah
polos teman-temanku. Sedikit geli rasanya ketika aku melihat satu persatu
lembaran foto mereka. Gaya-gaya aneh mereka mebuat aku tak bisa menahan tawa,
ada-ada saja kekocakan mereka.
Kembali kurebahkan tubuhku perahan,
memejamkan mata berharap esok masih bisa kembali terjaga. Memulai rutinitas
seperti biasa. Perlahan mata mulai menutup menembus dinding waktu dalam
cakrawala mimpi. Keheningan menganga.
***
Perlahan kubuka mata, sayup-sayup kulihat
cahaya menembus celah-celah tirai kamar.“Pagi kembali datang”. Aku bangkit dan
berjalan dalam kegelapn subuh menelusuri setiap sudut ruangan. Kulihat jam
menunjukan pukul 04.57. Ku kuatkan diriku berjalan ke kamar mandi untuk
berwudhu’. Membasuh perlahan setiap anggota wudhu’ ku. Kusujudkan diriku ke
pangkuan Ilahi Rabbi. Menjalani kewjiban ku sebagi insan di bumi . Aku duduk
bersipuh di pangkuanNya. Perlahan Air mata menetes membasahi pipiku. “ Engkau
yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, ampunilah dosa hamba, Jangan biarkan
hamba tersesat begitu jauh, permudahlah segela yang sukar, limpahkanla
kebahagian kepada orang yang hamba cintai dan yang mencintai hamba ya Allah.
Ampunilah Dosa-dosa orang tua hamba ya Allah”. Air mata terus
saja mengalir.
Dalam sujud, keheningan menyeruak
menembus dinding-dinding waktu. Aku hanyut dalam dekapan lembut Sang Khalik,
untuk sesaat. Kubuka kemabli mata perlahan, menerawang jauh ke sudut jendela.
Kulihat fajar mulai semakin bersinar. Bergegas kulangkahkan kaki ke kamar mempersiakan
segala keperluan untuk sekolah
***
Jantungku berdegup kencang, kudengar
seluruh ruang kelas menggema lantunan ayat suci Al-Qur’an.
“Ya Allah, telat hari ini,
jangan-jangan ibu Sri sudah datang lebih dahulu. Bagaimana ini ya Allah”.
Kalimat itu begitu terngiang-ngiang di kepalaku, aliran darahku seolah mengalir
begitu cepat. Menerobos begitu saja keluar tanpa kendali dari serambi
jantungku. Aku tertuduk lesu. Kukuatkan kaki untuk terus berjalan. Bukan karna
Ibu Sri guru yang Kejam, tapi justru keramahan dan kelembutan hatinyalah yang
membuat aku menjadi seperti ini,
Aku tersentak , semua mata tertuju
padaku sekarang. Mereka menertawaiku. “haha, mati lampu ya ?”. aku ternganga,
tak sempat aku menjawab pertanyaan mereka, aku menundukkan kepalaku. “
Masyaallah, kenapa bisa seperti ini, kenapa aku bisa sampai salah memakai
seragam sekolah”. “Apa yang terjadi padaku sebenarnya. Ada apa dengan hari
ini”. Perlahan aku berjalan menghampiri ibu sri yang sedang duduk di atas kursinya.
“ Knapa Nak, kok bisa salah pakai seragam, lagi bnyak pikiran ya makanya gak
konsen ?”. “ Jika di izinkan saya ingin pamit pulang untuk menggati seragam”.
Aku tertunduk malu, malu hati hari ini kepada teman-temanku. “ Iya, gak papa
kok Nak, tapi jangan lupa minta izin piket ya Nak. “Iya Bu, makasi bu”.
***
Aku tertengun, keresapi hari ini
dengan sangat apik. Kubiarkan sel-sel otakku mengunyah segala informasi dengan
baik, sehingga data-data yang dikirim panca indraku dapat diproses secara
sempurna.
“hai, ngelamunin apa hayoo?.”
“Ah,
kau mengagetkanku saja.”
“
Lagian siapa suruh ngelamun.”
“
Yee, siapa juga Yang ngelamun, sok tau.” Perlahan, aku tenangkan pikiranku.
“Asri,
ayolah. Aku ini temanmu. Masa kau bersikap begitu padaku
“Maaf
, pikiranku sedang kacau?”
“Tenanglah,
lupakan hari-hari sulit ini. Lupakan semua ksedihan, tangisan. Itu hanya akan
semakin menyulitkan kehidupan kita. Tak ada gunanya menyesali yang telah
terjadi. However the past remain the past, will never be the future. But,
our action in the past shows how our future.”
Kata-kata itu menyadarkan aku, aku
tersentak, kulihat dia berlalu pergi menjauh dariku, pesan-pesan itu megugah
hati. Kuterwang kembali pikran pikiranku ke masa lalu, masa dimana aku mulai
memijakkan kaki di sekolah ini, kenanga-kenangan manis putih abu-abu. Kala aku
tersudut, terjebak, teremehkan, bahkan dicibir oleh mereka-mereka yang sedikt
lupa diri. Kenangan MOS bersama teman-teman, membersihkan pekarangan sekolah
dibwah terik, bahkan menikmati hidangan makan siang denagan bekal yang
seadanya. Disitulah titik kenikmatan yang luar biasa mulai kurekam. Dimana
kebersamaan itu lebih dari segalanya. Saling berbagi walau hanya dengan
sepotong ikan asin. Rasanya di sana kemewahan hanya akan menjadi sesuatu yang
sangat membosankan. Terkurung dalam ruang mengah namun pengap, terbatasi
gerak-gerik karna rasa was-was akan kejahatan. Terkurung sendiri dengan makanan
Fast Food yang lama-lama juga akan basi dengan sendirinya.
Kengan-kenangan itu membiusku
semakin hanyut dalam samudra masa lalu, ketika aku ditempatkan di sebuah ruang
kelas yang begitu jauh dari targetku, namun aku tetap mensyukurinya. Di sanalah
aku memulai interaki dengan kawan baruku, hari pertama duduk di antara mereka
membuat aku nyaman. Begitupun hari-hari berikutnya. Semua seolah berlalu begitu
cepat. Jarum jam seolah berlari menembus masa. Tak terasa enam bulan berlalu
begitu cepat saat-saat penantianku akhirnya tiba, prosesi pembagian rapor yng
begitu aku nanti-nanti. Ibuku yang sejak pagi tadi telah bersiap-siap untuk
kesekolahku berangkat dengan hati gelisah.
“ Ya Allah, bahagiakanlah ibu hamba,
jangang pernah engkau biarkan raut wjahnya bersedih hari ini”.
Aku menunggunya kembali dengan
membawa berita gembira, mondar-mandir langkahku kesana–kemari. Sesekali kubuka
perlahn tirai jendelaku, berharap Dia telah kembali. Lama kutunggu ,namun
akhirnya Ibu kembali dengan wajah gembira. Kurangkul tubuhnya dan kukecup kedua
pipinya.Ibuku terharu, bagaimana tidak bertahun –tahun aku menempuh pendidikan
selalu saja aku tersudutkan oleh perlakuan diskriminatif . hanya karena aku
terlahir dari keluarga yang tidak mampu, mereka berlaku keji padaku. Sekeras
apapun usahaku menjadi yang terbaik, semau hanya akan sia-sia. Kusadri betul
memang aku adalah bagian dari ketidak sempurnaan hidup mereka. Karena penilaian
manusia hanya mengacu pada kapasitas fisik semata,. Dan mungkin aku bukan
termasuk kiriteria yang mereka cari.
Namun ku akui atau tidak, aku merasa
belum puas dengan apa yang telah aku capai. Bagaiamana tidak, orang-orang
disekitarku memandang aku dengan sebelah mata. Pencapaiaku itu hanya karena
kawan-kawan ku memiliki IQ yang berada dibawah rata-rata. Aku jatuh, tersungkur
dalam lubang ketidak berdayaan. Aku ingin lebih, semangatku mengebu. Kubulatkan
tekat untuk menjadi lebih baik. Bagaimanapun Today should be better than
yesterday. And should be better tomorrow than today. salah satu
prinsip hidup yang aku pegang hingga saat ini. Satu hal yang ku sesali
adalah ternyata harapanku pupus sudah, aku tak mampu untuk lebih membahagiakan
Ibuku . karna tak lam setelah itu Ibu Menghembuskan nafas terakhirnya.
Hari-hari berlalu bitu saja, tak
yang berarti lagi, semua yang telah aku capai dengan susuah apayah hanya akan
jadi angin lalu, tak ada lagi senyum bahagia ibu, tak ada lagi senyum
kebanggaan dari Ibu. Semua hanya akan tersa hampa. Tak tau lagi semua
pencapaian ini untuk siapa.
Pencapaian yang ku raih dengan susah
payah akhirnya membuat aku semakin kecewa. Bayangan kata Putu Wijaya
Terngiang-ngiang di kepalaku “ Kemenangan melahirkan musuh, kau akan
masuk dalam lingkaran kecemburuan. Disekitarmu bergetar rasa iri. Kau senyum
dianggap mengejek, bila tertawa dikira sombong, bahkan bila diam dicap angkuh,
tetapi mengatakan kalah disaat menangpun guna menjaga perasaan orang lain pasti
dianggap munafik. Wahasil kemenangan adalah kekalahan yang keji”. Begitula aku
kini, masa-masa sulit ini ku lalui sendiri. Hatiku kini menjadi semakin beku
tak kala orang-orang dismpingku mencibirku dengan halus namun menusuk,
menuduhku dengan pikiran-pikiran picik yang begitu ngeri. Aku terlunta-luna
mencari pengamanan hati. Kutabahkan hatiku hanya demi beberapa bulan lagi.
Walau dunia terlihat semakin tidak
menarik lagi, kukubur dalam-dalam perasaan kecewaku ini, aku tidak ingin
membuat orang –orang di sekitarku kecewa. Kubiarkan kata-kata mereka hanya
menjadi angin lalu belaka. Menembus masuk begitiu saja dari telinga kiri dan
keluar dari telinga kanan tanpa ada Filter.
Bell berbunyi, dan kini aku harus
berjalan di kenyataanku lagi.
Mengapa Obama Bisa Menang?
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Rabu, 07 November 2012
Di seluruh Amerika, pendukung Obama bersorak. Para pendukung Mitt Romney bertanya-tanya mengapa Partai Republik gagal mencapai Gedung Putih.
Dalam pidato kemenangannya, Presiden Obama berjanji untuk bekerja sama dengan Kongres guna mengatasi berbagai masalah yang dihadapi negara.
“Dan, dalam beberapa minggu dan beberapa bulan mendatang saya akan menjangkau dan bekerja dengan para pemimpin kedua partai untuk menghadapi tantangan yang hanya bisa kita pecahkan bersama. Defisit kita mengubah peraturan pajak kita. Banyak yang harus diselesaikan,” ungkap Obama dalam pidatonya.
Romney mengatakan, kini saatnya untuk mengesampingkan politik partisan dan bekerja sama untuk kebaikan negara.
“Ini adalah waktu yang penuh tantangan untuk Amerika, dan saya berdoa Presiden Obama akan sukses dalam memimpin negara kita,” ucap Romney dalam pidato menerima kekalahannya.
Allan Lichtman adalah profesor ilmu politik di American University di Washington. Ia mengatakan, "Bukan kampanye pemilu yang memutuskan hasil pemilu, tetapi cara pemerintahan. Dan tidak hanya masalah ekonomi, tetapi banyak faktor lainnya yang menentukan."
Lichtman mengatakan, Partai Republik perlu memperluas jaringan pendukungnya. "Partai Republik tidak akan bertahan kecuali mereka menemukan jalan keluar, tetapi sangat sulit bagi mereka untuk menarik kaum minoritas dan perempuan, mengingat sikap mereka terhadap aborsi, imigrasi, dan hak-hak sipil. Inilah tugas sulit bagi Partai Republik," lanjut Lichtman.
Presiden Obama akan kembali menghadapi Kongres yang terpecah. Partai Demokrat masih mengontrol Senat, sementara Partai Republik tetap menguasai DPR.
Para analis mengatakan, para pendukung Obama mengetahui bahwa pesta kemenangan ini bisa berlangsung singkat, kecuali jika ia dan para pembuat kebijakan mendapatkan landasan bersama untuk memecahkan masalah bangsa yang mendesak.
Mengapa Obama Menang ?
- Tumbuhnya optimisme dalam kebangkitan ekonomi Amerika dan banyaknya pemilih yang datang ke TPS-TPS membuka jalan bagi kemenangan Obama.
- Ekonomi menjadi masalah utama bagi hampir 60 persen pemilih yang disurvei saat mereka meninggalkan tempat pemungutan suara. Para analis mengatakan, ekonomi yang membaik memperkuat dukungan bagi Presiden Obama di negara bagian kunci Ohio, di mana ia berhasil mencegah runtuhnya industri otomotif Amerika dan menyelamatkan lapangan kerja.
- Kesenjangan gender, Obama memenangi pemilih perempuan, sementara mayoritas laki-laki memilih Romney.
- Presiden Obama juga mendapatkan banyak suara dari kelompok minoritas, terutama kaum Hispanik, yang memberikan dukungan terbesar untuk Partai Demokrat sejak tahun 1996.
Sumber : VOAINDONESIA
Editor: Safrizal
[Sastra] Ini Negeri; Kepada Korupsi Yang Mengakar di Bumi Kami
Posted by HIMIPOL UNIMAL on
INI NEGERI
;
kepada
Korupsi yang mengakar di bumi kami
By ASRIATUN*
Ini negeri
Bukan kardus kosong tanpa arti
Ini negeri
Bukan sampah yang berceceran dan
seenaknya di ludahi
Ini negeri
Di dalamnya tersimpan banyak misteri
Mulai dari kelaparan, kerakusan,
hingga harga diri
Ini negeri
Yang telah merdeka dari
penjarah-penjarah tak berhati
Ini negeri
Yang tercaci oleh para petinggi
negeri
Jubah suci hanya bagian dari
pemalsuan jati diri
Memaksa yang lemah untuk diam
Sementara yang lain berkoar-koar
Ini negeri
Hukumnya bisa debeli?
Ini negeri
Bukan ajang memperkaya diri
Semua ini milik kami
Jangan dicap sebagai milik pribadi
Kami mencari kerja untuk sesuap nasi
Tapi para pemilik kursi merampas di
sana-sini
Ini negeri
Jangan jadikan hukum sebagai ilusi
Ini negeri
Hidup mati kami disini
ASRIATUN (Mahasiswi Ilmu Politik Unimal Angkatan 2012)
Aceh, 1 November 2011
Tiga Paket Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM UNIMAL 2012-2013
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Sabtu, 03 November 2012
HIMIPOL UNIMAL - Mahasiswa/i Universitas
Malikussaleh (UNIMAL) dalam bulan November ini akan melakukan Pemilihan Raya (Pemira) untuk memilih Ketua dan Wakil Ketua
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk periode 2012-2013 yang rencananya Pemira BEM Unimal akan
berlangsung pada tanggal 14 November 2012 .
Dalam pemilihan ini mahasiswa/i di lingkungan Kampus Unimal baik dari Fakultas ISIP, Teknik, Pertanian, Ekonomi, Hukum maupun dari Fakultas Kedoktoran yang kurang lebih mencapai 7000 mahasiswa/i akan memberikan hak suaranya pada hari PEMIRA BEM Unimal untuk menentukan pilihan hatinya demi kemajuan dan daya saing Unimal yang lebih baik, baik itu ditingkat Nasional maupun tingkat Internasional.
Dalam pemilihan ini mahasiswa/i di lingkungan Kampus Unimal baik dari Fakultas ISIP, Teknik, Pertanian, Ekonomi, Hukum maupun dari Fakultas Kedoktoran yang kurang lebih mencapai 7000 mahasiswa/i akan memberikan hak suaranya pada hari PEMIRA BEM Unimal untuk menentukan pilihan hatinya demi kemajuan dan daya saing Unimal yang lebih baik, baik itu ditingkat Nasional maupun tingkat Internasional.
Adapun calon ketua dan wakil
ketua BEM Unimal terdiri dari tiga paket yaitu :
Paket A
- Firdaus Noezula dari Fakultas Teknik sebagai Ketua
- Muzakir dari Fakultas Pertanian sebagai Wakil Ketua
Paket B
- Yusrizal dari Fakultas Ekonomi sebagai Ketua
- Mulya dari Fakultas Kedokteran sebagai Wakil Ketua
Paket C
- Zulfikar dari Fakultas Pertanian sebagai Ketua
- Bisma Yadhi Putra dari Fakultas ISIP sebagai Wakil Ketua
[Safrizal]
Visi Misi dan Proker Calon Ketua dan Wakil Ketua BEM Unimal Paket A
Posted by HIMIPOL UNIMAL on
VISI MISI, DAN PROGRAM KERJA
CALON KETUA DAN WAKIL KETUA BEM (BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA)
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH 2012-2013
CALON KETUA DAN WAKIL KETUA BEM (BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA)
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH 2012-2013
FIRDAUS NOEZULA – MUZAKKIR (FiKir)
BIJAKSANA – PEDULI – BERSAHAJA
“Bersatu, BerFiKir, Bersama-sama Mencapai Keseimbangan”
VISI
- Terwujudnya hubungan yang Sinergis dan Konstruktif antar Civitas Akademika di Universitas Malikussaleh
- Terbentuknya Mahasiswa Unimal yang Kreatif, Kritis-Solutif, dan Responsif
MISI
- Membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh Civitas Akademika Universitas Malikussaleh dengan tetap berprinsip pada Indepedensi mahasiswa
- Memberikan ide-ide yang konstruktif terhadap kemajuan Universitas Malikussaleh masa kini dan masa mendatang
- Konsolidasi Internal secara Komprehensif antar Ormawa (HMJ, BEM-F, DPM-F, UKM, DPM-UM, dan MPM-UM) di lingkungan Universitas Malikussaleh
- Menjadikan BEM Universitas Malikussaleh sebagai lembaga Representatif dan Aspiratif bagi seluruh Mahasswa/I di Universitas Malikussaleh
- Memberi pemahaman kepada mahasiswa/I untuk peka terhadap isu-isu sosial (Internal & Eksternal) kampus
- Membuat program kerja yang mampu meningkatkan Kapasitas mahasiswa/i Universitas Malikussaleh
- Menerapkan 3S, Senyum, Sapa dan Salam
PROGRAM KERJA :
Jangka Pendek
- Melakukan pelatihan Upgrading (Peningkatan kapasitas dan pengetahuan ilmiah) terhadap mahasiswa/i Universitas Malikussaleh
- Meningkatkan kerjasama dan Melakukan Konsolidasi dengan seluruh Ormawa Internal di Universitas Malikussaleh
- Menyarankan pembahasan dan penyesuaian terhadap AD/ART Ormawa Universitas Malikussaleh
- Menyampaikan dan Melakukan Advokasi terhadap permasalahan Mahasiswa, seperti :
- Evaluasi peningkatan sarana dan prasarana Pasca kenaikan SPP 2011
- Transparansi dan penyaluran Beasiswa tepat sasaran
- Tersedianya buku-buku up to date di perpustakaan Unimal
- Proses pembuatan KTM yang cenderung membutuhkan waktu yang lama
- Peningkatan kualitas Jas Almamater
Jangka Panjang
- Melakukan Bakti Sosial di masyarakat sebagai wujud aplikasi dari Amanah Tri Dharma Perguruan Tinggi
- Melaksanakan Diskusi panel terhadap isu-isu sosial
- Berpartisipasi dalam perayaan hari-hari besar islam dan hari besar nasional
- Mengupayakan terlaksananya Dies Natalies Universitas Malikussaleh
- Membentuk Forum Alumni Universitas Malikussaleh
- Mengadakan Pekan Kreatifitas Mahasiswa Unimal
- Mengadakan Pekan Olahraga Mahasiswa Unimal
- Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kreatifitas, minat dan bakat mahasiswa/i Universitas Malikussaleh
Editor: Safrizal
Bila Ke Aceh Jangan Lupa Ucapkan “Pue Haba”
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Jumat, 02 November 2012
ACEH merupakan daerah yang memiliki kewenangan khusus di
Indonesia untuk mengatur pemerintahan sendiri bersadarkan Undang-Undang Dasar Negara
Nepublik Indonesia tahun 1945 yang di tetapkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA). Posisi Aceh yang penuh dengan keindahan
panorama alam yang diapit oleh bukit barisan ditengah-tengahnya dan dikelilingi
laut Samudra Hindia di sebelah barat dan laut Selat
Malaka di sebelah timur, Aceh memiliki berbagai adat dan budaya, berbagai
bahasa daerah, berbagai ras, dan juga menghormati kepercayaan menurut agama masing-masing.
Kini Aceh mulai bangkit dari keterpurukan masa konflik dan
tsunami yang sempat menjadi musibah dan penderitaan rakyat Aceh yang sangat
mendalam, dari sisi pembangunan baik jalan, gedung sekolah, perkantoran, maupun
tempat pariwisata terus ditingkatkan pemerintah yang dibantu oleh negara-negara
internasional dan didukung oleh Pemerintah Aceh dan masyarakat Aceh.
Selama ini pemerintah pusat bersama rakyat Aceh terus
membangun konsep kepercayaan bersama untuk menuju Aceh yang sejahtera, makmur,
damai, demokratis dan berkelanjutan dalam
pembangunanan dan perdamaian Aceh
yang abadi.
Rakyat Aceh menerima tamu siapa saja yang datang ke Aceh
baik investor dalam maupun luar negeri, para wisatawan, para penelitian,
kunjungan kerja dan lain-lain sebagainya sejauh tidak bertentangan dengan Agama
dan norma-norma adat dan budaya orang Aceh serta peraturan yang berlaku. Karena
manyoritas masyarakat Aceh adalah penduduk muslim dan masyarakat Aceh
sangat menghargai tamu baik dalam negeri maupun luar negeri, baik itu muslim
maupun non-muslim apalagi di ucapkan Pue
Haba (apa kabar), Pue Haba merupakan bentuk
sapaan orang Aceh kepada saudaranya yang terlebih dahulu di awali dengan kata Assalamu’alaikum Warahmatullahhi Wabarakatuh
(sapaan dalam agama Islam-red), namun bila anda non-muslim jika bertemu dengan
orang Aceh cukup mengucapkan “Pue Haba”
dan jawabannya pasti “Haba Goet”
(kabar baik). [Safrizal]












![OSPEK TAHUN AKADEMIK 2011-2012 Calon Mahasiswa yang telah mendaftarkan diri di Universitas Malikussaleh [Unimal], mengikuti Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus [OSPEK] yang di laksanakan di kampus induk Unimal Reuleut Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara. Selasa [6/9/2011]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW1RDuS47ce5YG1zeoA2_Hw6MxdIuJM0-KUxMM5xFb_wSdFHIjRd3Na9KY2sYwbmWA9NckRcryJrhoes4Y7T5Ytt6HLMD2lFNlnlAa6G1IbLWnKFxVezJFft111ygPkDtzWPL9MV81iuw/s640/Ospek+Tahun+Akademik+2011-2012.jpg)







