Kejadian 5 Mei
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Jumat, 04 Mei 2012
Karl Marx Lahir
Tanggal 5 Mei tahun 1818, Karl Marx, filsuf Jerman pendiri aliran Marxisme, terlahir ke dunia. Marx menuntut ilmu di Universitas Berlin dengan mendalami bidang sejarah dan filsafat. Ketika kuliah itulah ia berkenalan dengan kelompok anti agama dan anti otokrasi pendukung pandangan filsuf Jerman, Hegel. Setelah meraih gelar doktor, ia diundang oleh kelompok politik oposisi beraliran Hegel untuk menjadi penulis utama di koran mereka. Marx kemudian menulis artikel-artikel yang menentang pemerintah dan mendapat sambutan luas dari masyarakat. Akibatnya, koran tersebut ditekan oleh pemerintah dan Marx pun mengundurkan diri. Pada tahun 1843, Marx menikahi Jenny von Westphalen dan kemudian mereka pindah ke Paris.
Di Paris, Marx mempelajari ekonomi politik dan sejarah revolusi Perancis. Di Perancislah Marx memulai kritiknya terhadap agama dan membangun konsep komunismenya. Pada tahun 1844, Friedrich Engels datang ke Paris dan bertemu dengan Marx untuk pertama kalinya. Mereka berdua lalu bekerjasama dalam membangun pemikiran-pemikiran revolusioner dan komunis. Karya-karya bersama mereka di antaranya berjudul “The Holy Family", "The German Ideology," dan "The Communist Manifesto".
Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia
Tanggal 5 Mei tahun 1821, Napoleon Bonaparte, mantan kaisar Perancis, meninggal dunia di tanah pengasingan. Napoleon dilahirkan pada tahun 1769 dan pada usia muda, ia masuk Akademi Militer Perancis. Karir militer Napoleon semakin meningkat pasca Revolusi Perancis tahun 1789 dan pada tahun 1802, rakyat perancis memilihnya sebagai Konsul seumur hidup. Pada tahun 1804, Napoleon dinobatkan sebagai Kaisar Perancis. Napoleon sangat berambisi untuk memperluas wilayah kekuasaannya sehingga periode kekuasaannya dipenuhi dengan berbagai peperangan. Namun pada tahun 1812 setelah mengalami kekalahan besar dari Rusia, kekuatan Perancis semakin melemah.
Setelah kalah dalam melawan pasukan gabungan Rusia, Inggris, dan Austria pada tahun 1814, Napoleon digulingkan dari kekuasaannya dan dibuang ke pulau Elba. Namun Napoleon berhasil melarikan diri dari Pulau Elba dan kembali ke Perancis untuk merebut kekuasaan. Setelah 100 hari berkuasa, Napoleon kembali digulingkan setelah kalah dalam Perang Waterloo melawan Inggris. Ia pun ditawan Inggris dan dibuang ke pulau St. Helen dan enam tahun kemudia ia meninggal dunia.
Bobby Sands Meninggal
Tanggal 5 Mei tahun 1945, Bobby Sands, seorang pejuang kemerdekaan Irlandia, meninggal dunia setelah melakukan aksi mogok makan. Bobby Sands dilahirkan tahun 1954 dan hidup bersama orangtuanya di tempat penampungan. Sepanjang hidupnya Bobby dan keluarganya banyak mendapat tekanan dan intimidasi dari kelompok pro Inggris dan kondisi hidup yang berat ini membuat semangat nasionalismenya bangkit untuk memperjuangan kemerdekaan Irlandia.
Pada usia 18 tahun, Bobby Sands bergabung dengan Gerakan Republik. Pada tahun 1972, ia ditahan dan empat tahun kemudian kembali dibebaskan, namun ia tetap meneruskan perjuangannya. Enam bulan kemudian ia kembali ditahan. Selama dalam penjara, ia mulai menulis artikel-artikel perjuangan yang dimuat di Republican News. Pada tanggal 27 Oktober 1980, menyusul macetnya perundingan antara penguasa Inggris dan pemimpin Katolik Irlandia, Bobby dan tujuh tawanan lainnya memulai aksi mogok makan. Selama 17 hari pertama masa mogok makannya, Bobby menulis buku harian secara rahasia yang berisi pemikiran dan pandangan perjuangannya. Setelah 65 hari mogok makan, Bobby Sands akhirnya meninggal.
Dua Dosen Unimal Menjadi Pemateri di Swedia
Posted by HIMIPOL UNIMAL on
HIMIPOL UNIMAL | Iskandar Zulkarnaen SE MSi (dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) dan Dr Ichsan Mahammed Ali Basyah (dosen Fakultas Ekonomi) Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Kamis (3/5) menjadi pemateri pada seminar internasional yang diadakan Departemen Ilmu Politik Universitas Stockholm, di Swedia. Seminar yang digelar dari 2-4 Mei 2012 diikuti 30 peserta yang berasal dari akademisi universitas terkemuka di dunia.
Iskandar Zulkarnaen SE MSi kepada www.serambinews.com, kemarin, dalam seminar tersebut mereka menyampaikan materi dalam seminar itu berjudul “Aceh: Konflik Pembangunan Setelah Perjanjian Helsinki”, serta tentang proses pelaksanaan pilkada di Aceh. “Kita juga akan mengajak kerja sama dengan universitas terkemuka dunia untuk peningkatkan mutu di Unimal,” ujar Iskandar.
Dengan demikian kita sebagai mahasiswa UNIMAL pada umumnya dan khususnya mahasiswa jurusan ilmu politik di FISIP UNIMAL merasa banggga bahwa perkembangan dan kemajuan pendidikan politik di Aceh sudah saatnya tumbuh. Sehingga dengan kemajuan tersebut kita harus memberikan pendidikan politik kepada masyarakat secara menyeluruh dengan konsep mengedepankan etika dan moral politik.
Editor: Safrizal
Sumber Kutipan: www.serambinews.com
CUT NYAK MUTIA (1870-1910)
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Rabu, 02 Mei 2012
CUT NYAK MUTIA |
Cut Meutia lahir di Perlak, Aceh, pada tahun 1870. Masa remajanya dilalui dalam suasana perang antara Aceh dan Belanda. Karena Belanda tiba di negeri Serambi Mekkah tersebut ketika Cut Meutia sudah berusia 3 tahun (1873). Hal tersebut mengakibatkan jiwanya tergoncang akan pertikaian tersebut. Bersama suaminya yaitu Teuku Cik Tunong, mereka membentuk dan melakukan penyerangan-penyerangan ke patroli Belanda pada pedalaman Aceh. Hal itu terjadi pada bulan Mei 1905, yang mengakibatkan Cik Tunong tertangkap oleh Belanda dan dijatuhi hukuman tembak di tempat.
Menghadapi kematian suaminya, Cut Meutia semakin garang dalam melawan pasukan Belanda. Begitu juga dengan pasukannya yang pantang menyerah. Mereka semua bahu-membahu menguatkan barisan dan menyusun serangan-serangan yang mampu membuat Belanda gentar. Setelah suaminya meninggal dunia, Cut Meutia memimpin barisan perang. Agar tidak diketahui oleh pasukan Belanda, Cut Meutia kerap berpindah-pindah tempat untuk melakukan penyerangan secara mendadak. Mengenai statusnya, Cut Meutia tidak berlama-lama menjanda. Beliau kemudian menikah kembali dengan Pang Nangru, yang tak lain adalah kawan akrab dari Cik Tunong. Keduanya semakin bersemangat dalam memimpin pasukannya menghadapi pasukan Belanda dan mampu mengacaukannya.
Pameo yang mengatakan wanita sebagai insan lemah dan harus selalu dilindungi tidak selamanya benar. Itu dibuktikan oleh Cut Nyak Meutia, wanita asal Nangroe Aceh Darussalam, yang terus berjuang melawan Belanda hingga tewas diterjang tiga peluru di tubuhnya.
Wanita kelahiran Perlak, Aceh, tahun 1870, ini adalah seorang Pahlawan Kemerdekaan Nasional yang hingga titik darah penghabisan tetap memegang prinsip tak akan mau tunduk kepada kolonial.
Sebelum Cut Nyak Meutia lahir, pasukan Belanda sudah menduduki daerah Aceh yang digelari serambi Mekkah tersebut. Perlakuan Belanda yang semena-mena dengan berbagai pemaksaan dan penyiksaan akhirnya menimbulkan perlawanan dari rakyat. Tiga tahun sebelum perang Aceh-Belanda meletus, ketika itulah Cut Nyak Meutia dilahirkan. Suasana perang pada saat kelahiran dan perkembangannya itu, di kemudian hari sangat memengaruhi perjalanan hidupnya.
Ketika sudah beranjak dewasa, dia menikah dengan Teuku Muhammad, seorang pejuang yang lebih terkenal dengan nama Teuku Cik Tunong. Walaupun ketika masih kecil ia sudah ditunangkan dengan seorang pria bernama Teuku Syam Syarif, tetapi ia memilih menikah dengan Teuku Muhammad, pria yang sangat dicintainya.
Perang terhadap pendudukan Belanda terus berkobar seakan tidak pernah berhenti. Cut Nyak Meutia bersama suaminya Teuku Cik Tunon langsung memimpin perang di daerah Pasai. Perang yang berlangsung sekitar tahun 1900-an itu telah banyak memakan korban baik dari pihak pejuang kemerdekaan maupun dari pihak Belanda.
Pasukan Belanda yang mempunyai persenjataan lebih lengkap memaksa pasukan pejuang kemerdekaan yang dipimpin pasangan suami istri itu melakukan taktik perang gerilya. Berkali-kali pasukan mereka berhasil mencegat patroli pasukan Belanda. Di lain waktu, mereka juga pernah menyerang langsung ke markas pasukan Belanda di Idie.
Sudah banyak kerugian pemerintahan Belanda baik berupa pasukan yang tewas maupun materi diakibatkan perlawanan pasukan Cut Nyak Meutia. Karenanya, melalui pihak keluarga Meutia sendiri, Belanda selalu berusaha membujuknya agar menyerahkan diri. Namun Cut Nyak Meutia tidak pernah tunduk terhadap bujukan yang terkesan memaksa tersebut.
Bersama suaminya, tanpa kenal takut dia terus melakukan perlawanan. Namun naas bagi Teuku Cik Tunong, suaminya. Suatu hari di bulan Mei tahun 1905, Teuku Cik Tunong berhasil ditangkap pasukan Belanda. Ia kemudian dijatuhi hukuman tembak.
Berselang beberapa lama setelah kematian suaminya, Cut Nyak Meutia menikah lagi dengan Pang Nangru, pria yang ditunjuk dan dipesan suami pertamanya sebelum menjalani hukuman tembak. Pang Nangru adalah teman akrab dan kepercayaan suami pertamanya, Teuku Cik Tunong. Bersama suami keduanya itu, Cut Nyak Meutia terus melanjutkan perjuangan melawan pendudukan Belanda.
Di lain pihak, pengepungan pasukan Belanda pun semakin hari semakin mengetat yang mengakibatkan basis pertahanan mereka semakin menyempit. Pasukan Cut Meutia semakin tertekan mundur, masuk lebih jauh ke pedalaman rimba Pasai.
Di samping itu, mereka pun terpaksa berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk menyiasati pencari jejak pasukan Belanda. Namun pada satu pertempuran di Paya Cicem pada bulan September tahun 1910, Pang Nangru juga tewas di tangan pasukan Belanda. Sementara Cut Nyak Meutia sendiri masih dapat meloloskan diri.
Kematian Pang Nangru membuat beberapa orang teman Pang Nangru akhirnya menyerahkan diri. Sedangkan Meutia walaupun dibujuk untuk menyerah namun tetap tidak bersedia. Di pedalaman rimba Pasai, dia hidup berpindah-pindah bersama anaknya, Raja Sabil, yang masih berumur sebelas tahun untuk menghindari pengejaran pasukan Belanda.
Tapi pengejaran pasukan Belanda yang sangat intensif membuatnya tidak bisa menghindar lagi. Rahasia tempat persembunyiannya terbongkar. Dalam suatu pengepungan yang rapi dan ketat pada tanggal 24 Oktober 1910, dia berhasil ditemukan.
Walaupun pasukan Belanda bersenjata api lengkap tapi itu tidak membuat hatinya kecut. Dengan sebilah rencong di tangan, dia tetap melakukan perlawanan. Namun tiga orang tentara Belanda yang dekat dengannya melepaskan tembakan. Dia pun gugur setelah sebuah peluru mengenai kepala dan dua buah lainnya mengenai dadanya.
Pada tanggal 26 September 1910 meletuslah pertempuran di daerah Paya Cicem yang mengakibatkan tewasnya Pang Nangru. Tetapi Cut Meutia dapat meloloskan diri. Setelah kejadian itu beliau lalu diserahi wewenang untuk memimpin pasukan yang hanya mempunyai kekuatan 45 orang dengan 13 pucuk senjata. Bersama anaknya Raja Sabil yang masih berumur sebelas tahun, Cut Meutia melanjutkan perjuangannya. Strategi pasukan mereka adalah dengan melakukan perpindahan tempat penyerangan. Karena penderitaan yang diterima olehnya, maka beberapa pihak keluarga membujuk Cut Meutia untuk segera turun gunung dan menyerah kepada Belanda. Tetapi beliau tetap 5aja menolaknya.
Sikap pantang menyerah tidak hanya terjadi pada Cut Meutia dan pasukannya, tapi juga dari pihak lawan yaitu Belanda. Berbagai cara dilakukan hanya untuk mengetahui keberadaan dari Cut Meutia. Sampai akhirnya tempat persembunyiannya dapat juga diketahui Belanda. Tanpa menunggu waktu yang lama peperangan dahsyat pun terjadi di Alue Kurieng pada tanggal 24 Oktober 1910. Cut Meutia mengadakan perlawanan. Pertempuran pun tak terelakkan, sampai akhirnya Cut Meutia tertembak kakinya dan tersungkur di tanah. Belanda menyuruh beliau untuk menyerah, tetapi tidak dihiraukannya. Cut Meutia bangkit dan dengan menghunuskan senjata beliau menyerang musuh. Ketika hendak menyerang kembali, beliau tertembak untuk kedua kalinya sehingga menembus tubuhnya sampai tewas pada saat itu juga. Pemerintah RI memberikan kepadanya tanda jasa atas perjuangan yang dilakukannya dengan mengangkat sebagai Pahlawan Perjuangan Kemerdekaan pada tanggal 2 Mei 1964 sesuai dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 107/Tahun 1964.
Cut Nyak Meutia gugur sebagai pejuang pembela bangsa. Atas jasa dan pengorbanannya, oleh negara namanya dinobatkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional yang disahkan dengan SK Presiden RI No.107 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964.
Sumber
- [http://Kerta Wijaya. 2007. Sejarah Perjuangan 130 Pahlawan dan tokoh Pergerakan Nasional. Reset Agung: Jakarta. Hal. 60-62.
Sumber kutipan: http://acehpedia.org
3-5-1469: Lahirnya Filsuf Nicollo Machiavelli
Posted by HIMIPOL UNIMAL on
| Lukisan potret Niccolo Machiavelli oleh Santi di Tito (Wikimedia Commons / Palazzo Vecchio) |
Tepat 543 tahun yang lalu, filsuf Niccolo Machiavelli lahir. Dikenal sebagai pendukung utama penyatuan Italia, Machiavelli dikenal sebagai salah satu bapak teori politik modern, karena analisisnya mengenai perilaku pemimpin politik masih dipakai hingga kini.
Menurut The History Channel, Machiavelli sudah terjun ke gelanggang politik di kota kelahirannya di Florence pada usia 29 tahun. Sebagai Menteri Pertahanan, Machiavelli menerapkan kebijakan-kebijakan yang memperkuat posisi Republik Fiorentina secara politik. Ketika itu Italia masih terpecah dalam beberapa kerajaan, republik, maupun wilayah feodal.
Menurut The History Channel, Machiavelli sudah terjun ke gelanggang politik di kota kelahirannya di Florence pada usia 29 tahun. Sebagai Menteri Pertahanan, Machiavelli menerapkan kebijakan-kebijakan yang memperkuat posisi Republik Fiorentina secara politik. Ketika itu Italia masih terpecah dalam beberapa kerajaan, republik, maupun wilayah feodal.
Dia menunjukkan keahlian dalam berdiplomasi saat bertemu dengan sejumlah pemimpin, seperti Raja Louis XII dari Prancis, Paus Julius II, Kaisar Roma Maximilian I, dan Pangeran Cesar Borgia dari Negara-negara Kepausan.
Perilaku Borgia mengundang inspirasi bagi Machiavelli untuk menulis artikel dalam bentuk pamflet, yang berjudul "Il Principe" (Sang Pangeran) pada 1513. Kumpulan artikel yang akhirnya disusun menjadi buku pada 1532 itu menuangkan pemikiran-pemikiran cemerlang Machiavelli mengenai perilaku pemimpin dan gaya politik yang realis.
Dalam Il Principe, Machiavelli mengungkapkan kesamaan tujuan yang dicapai para pemimpin politik di Eropa waktu itu. Mereka sama-sama berambisi mencapai kejayaan, atau sekadar mempertahankan rezimnya dan bisa membenarkan penggunaan cara-cara yang amoral untuk mencapai tujuan-tujuan itu.
Analisis Machiavelli ini sampai sekarang menjadi salah satu teori utama dalam studi politik, hukum dan hubungan internasional dalam menjelaskan perilaku atau sistem politik suatu rezim. Pemikiran ini populer disebut Machiavellianisme. Lalu muncul pula istilah "Machiavellian," yang digunakan untuk menggambarkan aksi yang diambil untuk mencapai tujuan di gelanggang politik, entah itu dengan cara yang benar atau salah. Machiavelli menulis Il Principe saat dia tidak lagi jadi pejabat Republik Fiorentina. Saat itu, Fiorentina tak ubahnya seperti wilayah feodal saat dikuasai Keluarga Medici.
Namun, buku itu mengundang masalah bagi Machiavelli. Dia jadi tidak disukai penguasa Fiorentina, Keluarga Medici. Dia pun terasing dari masyarakat Kota Florence.
Sejak saat itu Machiavelli tidak pernah disambut lagi di gelanggang politik. Bahkan, saat Republik Florentina didirikan lagi pada 1527, Machiavelli menjadi sasaran kecurigaan. Dia wafat pada 21 Juni 1527 di usia 58 tahun. Kumpulan tulisannya, Il Principe, dibukukan lima tahun kemudian.
Perilaku Borgia mengundang inspirasi bagi Machiavelli untuk menulis artikel dalam bentuk pamflet, yang berjudul "Il Principe" (Sang Pangeran) pada 1513. Kumpulan artikel yang akhirnya disusun menjadi buku pada 1532 itu menuangkan pemikiran-pemikiran cemerlang Machiavelli mengenai perilaku pemimpin dan gaya politik yang realis.
Dalam Il Principe, Machiavelli mengungkapkan kesamaan tujuan yang dicapai para pemimpin politik di Eropa waktu itu. Mereka sama-sama berambisi mencapai kejayaan, atau sekadar mempertahankan rezimnya dan bisa membenarkan penggunaan cara-cara yang amoral untuk mencapai tujuan-tujuan itu.
Analisis Machiavelli ini sampai sekarang menjadi salah satu teori utama dalam studi politik, hukum dan hubungan internasional dalam menjelaskan perilaku atau sistem politik suatu rezim. Pemikiran ini populer disebut Machiavellianisme. Lalu muncul pula istilah "Machiavellian," yang digunakan untuk menggambarkan aksi yang diambil untuk mencapai tujuan di gelanggang politik, entah itu dengan cara yang benar atau salah. Machiavelli menulis Il Principe saat dia tidak lagi jadi pejabat Republik Fiorentina. Saat itu, Fiorentina tak ubahnya seperti wilayah feodal saat dikuasai Keluarga Medici.
Namun, buku itu mengundang masalah bagi Machiavelli. Dia jadi tidak disukai penguasa Fiorentina, Keluarga Medici. Dia pun terasing dari masyarakat Kota Florence.
Sejak saat itu Machiavelli tidak pernah disambut lagi di gelanggang politik. Bahkan, saat Republik Florentina didirikan lagi pada 1527, Machiavelli menjadi sasaran kecurigaan. Dia wafat pada 21 Juni 1527 di usia 58 tahun. Kumpulan tulisannya, Il Principe, dibukukan lima tahun kemudian.
Editor: Safrizal
Sumber: VIVAnews.com
Hamzah Al-Fansuri
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Selasa, 01 Mei 2012
Hamzah al-Fansuri atau dikenal juga sebagai Hamzah Fansuri adalah seorang ulama sufi dan sastrawan yang hidup di abad ke-16. Meskipun nama 'al-Fansuri' sendiri berarti 'berasal dari Barus' (sekarang berada di provinsi Sumatra Utara) sebagian ahli berpendapat ia lahir di Ayuthaya, ibukota lama kerajaan Siam. Hamzah al-Fansuri lama berdiam di Aceh. Ia terkenal sebagai penganut aliran wahdatul wujud. Dalam sastra Melayu ia dikenal sebagai pencipta genre syair.
Dalam Ruba'i Hamzah Fansuri‚ selengkapnya, "Hanya yang sudah pasti, bahwasanya beliau hidup dalam masa pemerintahan Sultan Alaidin Riayat Syah IV Saiyidil Mukammil (997-1011 H-1589-1604 M) sampai ke permulaan pemerintahan Sultan Iskandar Muda Darma Wangsa Mahkota Alam (1016-1045 H-1607-1636 M).
Lahir Syeikh Hamzah al-Fansuri secara tepat belum dapat dipastikan, adapun tempat kelahirannya ada yang menyebut Barus atau Fansur. Disebut lebih terperinci oleh Prof. A. Hasymi bahawa Fansur itu satu kampung yang terletak antara Kota Singkel dengan Gosong Telaga (Aceh Selatan). Dalam zaman Kerajaan Aceh Darussalam, kampung Fansur itu terkenal sebagai pusat pendidikan Islam di bahagian Aceh Selatan. Pendapat lain menyebut bahawa beliau dilahirkan di Syahrun Nawi atau Ayuthia di Siam dan berhijrah serta menetap di Barus. Drs. Abdur Rahman al-Ahmadi dalam kertas kerjanya menyebut bahawa ayah Syeikh Hamzah al-Fansuri bernama Syeikh Ismail Aceh bersama Wan Ismail dan Po Rome atau Po Ibrahim (1637- 1687 M) meninggal dunia dalam pertempuran melawan orang Yuwun (Annam) di Phanrang.
Mengenai tahun wafat Syeikh Hamzah al-Fansuri secara tepat selama ini tidak pernah disebut. Tetapi Azra dalam Jaringan Ulama menyebut bahawa ulama sufi itu wafat pada tahun 1016 H/1607 M. Disebutkan tahunnya itu sekaligus membantah bahwasanya Syeikh Abdur Rauf al-Fansuri (Al-Sinkili, menurut istilahnya) "tidak mungkin bertemu dengan ulama sufi itu", menurutnya "Al-Sinkili bahkan belum lahir".
Karya-karyanya
Prosa
- Asrar al-Arifin
- Sharab al-Asyikin
- Zinat al-Muwahidin
Puisi
- Syair Burung Unggas
- Syair Dagang
- Syair Perahu
- Syair Si Burung pipit
- Syair Si Burung Pungguk
- Syair Sidang Fakir
Sumber
Pengumuman Pendaftaran Anggota HIMIPOL 2012-2013
Posted by HIMIPOL UNIMAL on
HIMIPOL UNIMAL | Sehubungan dengan akan dibuatnya Surat Keterangan (SK) untuk pengurus Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMIPOL) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh periode 2012-2013.
Oleh karena itu kami beritahukan kepada teman-teman Jurusan Ilmu Politik FISIP UNIMAL dari angkatan 2009 s/d 2011 untuk dapat mengambil posisi dalam struktur HIMIPOL tersebut sebagai langkah awal memperkenalkan Jurusan Ilmu Politik kepada teman-teman yang lain dan mengembangkan HIMIPOL ke arah yang lebih baik untuk kita, bangsa dan negara kita bersama.
Berikut posisi yang tersedia sesuai hasil keputusan rapat Hari Selasa Tanggal 01 Mei 2012 di Kampus Bukit Indah Kota Lhokseumawe yang tepatnya di jalan Sumatra ruang 11.
- Sekretaris Umum
- Bendahara Umum
- Wakil Bendahara
- Humas
- Departemen Pendidikan, Minat, Bakat dan Olahraga
- Departemen Kesekretariatan
- Departemen Agama
- Departemen Pemberdayaan Perempuan
- Departemen Pengembangan Organisasi
- Departemen Informasi dan Komunikasi
- Departemen Advokasi dan Politik
- Departemen Sosial
Setiap Departemen akan di bantu oleh satu orang wakil dan minimal lima orang staff.
Pendaftaran dibuka mulai hari Selasa (01 Mei 2012) pukul 13.00 wib s/d hari Senin (07 Mei 2012) pukul 10.00 wib.
Syarat dan ketentuan pendaftran yaitu dengan mengisi form pendaftaran yang tersedia serta melampirkan pas foto warna ukuran 3x4 1 (satu) lembar, dan akan lebih baik pas foto mengenakan almamater UNIMAL.
Untuk form pendaftaran hubungi Ketua/Wakil Ketua HIMIPOL 2012-2012.
Bukit Indah, 01 Mei 2012
Ketua HIMIPOL
Ttd
( S a f r i z a l )
NIM: 090220013












![OSPEK TAHUN AKADEMIK 2011-2012 Calon Mahasiswa yang telah mendaftarkan diri di Universitas Malikussaleh [Unimal], mengikuti Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus [OSPEK] yang di laksanakan di kampus induk Unimal Reuleut Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara. Selasa [6/9/2011]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW1RDuS47ce5YG1zeoA2_Hw6MxdIuJM0-KUxMM5xFb_wSdFHIjRd3Na9KY2sYwbmWA9NckRcryJrhoes4Y7T5Ytt6HLMD2lFNlnlAa6G1IbLWnKFxVezJFft111ygPkDtzWPL9MV81iuw/s640/Ospek+Tahun+Akademik+2011-2012.jpg)






