Geulayang Tunang , Simbol Kekompakan Masyarakat Aceh
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Sabtu, 23 Juni 2012
Kepanikan jelas terlihat di wajah Abdullah Yusuf. Meski sudah berusia 60 tahun, laki-laki berkulit gelap ini tak terlihat lamban dari laki-laki yang usianya lebih muda. Secara bergantian dengan cepat kedua tangannya naik turun, terus menarik tali dari angkasa. Suara petugas penghitung waktu makin kencang dirasanya.
" Tiga... Dua... Satu....!!!! Siapa yang jadi pemenangnya..??" teriak juri penghitung dengan keras. Siapa yang bisa menerbangkan layang-layangnya dengan posisi tertinggi dan tegak lurus, maka dialah yang akan menjadi pemenangnya.
Dan.. Tasss...!!!! Habis sudah harapan Yusuf. Kertas lebar berwarna kuning dan berbentuk burung itu pun terbang entah ke mana rimbanya. Di ketinggian melebihi 500 kaki ke arah langit, Yusuf kehilangan layang-layangnya. Tetes keringat meluncur deras di dahi Yusuf, menunjukkan matahari bersinar cukup panas, dan ini sekaligus menandakan kalau ia harus keluar dari arena pertandingan.
Muhammad Yusuf adalah satu dari 65 peserta lomba layang-layang tradisional aceh, atau yang disebut dengan Geulayang Tunang. Geulayang Tunang adalah sebuah permainan tradisional rakyat perlombaan layang-layang, yang selalu digelar usai musim panen padi. Geulayang Tunang sendiri berarti perlombaan layang-layang. " Permainan ini selalu dimainkan oleh masyarakat aceh saat usai musim panen, dan ini sudah sejak zaman dahulu sudah jadi tradisi, sampai sekarang ini," kisah Yusuf terengah.
Yusuf sendiri sudah memainkan permainan ini sejak usia 18 tahun. Menurut Yusuf, hampir tidak ada anak lak-laki didaerahnya yang tidak menguasai permainan layang-layang ini. Permainan layang-layang tak sekadar sarana untuk bersenang-senang. Rusli (55), seorang juri permainan Geulayang Tunang, mengatakan permainan Geulayang Tunang juga sebagai ajang untuk membentuk jiwa sportifitas dan kebersamaan.
Pada zaman dahulu, menjelang musim panen tiba, orang ramai berkumpul di sudut gampong (desa) di siang menjelang sore. Biasanya, semuanya laki-laki. Ada yang mengumpulkan bambu, ada yang meraut dan melicinkannya, bahkan ada pula yang sibuk melukiskan gambar-gambar rangka. Mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia semua membaur jadi satu seakan tak ada lagi perbedaan. " Disini kental sekali nuansa kekompakan dan kebersamaan yang terjalin antar sesama warga," jelas Rusli.
Dahulu permainan ini menjadi pengisi waktu para petani yang kelelahan seusai memanen padi. Mereka bersyukur kepada sang maha pencipta yang telah melimpahkan rezeki. "Sekarang pun masih seperti itu, meski terkadang sudah tidak diikuti dengan kenduri atau makan bersama, bahkan sekarang ini permainan ini sudah menjadi warisan yang harus terus dijaga, makan ya lomba ini selalu kita adakan setiap tahun agar tak hilang ditelan masa," katanya.
Di Kota Banda Aceh sendiri, permainan yang juga membutuhkan kekuatan tangan ini, sudah dijadikan icon wisata. Hampir setiap tahun, Kota Banda Aceh menyelenggarakan festival geulayang tunang. " Selain untuk melestarikan budaya, festival yang digelar setiap tahun ini juga untuk menjaring wisatawan ke kota banda aceh," kata Tarmizi Yahya Asisten I Tata Pemerintahan Kota Banda Aceh, Sabtu (23/6/2012), usai membuka festival geulayang tunang dalam rangka memperingati HUT Kota Banda Aceh ke-807.
Bahkan, tahun lalu, sebut Tarmizi, Festival Geulayang Tunang ini juga diselenggarakan secara internasional. " Layang-layang tradisional ini kita mainkan dengan layang-layang dari sejumlah Negara di Asia, Eropa dan Amerika, saat itu mereka dari manca negara ini khusus datang untuk mengikuti festival ini," katanya.
Diharapkan festival geulayang tunang ini terus dapat menjadi media promosi budaya dan pariwisata Kota Banda Aceh. Sementaraitu, dari lahan persawahan yang dijadikan arena pertandingan, di kawasan Pango Uleekareng, Banda Aceh, Muhammad Yusuf akhirnya harus mengakui kekuatan layang-layang milik orang lain. Dalam permainan memang harus ada yang menang dan kalah. Sambil mengompres telapak tangannya yang melepuh akibat gesekan benang layang-layang, Yusuf pun menikmati suasana kebersamaan dan sportifitas di lapangan.
Kata SBY: Kemiskinan di Indonesia Tinggal 12,5 Persen | Gimana dengan Utang ?
Posted by HIMIPOL UNIMAL on
Utang Indonesia Rp1.900 Triliun
Kepada dunia internasional, Presiden SBY menegaskan bahwa kemiskinan di Indonesia tinggal 12,5 persen. SBY juga memaparkan visi dan misi Pemerintah Indonesia menuju pembangunan berkelanjutan.
"Ekonomi dunia telah tumbuh dari 34 triliun USD sampai lebih dari 64 triliun USD pada saat ini. Perdagangan internasional telah tumbuh tiga kali lipat menjadi 28 triliun USD. Banyak negara telah menyeberang melewati status penghasilan menengah, termasuk Indonesia. Dan bersama dengan ini kemiskinan seluruh dunia telah berkurang secara signifikan dari 1,9 miliar pada tahun 1990 menjadi 1,29 miliar tahun 2008. Di Indonesia pun, kemiskinan telah menurun dari 24 persen pada tahun 1998 menjadi 12,5 persen beberapa hari ini," kata Presiden SBY, seperti siaran pers Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan, Sabtu (23/6/2012).
Hal ini disampaikan Presiden SBY dalam pertemuan PBB untuk pembangunan berkelanjutan atau dikenal juga dengan forum Rio+20 di Riocentro Convention Center, Rio De Janeiro. Pidato resmi SBY diberi judul “Moving Towards Sustainability: Together We Must Care The Future We Want"
SBY memaparkan bahwa upaya Indonesia mencapai tujuan pembangunan milenium pada tahun 2015 juga menghadapi tantangan. Telah ada beberapa kemajuan, tetapi juga beberapa tantangan dalam mencapai target.
"Sebagai contoh, kita membuat kemajuan pada angka kematian bayi dan ibu, kemiskinan, harapan hidup, tetapi kita belum mencapai target (Millennium Development Goal) MDG untuk peningkatan gizi bagi anak-anak, sanitasi. Meskipun begitu, saya tetap optimis bahwa kita dapat menjamin masa depan keberlanjutan,"papar SBY.
Kunci perjalanan Indonesia menuju pembangunan yang berkelanjutan, menurut SBY, adalah teknologi dan inovasi. Dua hal ini yang telah membuat Indonesia berkembang pesat saat-saat ini.
"Saya yakin kuncinya adalah teknologi dan inovasi. Ketika Rio forum diselenggarakan 2 dekade yang lalu, kami tidak memiliki internet seperti sekarang kita tahu itu. Kami tidak memiliki ponsel, sosial media, nano-teknologi, GPS, komputer tablet. Namun, ini adalah hal-hal yang mengubah masyarakat kita hari ini, dan mendorong ekonomi baru,"ungkapnya.
SBY menekankan perlunya dunia mewaspadai pemanasan global. Juga kemungkinan krisis energi. Yang tentu saja harus dihadapi bersama-sama.
"Kita akan melihat mobil hibrida, energi pencahayaan efisien. Membersihkan teknologi batubara, panel surya. Meskipun mungkin mahal untuk saat ini, harga yang pasti untuk turun seperti telah kita lihat pada ponsel," terang SBY.
Indonesia, imbuh SBY, juta telah melakukan banyak kesepakatan global. Utamanya menyangkut pengurangan emisi. "Ini adalah mengapa Indonesia, tanpa menunggu kesepakatan global, di tengah-tengah kebuntuan pada tahun 2009 membuat keputusan penting untuk mengurangi emisi sebesar 26 persen pada tahun 2020, atau 41 persen dengan dukungan internasional," papar SBY.
Tekanan pertambahan penduduk yang luar biasa besar diyakini bisa menjadi masalah tersendiri. Hal ini juga harus diwaspadai bersama. SBY mengajak dunia internasional bersatupadu mencari solusi.
"Kami melihat tekanan pertumbuhan antara pertumbuhan penduduk dan sumber daya yang tersedia. Populasi dunia telah melewati batas 7 miliar dan menuju 9 miliar orang sebelum tahun 2050. Memang, kita telah melihat kasus yang mengkhawatirkan seluruh dunia di mana kompetisi berubah menjadi konflik,"ingatnya.
Kita juga perlu kolaborasi yang lebih besar, bukan konfrontasi. Kita semua memiliki tujuan yang sama. Di Indonesia, kita selalu bersedia untuk bermitra dengan semua stakeholder berdasarkan kepentingan umum: LSM, masyarakat sipil, kelompok kepentingan, bisnis, media, akademisi,"tandasnya.
Bagaimana Dengan Utang ?
Pada Mei 2012 lalu Pemerintah mengklaim kondisi ekonomi Indonesia tumbuh stabil. Tapi utang negara diperkirakan mencapai Rp1.937 triliun atau sekitar 214,5 miliar dolar AS. Nah, mampukah Indonesia membayar utang itu di tengah krisis ekonomi yang melanda Eropa dan Amerika Serikat.
Anggota Komisi 11 DPR RI Arief Budimanta mengatakan utang sebanyak itu belum menghasilkan produktivitas dalam konteks penerimaan. Pemerintah hanya melakukan gali dan tutup lubang untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Pada tahun 2010, utang Indonesia sebesar Rp1.677 triliun. Angka itu naik menjadi Rp1.083 pada 2011.
Sementara itu, produk domestik bruto (PDB) tak mengalami kenaikan, hanya berada di kisaran 12,7 persen. Sedangkan sebagian besar defisit APBN digunakan untuk kembali membayar utang.
Anggota Komisi 11 DPR RI Arief Budimanta mengatakan utang sebanyak itu belum menghasilkan produktivitas dalam konteks penerimaan. Pemerintah hanya melakukan gali dan tutup lubang untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Pada tahun 2010, utang Indonesia sebesar Rp1.677 triliun. Angka itu naik menjadi Rp1.083 pada 2011.
Sementara itu, produk domestik bruto (PDB) tak mengalami kenaikan, hanya berada di kisaran 12,7 persen. Sedangkan sebagian besar defisit APBN digunakan untuk kembali membayar utang.
Editor: Safrizal
Sumber: detik.com dan metrotvnews.com
Aceh Rawan Konflik | PTDDA Persiapkan Hibah Multilateral Sebesar USD15 Juta
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Kamis, 21 Juni 2012
![]() |
| Konflik Aceh | Foto by acehtraffic.com |
143 Kabupaten Rawan Konflik | 10 Kabupaten masuk kategori I rawan konflik. Ada berbagai macam konflik yang tersimpan.
| Menteri PDT Helmy Faishal Zaini |
Dalam siaran persnya, Rabu 20 Juni 2012, Sekretaris Menteri PDT, HM Nurdin MT, mengatakan, dari 143 daerah, 10 Kabupaten masuk kategori I, 53 masuk kategori II, dan 80 masuk kategori III. Semuanya dipengaruhi oleh beberapa persoalan, di antaranya perkelahian massal, perkelahian antarwarga, perkelahian warga dengan aparat keamanan, perkelahian warga dengan aparat pemerintah, perkelahian antarpelajar dan mahasiswa, serta perkelahian antarsuku.
"Daerah atau kabupaten yang rawan dan sering terjadi konflik ini diakibatkan karena belum adanya kerangka hukum dan regulasi, lemahnya kapasitas SDM, tidak adanya political will dalam memajukan daerah," ujarnya.
Untuk menghindari terjadinya konflik di 143 daerah tertinggal yang rawan konflik tersebut, sejak awal tahun 2012, KPDT telah mempersiapkan Project Peace Through Development in Disadvantaged Areas (PTDDA) bersama UNDP. "Proyek ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah tertinggal dengan karakteristik daerah rawan konflik dan pasca konflik, dalam penanganan pasca konflik yang terjadi dan sekaligus penguatan sistem deteksi dini terhadap konflik," ujar Nurdin.
Menurut Nurdin, Project PTDDA ini akan memilih lokasi pilot project pada 10 kabupaten daerah tertinggal di lima provinsi yang dikategorikan rawan konflik, yakni Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Tengah, NTT, dan Aceh. "Proyek ini akan dilaksanakan mulai 2012 sampai tahun 2016 mendatang dengan jumlah hibah multilateral sebesar USD15 juta," kata dia.
Editor: Safrizal
Sumber: vivanews.com
[Foto] Unimal Sosialisasi PMW 2012
Posted by HIMIPOL UNIMAL on
HIMIPOL UNIMAL | Sekitar 150 Mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal) mengikuti Sosialisasi Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) tahun 2012 di GOR ACC Uteungkot Cunda Lhokseumawe (21/6/12), tahun ini Dirjen Dikti menguncurkan dana untuk PMW tersebut sebesar Rp. 208.000.000,- (Dua ratus delapan Juta Rupiah). [Safrizal]
![]() |
| Mahasiswa mendapat PMW 2011 sedang mempresentasikan hasilnya |
![]() |
| Hadi Iskandar SH MH (kanan), selaku ketua penyelenggara sedang memaparkan PMW |
![]() |
| Peserta dengan serius mendengar pemaparan PMW |
Foto Pembangunan Kampus Unimal
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Senin, 18 Juni 2012
HIMIPOL UNIMAL | Kampus Universitas Malikusaleh (UNIMAL) yang terletak di Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh yang merupakan universitas negeri yang berada di bawah naugan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI terus ditingkatkan pembangunannya guna dalam memenuhi kebutuhan belajar dan mengajar mahasiswa dilingkungan kampus tersebut.
Unimal yang masih memiliki 6 fakultas seperti fakultas isip, hukum, ekonomi, teknik, pertanian dan fakultas kedoktoran terbagi dalam tiga lokasi tersipah seperti Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik berada di Reuleut Muara Batu, Fakultas Isip, Ekonomi dan Fakultas Hukum berada di Bukit Indah Kota Lhokseumawe serta Fakultas Kedoktoran berada di Cunda Kota Lhokseumawe.
Pembangunan tersebut ditingkat seperti pembangunan gedung laboratorium teknik, serta fakultas kedoktoran dll, lokasi pembangunannya dibangun di Kampus Bukit Indah Kota Lhokseumawe.
By Safrizal Ilmu Politik Unimal
Prediksi: Amerika Akan Hancur Dengan Alamnya Sendiri
Posted by HIMIPOL UNIMAL on
Amerika Serikat saat ini menjadi negara terkuat di dunia atau disebut dengan negara adidaya/adikuasa, dimana kekuasaan meliputi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), menguasai keuangan, serta teknologi yang canggih. Selain itu Amerika juga menguasai beberapa wilayah yang menjadi sentral untuk mendapatkan kepentingan negaranya, baik minyak dan gas (migas), emas, batu bara, dan lain-lain seperti di Timur Tengah yang kaya akan pertambangan.
Amerika dengan kemampuan dan teknologinya yang canggih sehingga mampu menguasai hampir seluruh media cetak, media elektronik, media online seperti CNN, Voice of America (VoA), termasuk Al-Zazira dll, tujuan dan manfaat mereka menguasai media tersebut sebagai upaya mempropagandakan geopolitik/geotrateginya terhadap Negara-negara lain di dunia apalagi negara-negara yang miskin dengan teknologinya sudah jelas tunduk kepada USA.
Oleh karena itu jangan heran, ketika Amerika mempropagandakan Irak untuk menyerang Negara Kuwait, sehingga kedua negara tersebut meletus perang yang sama-sama berada dalam lingkaran Liga Arab, akhirnya Amerikapun menyerang Irak dengan alasan membantu Kuwait. Padahal tujuan utama Amerika hanya ingin mendapatkan Minyak dari Negara Kuwait.
Selama sepuluh tahun terakhir ini dimana geopolitik Amerika Serikat berputar di Sentral Asia, dengan tujuan utama untuk menghancurkan negara-negara Islam yang di propagandakan melalui demokrasi seperti Negara Mesir, Libya, Syiria, termasuk Sudan, Afganistan, Yaman dll.
Selain itu Amerika juga memiliki strategi menjatuhkan Cina sebagai negara produksi teknologi tercepat dan termurah didunia, oleh karenanya Cina mampu bersaing di tingkat ekonomi global. Sebagai langkah awal Amerika untuk menguasai Cina, maka mereka melakukan hubungan bilateral dengan Korea Selatan baik dibidang teknologi militer, latihan militer laut dan darat. Tujuannya untuk memperlihatkan kekuatan Amerika Serikat kepada Republik Rakyat Cina (RRC).
Namun tidak kalah juga terhadap Negara Myanmar yang terus diserang untuk menerapkan sistem demokrasi, Amerika dengan berbagai cara dan langkah yang dilakukan dalam menjatuhkan Myanmar di mata Internasional dan ASEAN terutama Indikasi Myanmar sedang menyiagakan persenjataan nuklirnya, karena isu demokratisasi politik dan hak asasi manusia tidak laku di pasar politik Myanmar.
Selain itu Amerika juga memiliki strategi menjatuhkan Cina sebagai negara produksi teknologi tercepat dan termurah didunia, oleh karenanya Cina mampu bersaing di tingkat ekonomi global. Sebagai langkah awal Amerika untuk menguasai Cina, maka mereka melakukan hubungan bilateral dengan Korea Selatan baik dibidang teknologi militer, latihan militer laut dan darat. Tujuannya untuk memperlihatkan kekuatan Amerika Serikat kepada Republik Rakyat Cina (RRC).
Namun tidak kalah juga terhadap Negara Myanmar yang terus diserang untuk menerapkan sistem demokrasi, Amerika dengan berbagai cara dan langkah yang dilakukan dalam menjatuhkan Myanmar di mata Internasional dan ASEAN terutama Indikasi Myanmar sedang menyiagakan persenjataan nuklirnya, karena isu demokratisasi politik dan hak asasi manusia tidak laku di pasar politik Myanmar.
Kita bisa memprediksi kemampuan negara Adidaya/paman syam tersebut dengan kemampuan yang dimiliki Negara Timur Tengah, dimana Timur Tengah jauh ketinggalannya di bandingkan kemampuan yang dimiliki USA itu, namun sampai saat ini masih ada negara yang masih bertahan dan menantang kebijakan Amerika serta mengancam negara-negara barat yaitu Negara Republik Islam Iran dibawah kepemimpinan Ahmaddinejad.
Secara kemampuan, teknologi, persatuan, keuangan, pertambangan, kerjasama, geopolitik/geotrategi yang dimiliki Negara Amerika sampai saat ini belum ada negara satupun yang posisinya lebih tinggi dari negara USA yang memiliki anaknya yaitu Israel.
Namun percayalah bahwa Negara itu akan hancur dengan alamnya sendiri seperti bencana (topan tornado) serta akan mengalami krisis bahan pokok yang singnifikan, dimana sebelumnya mereka hanya bisa mencuri dari negara orang dengan system kapitalisme dan demokrasi karna negaranya sangat kurang dengan Sumber Daya Alamnya.
Hal tersebut terungkap ketika kami (mahasiswa ilmu politik) mengikuti mata kuliah politik internasional pada hari Senin 18 Juni 2012 di Universitas Malikussaleh.
Oleh Safrizal
Foto Pembangunan Unimal
Posted by HIMIPOL UNIMAL on
Kampus Universitas Malikusaleh (UNIMAL) yang terletak di Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh yang merupakan universitas negeri yang berada di bawah naugan Kementerian dan Kebudayaan RI terus ditingkatkan pembangunannya guna dalam memenuhi kebutuhan belajar dan mengajar mahasiswa dilingkungan kampus setempat.
Unimal yang mempunyai 6 fakultas seperti isip, hukum, ekonomi, teknik, pertanian dan fakultas kedoktoran terbagi dalam tiga lokasi tersipah seperti Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik berada di Reuleut Muara Batu, Fakultas Isip, Ekonomi dan Fakultas Hukum berada di Bukit Indah Kota Lhokseumawe dan Fakultas Kedoktoran berada di Cunda Kota Lhokseumawe.
Pembangunan tersebut ditingkat seperti pembangunan gedung laboratorium teknik, serta fakultas kedoktoran dll, lokasi pembangunannya dibangun di Kampus Bukit Indah Kota Lhokseumawe.












![OSPEK TAHUN AKADEMIK 2011-2012 Calon Mahasiswa yang telah mendaftarkan diri di Universitas Malikussaleh [Unimal], mengikuti Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus [OSPEK] yang di laksanakan di kampus induk Unimal Reuleut Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara. Selasa [6/9/2011]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW1RDuS47ce5YG1zeoA2_Hw6MxdIuJM0-KUxMM5xFb_wSdFHIjRd3Na9KY2sYwbmWA9NckRcryJrhoes4Y7T5Ytt6HLMD2lFNlnlAa6G1IbLWnKFxVezJFft111ygPkDtzWPL9MV81iuw/s640/Ospek+Tahun+Akademik+2011-2012.jpg)



















