Event Pemerintah Aceh 2014

"Konflik Papua Lebih Dulu dari Aceh"

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla terbukti mampu menjadi mediator dalam penyelesaian masalah di beberapa wilayah konflik yang ada di Indonesia. Pria yang sering dipanggil JK ini telah sukses menyelesaikan konflik berkepanjangan yang terjadi di Poso dan Aceh.

Atas dasar pengalaman JK tersebut, belakangan sangat santer kabar bahwa Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) ini diharapkan bersedia untuk menjadi mediator dalam penyelesaian konflik berkepanjangan di Papua.

Namun saat dimintai keterangan oleh wartawan terkait hal tersebut, JK tidak menyatakan dengan tegas kesediaannya. Dia turut prihatin atas banyaknya aksi teror yang disertai konflik di bumi Cendrawasih tersebut.

"Sebenarnya masalah Papua itu lebih duluan dibandingkan Aceh," kata JK saat berbincang dengan wartawan di kediamannya di Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (11/07/2012).

JK menyarankan agar pemerintah mampu memberikan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut. Yakni dengan menerapkan program-program yang dapat berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.

"Masalah di situ (Papua) sebenarnya bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat lewat cara yang lebih produktif," tegas JK. [okezone]

Iran: Musuh Lebih Takut Kebangkitan Islam Ketimbang Nuklir

Iran: Musuh Lebih Takut Kebangkitan Islam Ketimbang Nuklir
[Saeed Jalili]
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Saeed Jalili mengatakan musuh-musuh Republik Islam Iran khawatir dan takut akan gelombang Kebangkitan Islam dan bukan senjata nuklir Iran.

"Kebangkitan Islam lah yang mengkhawatirkan musuh, bukan senjata nuklir," kata Jalili dalam pertemuan Senin dengan ketua parlemen Tunisiaal-Nahda, al-Sahbi Atiq, Selasa (10/7).

Dia juga menggambarkan revolusi Tunisia sebagai munculnya gerakan kebangkitan Islam di Timur Tengah dan Afrika Utara yang mencemaskan kekuasaan hegemonik. Dia menambahkan bahwa umat Islam dapat memanfaatkan 'pemikiran Islam untuk mencapai semua tujuan mereka, "termasuk pembebasan Pale
stina dan al-Quds (Yerusalem).

Mengacu pada hasil dari gerakan Kebangkitan Islam di dunia Arab, ia lebih lanjut menyatakan bahwa pemberontakan tersebut disajikan sebagai "awal perwujudan prinsip-prinsip yang dipegang negara-negara Muslim, dan membawa perlawanan efektif terhadap agresi rezim Zionis (Israel).

Pejabat tinggi keamanan nasional Iran lebih lanjut menggarisbawahi pentingnya persatuan Muslim dan menegaskan bahwa kapasitas yang ada dalam dunia Muslim secara efektif meningkatkan perjuangan mereka melawan skema kekuatan hegemonik.

Sementara itu, anggota parlemen Tunisia menyoroti peran gerakan Kebangkitan Islam di emansipasi bangsa-bangsa Muslim di kawasan itu, menekankan bahwa "kehormatan terbesar dari Revolusi Islam di Iran adalah bahwa ia berfungsi sebagai pemimpin dalam pemberontakan daerah terhadap kekuatan global dan dari sudut pandang kita, semua revolusi daerah berhutang budi dari Revolusi Islam di Iran dan kepemimpinannya.

Legislator Tunisia juga mengetuk plot musuh terhadap negara-negara Muslim, mengatakan bahwa mereka takut akan demokrasi yang sebenarnya dan juga mengkhawatirkan gerakan perlawanan dan pemikiran Islam. ROL

22 Juta Orang Eropa Terancam Nganggur

LONDON - Zona Euro terancam kehilangan pertumbuhan lapangan pekerjaan hingga 4,5 juta dalam empat tahun ke depan jika tidak ada langkah-langkah penghematan. Hal itu diprediksi membuat pengangguran meningkat hingga 22 juta orang di 17 negara.

Organisasi Buruh Internasional (ILO) mengatakan zona Euro butuh kebijakan terpadu untuk penghematan sehingga dapat menciptakan lowongan pekerjaan. Selain itu, ILO memeringatkan  kesulitan tidak hanya akan melanda zona Euro tapi juga merambat ke ekonomi global.

Dalam laporan ILO terbaru, 17 negara di zona Euro akan mengalami kesulitan dalam mengatasi pengangguran. Masalah itu tidak hanya akan melanda negara-negara yang saat ini tengah dilanda krisis utang, tapi juga merambat ke negara-negara sehat.

“Krisis ekonomi akan semakin dalam dan masalah pengangguran tidak akan terselesaikan, kecuali ada  target terukur yang diambil untuk meningkatkan investasi ekonomi riil, “ ujar Direktur Jendral ILO, Juan Somavia.

Dalam laporan ILO disebutkan konsekuensi jangka panjang dari langkah penghematan akan dirasakan generasi muda. Meskipun, dalam laporan itu dikatakan pengangguran yang terjadi saat ini belum terlalu parah. Hal ini disebabkan sebagian perusahaan masih menahan tenaga kerja mereka dengan harapan kondisi ekonomi akan segera membaik. “Jika harapan mereka tidak terwujud, lapangan pekerjaan tidak akan berkelanjutan dan berdampak pada pengangguran yang signifikan, “ tulis laporan tersebut.

Sejumlah rekomendasi yang diberikan ILO untuk ancaman tenaga kerja tersebut antara lain adanya dukungan dalam sistem keuangan dengan dimulainya kembali pinjaman untuk usaha kecil. Selain itu, ILO menilai perlu ada pelatihan untuk pengangguran dari generasi muda, disamping pemenuhan edukasi dan lapangan pekerjaan. Sistem pengupahan di zona Euro juga perlu dibedakan dengan menyesuaikan produktifitas masing-masing negara.

Tingkat pengangguran di zona Euro mencapai 11,1 persen pada Mei 2011. Jumlah pengangguran baru mencapai 17,56 juta orang, jumlah tertinggi sejak 1995. Spanyol memiliki tingkat pengangguran tertinggi di zona Euro dimana satu dari empat orang di-PHK. Tingkat pengangguran generasi muda zona Euro mencapai 22,6 persen, yang artinya 3,4 juta orang dengan umur kurang dari 25 tahun merupakan pengangguran. [ROL]

Pengumuman Hasil Seleksi Program Mahasiswa Wirausaha 2012 (PMW)

Bagi mahasiswa yang sudah mengikuti Program Mahasiswa Wirausaha 2012 (PMW) berikut Pengumuman hasil seleksi berkas administrasi Proposal yang sudah di nilai oleh Panitia.

Berkas Pengumuman Hasil Seleksi Program Mahasiswa Wirausaha 2012 (PMW) bisa di download disini.

Demi Korban HAM, Pemerintah Aceh Diminta Sahkan KKR

Foto Ist
Sejumlah aktivis di Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe meminta kepada Pemerintah Aceh maupun Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk segera mengesahkan Rakan Qanun KKR yang pernah di usulkan tahun lalu. "Beberapa bulan terakhir, DPRA punya usulan inisiatif untuk pembahasan qanun KKR di Aceh. Jadi kita minta, Pemerintahan Zikir untuk mendorong terus bagaimana kondisi KKR yang pernah dijanjikan oleh mereka. Apakah dengan perdamaian ini korban HAM malah di sampingkan? Sehingga masalah Hak korban belum ada yang terpenuhi,'' Ujar Murthala, Ketua Komunitas Pelanggaran HAM Aceh Utara (K2HAU), Selasa (10/7).

Lanjutnya, sementara untuk peristiwa yang pernah terjadi di Aceh, itu akan jadikan sebagai monumen bersejarah untuk di peringatkan agar tidak terjadi lagi di Aceh. "kami berharap agar pemerintahan aceh yang baru agar segera memprioritaskan program-program di masa kampanye, terutama untuk korban pelanggaran HAM di Aceh. Kami juga meminta kepada Pemerintah Aceh untuk segera disahkan qanun KKR. Sampai sekarang kami masih menunggu janji itu,'' Imbuh Murthala.


Kemudian tambahnya lagi, untuk perdamaian yang abadi dan penuh keadilan, adalah keadilan untuk korban pelanggaran HAM di Aceh Utara khususnya. Disamping itu pula, ada posisi politik yang memang harus di tegakkan di Aceh, dimana saat ini masih banyak kekurangan yang dilakukan oleh Pemerintahan dimasa Irwandi, salah satunya masalah korban HAM yang tidak selesai. Untuk itu, pada Pemerintahan Zikir ini, Masyarakat Aceh meminta untuk memberantas semua kasus-kasus kekerasan maupun pelanggaran HAM yang pernah terjadi di Aceh.


Hal serupa juga dikatakan oleh Zulfikar, selaku Direktur LBH Banda Pos Lhokseumawe. Bahwa pihaknya siap mendorong untuk segera disahkan qanun-qanun tersebut. "kita menjadi inisiator untuk mendorong proses pengesahan raqan qanun KKR, dan sedang dibahas di Banmos serta sudah diusulkan oleh Legislatif. Untuk itu, kita minta agar KKR segera disahkan demi korban HAM di Aceh,'' Singkat Zulfikar saat ditemui The Globe Journal. 

 

[Pernyataan HIMIPOL] Bendera Bintang Bulan Kembali Berkibar di Aceh

Sudah lama bendara berwana merah putih itam putih merah alias bintang bulan tidak berkibar di Aceh, akhirnya hari ini kembali berkibar di Kabupaten Aceh Aceh Jaya, dimana menjelang detik-detik pelantikan Bupati Aceh Jaya, Ir Azhar Abdurrahman/Tgk Maulidi, terlihat dua lembar  bendera berlambang Bulan Bintang tersebut berkibar d Gunung Madang, Desa Krueng No, Kecamatan Sampoiniet pada Senin (9/7/2012) pagi seperti di kabarkam media online serambinews.com.
 
Masih menurut pemberitaan serambinews.com bahwa aparat keamanan dari kepolisian setempat dilaporkan telah mengamankan barang bukti tersebut ke Mapolres Aceh Jaya.

"'Kita sudah amankan dua lembar bendera bulan bintang, setelah diturunkan oleh anggota kita di Sampoiniet tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB," kata Kapolres Aceh Jaya, AKBP Galih Sayudo kepada Serambinews.com.

Dengan adanya pengibaran bendera tersebut kita harapkan jangan sampai ada gangguan keamana di Aceh Jaya khususnya dan Provinsi Aceh pada umumnya karna sudah cukup kita merasakan hidup dalam tebir ketakutan dan kegelisahan akan kehidupan selama konflik Aceh, untuk itu kita himbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan aksi yang dilakukan tersebut.

Oleh karena itu kita harapkan kepada pihak keamanan khususnya pihak kepolisian agar dapat mengungkapkan motif pengibaran bendera tersebut, kemungkinan besar ada orang-orang tertentu yang sengaja mencoba untuk memprovokasikan rakyat di tengah suasana damai yang sedang kita nikmati saat ini. [Safrizal-ketua HIMIPOL UNIMAL]

Editor: Safrizal
Sumber:  Serambinews.com

Diskusi Tengah Malam Membawa Kepanasan

Catatan Safrizal
Malam itu hujan menyelimuti daerah pengunungan Aceh Utara, tiupan angin yang begitu kencang,  suasana malam gelap bagai tahun 1920-an, kediginan malam menusuk tulangku, tetapi hatiku tetap bertahan melawan arus tersebut sambil menikmati segelas kopi tercampur telor ayam.

Empat orang teman duduk di sebelah kanan ku sambil menikmati mie goreng, tiba-tiba petir menghantam sebuah pohon di depan warung kopi yang sedang kami duduk, air dan mie goreng kami terpaksa terbang akibat goyangan bangku yang begitu dahsyat ketika kami lompat ke dalam warung kopi, untung saja air saya tinggal seperempat gelas, sementara mie goreng teman baru dicicipi.

Menjelang tengah malam hujan pun mulai meninggalkan daerah kami, suasana malam yang begitu dingin warung kopi tersebut di penuhi dengan pelanggan yang memesan kopi panas, terpaksa aku tidak pulang mengingat ada teman yang ingin berdiskusi.

Hampir dua jam saya berdiskusi dengan mereka, tiba-tiba ada pertanyaan dari teman, mungkinkah “Aceh Merdeka”, belum sempat saya jawab, sudah ada teman yang menjawab pertanyaan tersebut dengan cepat dan tegas “Mungin” tapi sekarang belum saatnya untuk merdeka, karna masih banyak memerlukan energy dan pikiran yang matang untuk menuju sebuah negara yang berdaulat.

Rupanya yang menjawab tersebut adalah seorang mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), nah… berarti bagi mereka masih tetap memikirkan Aceh untuk merdeka, dengan cara perang urat saraf (politik), tidak lagi memperjuangkan merdeka melalui senjata karna selain menganggu kenyaman hidup juga taruhannya nyawa.

Namun bagaimana dengan mereka (petinggi) mantan GAM yang saat ini telah terjun ke dunia politik baik di DPR maupun di Eksekutif, apakah mereka sejalan dan searah dengan mantan GAM yang lain, tanya seorang teman ke mantan GAM tersebut.

Mungkin searah dan sejalan dengan mantan GAM yang lain, jawabnya. Teman-teman yang lain ragu dan tidak percaya dengan jawab tersebut, lalu mengeluarkan pendapat, bagi mereka (DPR dan Eksekuti) tidak akan sempat memikirkan Aceh merdeka, belum lagi masalah kesejahteraan rakyat yang masih merajalela. Diskusi terus memanas sambil mengeluarkan pendapat dengan kata-kata yang sopan dan tidak menyinggung perasaan teman.

Jarum jam pun mulai menghampiri di nomor 3, satu persatu teman minta pamit pulang, diskusi akhirnya tidak tersambung lagi.