Event Pemerintah Aceh 2014

Lheuh Jameun Belanda Na Kritan Apui, Nyoe Baroe Rencana Loem

Pemerintah akan segera membangun rel kereta Api  yang akan mengubungkan Lampung hingga Aceh.

Studi kelayakan (feasibility study) mengenai jalur kereta yang akan mengubungkan Lampung hingga Aceh itu diharapkan bisa selesai Agustus tahun ini.

“Studi sedang dilakukan pemerintah dan akan memperhatikan titik-titik ekonomi di wilayah yang akan dilewati jalur kereta tersebut. Mudah-mudahan studi bisa selesai Agustus 2012,” ujar Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, Selasa (2/7).


Jalur kereta api trans Sumatera tersebut nantinya akan menghubungkan Lampung hingga Aceh sepanjang 2.168 kilometer. Diharapkan dengan adanya jalur kereta tersebut aktivitas pergerakan penumpang, barang atau komoditi strategis lainnya dapat meningkat pesat di masa yang akan datang.

Studi pembangunan jalur kereta trans Sumatera ini sudah mulai dilakukan secara terpisah di sejumlah provinsi dan untuk realisasinya akan dilakukan melalui kerja sama pemerintah dan swasta (KPS). Sebab dana yang dibutuhkan untuk membangun rel kereta cukup besar sehingga perlu keterlibatan investor swasta,”Perhitungan saat ini, pembangunannya akan menghabiskan dana sekitar Rp60 triliun-Rp 70 triliun. Rencananya, sekitar 70 persen sumber dana berasal dari pemerintah, sisanya sebesar 30 persen swasta,” tukasnya.

Sebelumnya sudah ada studi mengenai rencana pembangunan jalur kereta dari Lampung hingga Rantauprapat sepanjang 1.650 kilometer yang membutuhkan perkiraan dana hingga Rp49,5 triliun. Namun karena ada perubahan desain dengan menambahkan jangkauan hingga Banda Aceh, maka pihak pemerintah akan melakukan studi ulang. Oleh karena itu Bambang tidak heran jika ada penambahan biaya dibandingkan estimasi biaya dalam perhitungan awal. “Otomatis kalau panjang yang dibangun bertambah, biayanya juga pasti tambah,” ungkapnya.

Sarana Perkeretaapian Kemenhub, Sugiadi Waluyo mengungkapkan, pemerintah serius menggarap infrastruktur transportasi massal di luar Pulau Jawa, salah satunya Sumatera. Pasalnya pertumbuhan penduduk dan ekonomi di Pulau Sumatera sudah sangat layak untuk disediakan saran transportasi yang memadai, “Kami sedang menyiapkan studi tentang jalur kereta trans Sumatera, karena memang keinginan dan kebutuhannya cukup besar. Targetnya jalur kereta api tersebut sudah bisa beroperasi pada 2030,” sebutnya.

Pihaknya tengah mencari investor yang mau bekerjasama dengan pemerintah untuk membangun jalur kereta tersebut. Studi pembangunan jalur kereta trans Sumatera ini dilakukan secara sepotong-sepotong di masing-masing provinsi karena pemerintah setempatlah yang mengetahui dengan pasti karakteristik, kondisi geografis maupun masyarakat yang wilayahnya akan dilalui jalur kereta,”Kami hanya menyiapkan studinya kalau nanti ada yang mau ya silahkan, tentunya akan kami fasilitasi dan kami permudah,” tegasnya.

Per Kilometer Butuh Rp25 Miliar

Meski studi pembangunan dilakukan secara terpisah-pisah namun nantinya akan dibuat sebuah rencana induk (masterplan) pembangunan kereta api di pulau Sumatera. Untuk itu tim studi yang bekerja di Medan, Riau, dan Jambi nantinya akan digabung. Menurut Sugiadi, perkiraan kebutuhan dana pembangunan rel kereta mencapai Rp25 miliar per kilometer dalam kondisi normal. “Tapi kalau kondisi di lapangan terdapat banyak jembatan dan timbunan, diperkirakan bisa mencapai Rp35 miliar hingga Rp40 miliar,” tuturnya.

Panjang rel kereta di Pulau Sumatera yang ada saat ini (eksisting) mencapai 1.869 kilometer. Dari jumlah tersebut, sepanjang 1.348 kilometer masih beroperasi, sisanya 512 kilometer tidak bisa dioperasikan lagi. Oleh karena itu perlu ada revitalisasi dan pembangunan rel baru. Kemenhub mencatat jumlah penumpang jalur kereta api di Sumatera mencapai 4,2 juta orang per tahun dan jumlah angkutan barang sepanjang 2011 sebanyak 14,7 juta ton,”Jumlah ini sudah sangat besar untuk kita tambah jalur-jalur baru hingga ke Aceh,” jelasnya (wir/jpnn)

Sejumlah Proyek Prestius Trans di Sumatera
 
Proyek: Koridor Trans Sumatera
Misi Proyek: Konektivitas jalan dari Bakeheuni (Lampung) – Aceh.
Panjang Jalan:1.000 Km
Biaya:Rp150 triliun
Konstruktor:PT Jasa Marga


Proyek:Mega Proyek Trans Sumatera High Garde Highway (HGH)
Misi Proyek: Mengkoneksi jalan tol Sumut-Sumbar- Riau. Trans-Sumatera Highway adalah bagian dari Indonesiaa connectivity yang dicanangkan dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekomoni Indonesia (MP3EI).
Panjang Jalan:-
Biaya:Rp60 Triliun


Proyek:HGH Trans Sumatera
Misi Proyek: -Duplikasi jariangn jalintimsum yakni sedikit bergeser dari Jalintim yang saat ini sudah eksisting.

- HGH Trans Sumatera ini terdiri atas Koridor Bakauheni – Banda Aceh sepanjang Lintas Timur Sumatera (2.014 km) yang disertai jalan penghubung (feeder) sepanjang 720 km.

- Menghubungkan 8 Pusat Kegiatan Nasional, 6 pelabuhan udara, dan 7 pelabuhan utama
Panjang:2.700 Km
Biaya:Rp99,88 Triliun

Lheuh Jameun Belanda Na Kritan Apui, Nyoe Baroe Rencana Loem (setelah zaman Belanda ada kereta api, Ini baru rencana lagi)

Editor: Safrizal

[Gawat] 19,5 Persen Rakyat Aceh miskin, Sumut 10,7 Persen


Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini merilis data penurunan jumlah penduduk miskin di Indonesia. Penurunan data ini juga terjadi di Aceh dan Sumatera Utara.

BPS  Aceh menyatakan 909 ribu orang di provinsi itu atau 19,46 persen adalah penduduk miskin. Angka ini diklaim menurun 0,11 persen dibandingkan posisi Maret 2011.


Plh Kepala BPS Aceh,  Abdul Hakim mengatakan, secara jumlah angka kemiskinan memang meningkat, karena naiknya jumlah penduduk Aceh, namun secara persentasi angkanya menurun. Pada Maret 2011 jumlah warga miskin di Aceh adalah 894 ribu orang, sedangkan pada Maret 2012 jumlahnya mencapai 909 ribu orang.

"Dibandingkan dengan persentase penduduk miskin pada Maret 2011 yaitu 19,57 persen, berarti penduduk miskin turun sebesar 0,11 persen," katanya, hari ini.

BPS menjelaskan, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan di Aceh hingga Maret 2012 turun 0,62 persen dibanding tahun lalu, yaitu dari 176 ribu orang pada Maret 2011 menjadi 171 ribu orang. Sementara di pedesaan penduduk miskin naik 0,10 persen dari 718 ribu pada Maret 2011 menjadi 737 ribu pada Maret tahun ini.

Menurut Abdul Hakim, ini disebabkan adanya perubahan pada pertumbuhan ekonomi, indeks harga konsumen, tingkat pengangguran terbuka yang mencapai 7,87 persen dan Nilai Tukar Petani yang flukfuatif.

Masih tingginya tingkat kemiskinan di Aceh akibat naiknya garis kemiskinan. Selama periode Maret 2011-Maret 2012 garis kemiskinan di provinsi itu naik 5,37 persen yaitu dari Rp303.692 per kapita per Maret 2011 menjadi Rp320.013 per kapita per Maret 2012.

Untuk daerah perkotaan, garis kemiskinan naik 5,07 persen dari Rp333.355 per kapita per Maret 2011 menjadi Rp350.260 per kapita hingga Maret 2012. Di pedesaan naik 5,50 persen yaitu dari Rp292.085 per kapita menjadi Rp308.162 persen per kapita pada Maret 2012.

Abdul Hakim mengatakan beras, rokok, tongkol, gula pasir dan telur ayam ras merupakan komoditas paling penting bagi penduduk miskin di Aceh. Untuk komoditas bukan bahan makanan yang paling penting bagi penduduk miskin adalah perumahan, pendidikan, listrik, bensing dan angkutan.

"Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan yaitu tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan. Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan penanggulangan kemiskinan juga sekaligus dapat mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan," ujar Abdul Hakim.

Menurutnya indeks kedalaman kemiskinan Aceh bergeser dari 3,495 pada Maret 2011 menjadi 3,548 pada Maret 2012, sedangkan indeks keparahan kemiskinannya bergeser dari 0,940 menjadi 0,994. Terjadi peningkatan sebesar 0,05 point.

"Besarnya kedua indeks ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung mendekati garis kemiskinan, serta ketimpangan pengeluaran diantara penduduk miskin juga mengecil," sebut Abdul Hakim

Sementara itu, BPS Sumut,  mengklaim terjadinya penurunan jumlah penduduk miskin di Sumatera Utara sebanyak 74.100 orang. Dimana penurunan jumlah penduduk miskin tertinggi, terjadi di wilayah pedesaan.

Kepala BPS Sumut, Suharno, mengatakan, berdasarkan hasil survei ekonomi nasional (susenas) pada Maret lalu, jumlah penduduk Miskin di Sumut telah mencapai 1.407.200 orang, atau 10,67 persen terhadap jumlah total penduduk. Kondisi ini lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi Maret 2011 yang jumlah penduduk miskinnya sebanyak 1.481.300 orang atau 11,33 persen dari total jumlah penduduk.

“Dengan berkurangnya 74.100 orang warga miskin, maka penurunan persentase penduduk miskin sebesar 0,66 point. Penurunan angka kemiskinan ini, didorong oleh inflasi umum yang relatif rendah di angka 3,86 persen. Apalagi perekonomian sumatera utara hingga triwulan pertama 2012 menunjukkan pergerakan yang positif. Begitupula dengan indeks tendensi konsumen yang meningkat dan pengangguran yang menurun,” ungkapnya, hari ini.

Suharno menambahkan, penurunan angka kemiskinan terbesar di Sumut terjadi di wilayah pedesaan. Tercatat pada Maret jumlah orang miskin di pedesaan Sumatera Utara sebanyak 738 ribu orang, menurun dari Maret 2011 lalu yang mencapai 790.200 orang.

Jumlah penduduk miskin sumut di perkotaan sebanyak 669.200 orang dan di daerah perdesaan sebanyak 738.000 orang. Jika dibandingkan dengan penduduk yang tinggal pada masing-masing daerah tersebut, maka persentase penduduk miskin di daerah perkotaan sebesar 10,32 persen, sedangkan di daerah perdesaan sebesar 11,01 persen,” tambahnya

Suharno menambahkan, kemiskinan bukan hanya sekedar jumlah dan persentase penduduk miskin, namun juga seberapa dalam kemiskinan masyarakat itu sendiri. Tercatat, indeks kemiskinan pada Maret 2012 sebesar 0,34 persen menurun dibandingkan Maret tahun lalu yang mencapai 1,84 persen.

Menurutnya, Pada Maret 2012 Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan di daerah perkotaan lebih tinggi dibandingkan daerah perdesaan. Indeks Kedalaman Kemiskinan untuk perkotaan sebesar 1,65 sementara di perdesaan 1,46 dan Indeks Keparahan Kemiskinan untuk perkotaan sebesar 0,38 sedangkan di perdesaan hanya 0,30.

"Hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin di perkotaan lebih jauh dari garis kemiskinan dibanding perdesaan, begitu juga tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk miskin di perkotaan lebih lebar dibanding perdesaan,” tukas dia.

Sekadar informasi, pada Maret 2012 garis kemiskinan Sumatera Utara sebesar Rp262.102 per kapita per bulan. Untuk daerah perkotaan, garis kemiskinannya sebesar Rp286.649 per kapita per bulan, dan untuk daerah perdesaan sebesar Rp238.368 per kapita per bulan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah masyarakat miskin pada Maret 2012 mencapai 29,12 juta orang atau 11,96 persen dari total penduduk Indonesia saat ini. Angka itu turun dibanding Maret 2011 yang mencapai 30,02 juta orang (12,4 persen).

Dari seluruh daerah, pengurangan kemiskinan paling banyak terjadi di Pulau Jawa. Alasannya, karena jumlah penduduknya paling banyak.

Per Maret 2012, jumlah penduduk miskin di Jawa tercatat 16,1 juta orang, Sumatera 6,3 juta orang, Sulawesi 2,09 juta orang, Bali dan Nusa Tenggara 2,03 juta orang, dan Kalimantan 954,57 ribu orang.
[waspada.co.id]

Pidato Pada Upacara Peringatan Hut Proklamasi Republik West Papua 1juli 2012

DEFACTO 41 TAHUN HUT PROKLAMASI REPUBLIK WEST PAPUA

Yang kami homati,
1. Segenap Makluk hidup dan segenap Rakyat West Papua
2. Seluruh Panglima Gerilya Kordap Daerah
3. Seluruh fungsionaris OPM dan diplomat West Papua
4. Seluruh inteltual dan mahasiswa bangsa Papua
5. Seluruh lapisan elemen perjuagan di dalam Negeri maupun diluar Negeri


Pada kesempatan yang bahagia dan hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Papua yang telah menyatakan dirinya untuk berdiri degan kedua kaki diatas tanah air sendiri. Kami mengucapakan SELAMAT MERAYAKAN HARI ULANG TAHUN PROKLAMASI NEGARA WEST PAPUA YANG KE – 41.

Perjuagan suatu bangsa untuk menentukan kedaulatan dan harga diri sebagai suatu entintas suku bangsa adalah hak fundamental yang tidak dapat digadaikan dengan dan dalam bentuk apapun, karena kemerdekaan adalah hak segala bangsa di bumi.

Perjuagan merupakan bagian dari pengorbanan jiwa dan raga, nyawa dan harta benda merupakan suatu bentuk untuk, melindugi dan mempertahankan harga diri sebagai suatu bangsa yang tersendiri yaitu bangsa Papua degan mendirikan institusi modern atau Negara bangsa West Papua untuk berdiri sejajar dengan Negara bangsa lain di dunia.

Sejarah bangsa Papua telah tercatat bahwa, pernah membentuk suatu Negara yang merdeka pada tanggal 1 Desember 1962 dan , degan atribut kelengkapan Negara yang lengkap sebagaimana layaknya suatu Negara berdiri, namun oleh karena kepentingan semua Negara di dunia Negara Republik West Papua menjadi tumbal, digadaikan dan diabaikan dan dilehcekan harga diri kita, hak kita, lewat pelaksanaan PEPERA ( Pelaksanaan Penentuan Pendapat Rakyat Papua ) yang penuh degan kebohongan, intimidasi, tekanan militer oleh Negara bangsa Indonesia terhadap Negara bangsa Papua diatas tanah air.
Untuk menyatakan sejarahnya sendiri, rakyat Papua telah menyatakan Proklamasi sebagai Negara yang merdeka secara Defacto pada tanggal 1 Juli 1971 oleh kedua Proklamator Zeth Yafet Roemkorem dan Yakop Pray di rimba raya Papua, demi menyatakan harga diri sebuah Negara bangsa Papua kepada dunia bahwa bangsa Papua menyatakan diri sebagai Negara Republik West Papua.

Kita bangsa Papua kini menjalani jalan yang sama dan yang suda dijalani oleh bangsa Indonesia. Bangsa-bangsa di eropa timur yang tadinya berada dalam integral daerah ( karena dipaksa dan dirampok) dari dan oleh komunisme dari Lenin dan Stalin degan Negara kesatuan yang bernama “ UNI SOVIET”, satu demi satu kini minta kemerdekaan masing-masing. Terlebih karena komunisme suda lenyap dari permukaan bumi.

Indonesia merebut tanah air kita degan bantuan isu komunisme dengan jalan kekerasan. Justru karena itu kita bangsa Papua harus membenahi, menata dan mempertahankan pemerintahan sebagai mana layaknya suatu bangsa mempraktekan, menyatakan martabatnya kepada Negara moderen yang lain di muka bumi dan kita harus beraksi di atas permukaan bumi selayaknya suatu bangsa yang merdeka. Kita terlalu lama berjuang pada tingkat-tingkat rendah sehingga kebanyakan orang di Negara moderen menyatakan” bangsa Papua masih sibuk degan perjuangan di tingkat rendah”.

Saudara sebangsaku; kita bukan suatu Negara miskin kita diberkati degan sumberdaya alam yang kaya-raya dan tidak terhitung nilainya, kita bukan lagi harus menderita di atas kekayaan sendiri, ibarat seekor tikus harus mati dalam gudang makanan, tetapi kita mampu membagun diri kita degan jumlah penduduk 2 setengah juta jiwa dan lebih dari kecukupan untuk menata perekonomian Negara kita untuk kepentingan bangsa Papua dan kesejahteraan rakyat di masa yang akan datang.

Dan juga saya mau tegaskan bahwa; bahwa kita bukan berjuang untuk kepentingan jabatan,pangkat, dan kedudukan tetapi kita harus berjuang demi harkat dan martabat sebagai suatu etintas bangsa Papua karena identitas kita berbeda dari bangsa Indonesia dan untuk berdikari diatas kaki kita sendiri dan Negara yang telah menyatakan dirinya sebagai Negara merdeka pada tanggal 1 Juni 1971 secara defato dan dejure di rimba raya Papua.

Pada kesempatan yang berbahagia ini saya Matias Wenda selaku Pemegang mandat dan tongkat estafet perjuangan Revolusi bangsa Papua, mengajak kepada kita semua degan mengedepankan motto” ONE PEOPLE ONE SOUL bahwa; sudah saatnya kita menata diri, berbenah diri dan terus bangkit bergandeng tangan dan merevolusi total mulai dari gaya berpikir kita, gaya bermain kita, irama kita, gaya pendekatan kita degan penuh keteguhan hati yang jujur dengan nurani yang bersih dan maju bersama-sama sejajar untuk beraksi sebagaimana selayaknya suatu Negara bangsa moderen berperan dalam kanca politik global demi rakyat dan tana air kita West Papua.

Atas nama Sang kalik, atas nama segenap makluk hidup dan segenap rakyat bangsa Papua, atas nama pegorbanan para pahlawan dan pendahulu kita, atas nama yatim piatu, janda, duda dan atas nama generasi bangsa Papua yang ada dan yang akan lahir diatas tanah air Papua, sekali lagi saya ucapkan SELAMAT MERAYAKAN HUT PROKLAMASI NEGARA REPUBLIK WEST PAPUA YANG KE – 41

Salam Revolusi
Dikeluarkan di : Markas Pusat Pertahan Tentara Revolusi West Papua
Pada tanggal : 1 Juli 2012
Jam : 00:10 Waktu WP
=============================
Panglima Komando Revolusi
Mathias Wenda, Gen.TRWP
NBP. A. 001076



Aceh Raih Rekor Dunia untuk Pelatihan Bahasa Inggris

Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu (30/6/2012), terlihat dipenuhi para pelajar, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga mahasiswa. Ini bukan simpatisan pertandingan sepak bola, melainkan para peserta yang akan mengikuti pelatihan cepat bisa berbahasa Inggris. Sedikitnya 5.000 peserta memenuhi stadion tersebut untuk mengikuti pelatihan bahasa Inggris yang tercatat sebagai kegiatan pelatihan terbesar di dunia. Pelatihan ini dipandu oleh 500 pelatih dari Aceh, Medan dan Jakarta.

Pelatihan itu diselenggarakan Mister English Club (MEC), sebuah klub komunitas berbahasa Inggris, dan berhasil meraih penghargaan dunia untuk pelaksanaan pelatihan bahasa Inggris bagi pelajar dan mahasiswa di Aceh. Penghargaan yang diperoleh berupa Guinness Royal World Record dan Amazing World of Record (AWC), yang diserahkan langsung oleh perwakilan lembaga pemberi penghargaan tingkat dunia tersebut.

"Saya sangat bangga bisa berada di tengah-tengah anak muda yang selalu aktif dengan berbagai kreativitasnya. Bahasa Inggris adalah jendela menuju dunia global, dan saya berharap anak muda di Aceh bisa masuk ke dunia global dengan menguasai bahasa Inggris," ujar Perwakilan Guinness Royal World Record Ron Muller saat akan menyerahkan sertifikat GRW Record, di Banda Aceh, Sabtu.

"Ini adalah kegiatan pelatihan terbesar yang pernah mendapat penghargaan AWC. AWC juga pernah memberikan penghargaan untuk kegiatan yang sama di India, namun hanya diikuti oleh 700 peserta saja," kata Paavan Solanski dari AWC.

Penanggung jawab kegiatan pelatihan bahasa Inggris terbesar didunia, Teuku Rusdi, mengaku kegiatan ini merupakan inisiatif sejumlah anak muda yang tergabung dalam Mister English Club (MEC). "Persiapan acara ini sudah kami lakukan sejak awal tahun, dan dengan berbagai upaya, akhirnya kegiatan ini terlaksana. Inti dari kegiatan ini adalah bagaimana anak-anak di Aceh bisa mendapatkan pelajaran berbahasa Inggris dengan tidak mengeluarkan biaya besar," jelas Rusdi.

Selain itu, tambah Rusdi, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberi gambaran tentang Aceh kepada dunia, bahwa Aceh adalah tempat yang aman dan pantas mendapat penghargaan. "Pelatihan ini tidak hanya berlangsung satu hari saja, tapi berlanjut hingga enam bulan," kata Rusdi.
 
Sementara itu, Annisa (10), siswa Sekolah Dasar Negeri 25 Banda Aceh, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan tersebut. "Saya sangat ingin bisa lancar berbahasa Inggris, agar tidak malu kalau ketemu sama orang asing, soalnya saat ini ada banyak orang asing di Banda Aceh yang datang untuk berwisata," ujarnya. [serambinews.com]
 
 

[Kisah] Gunung Menangis Takut Tergolong Batu Api Neraka

Pada suatu hari Uqa'il bin Abi Thalib telah pergi bersama-sama dengan Nabi Muhammad S.A.W. Pada waktu itu Uqa'il telah melihat berita ajaib yang menjadikan tetapi hatinya tetap bertambah kuat di dalam Islam dengan sebab tiga perkara tersebut. Peristiwa pertama adalah, bahawa Rasulullah S.A.W akan mendatangi hajat yakni mebuang air besar dan di hadapannya terdapat beberapa batang pohon. Maka baginda S.A.W berkata kepada Uqa'il, "Hai Uqa'il teruslah engkau berjalan sampai ke pohon itu, dan katalah kepadanya, bahawa sesungguhnya Rasulullah berkata; Agar kamu semua datang kepadanya untuk menjadi aling-aling atau penutup baginya, kerana sesungguhnya baginda akan mengambil air wuduk dan buang air besar." 

Uqa'il pun keluar dan pergi mendapatkan pohon-pohon itu dan sebelum dia menyelesaikan tugas itu ternyata pohon-pohon suda tumbang dari akarnya serta sudah mengelilingi di sekitar baginda S.A.W selesai dari hajatnya. Maka Uqa'il kembali ke tempat pohon-pohon itu. 

Peristiwa kedua adalah, bahawa Uqa'il berasa haus dan setelah mencari air ke mana pun jua namun tidak ditemui. Maka baginda S.A.W berkata kepada Uqa'il bin Abi Thalib, "Hai Uqa'il, dakilah gunung itu, dan sampaikanlah salamku kepadanya serta katakan, "Jika padamu ada air, berilah aku minum!"

Uqa'il lalu pergilah mendaki gunung itu dan berkata kepadanya sebagaimana yang telah disabdakan baginda itu. Maka sebelum ia selesai berkata, gunung itu berkata dengan fasihnya, "Katakanlah kepada Rasulullah, bahawa aku sejak Allah S.W.T menurunkan ayat yang bermaksud : ("Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu beserta keluargamu dari (seksa) api neraka yang umpannya dari manusia dan batu)." "Aku menangis dari sebab takut kalau aku menjadi batu itu maka tidak ada lagi air padaku."

Peristiwa yang ketiga ialah, bahawa ketika Uqa'il sedang berjalan dengan Nabi, tiba-tiba ada seekor unta yang meloncat dan lari ke hadapan rasulullah, maka unta itu lalu berkata, "Ya Rasulullah, aku minta perlindungan darimu." Unta masih belum selesai mengadukan halnya, tiba-tiba datanglah dari belakang seorang Arab kampung dengan membawa pedang terhunus.Melihat orang Arab kampung dengan membawa pedang terhunus. 

Melihat orang Arab kampung itu, Nabi Muhammad S.A.W berkata, "Hendakl mengapakah kamu terhadap unta itu ?"

Jawab orang kampungan itu, "Wahai Rasulullah, aku telah membelinya dengan harta yang mahal, tetapi dia tidak mahu taat atau tidak mau jinak, maka akan kupotong saja dan akan kumanfaatkan dagingnya (kuberikan kepada orang-orang yang memerlukan)." Rasulullah S.A.W bertanya, "Mengapa engkau menderhakai dia ?" 

Jawab unta itu, "Wahai Rasulullah, sungguh aku tidak menderhakainya dari satu pekerjaan, akan tetapi aku menderhakainya dari sebab perbuatannya yang buruk.. Kerana kabilah yang dia termasuk di dalam golongannya, sama tidur meninggalkan solat Isya'. Kalau sekiranya dia mahu berjanji kepada engkau akan mengerjakan solat Isay' itu, maka aku berjanji tidak akan menderhakainya lagi. Sebab aku takut kalau Allah menurunkan seksa-Nya kepada mereka sedang aku berada di antara mereka."

Akhirnya Nabi Muhammad S.A.W mengambil perjanjian orang Arab kampung itu, bahawa dia tidak akan meninggalkan solat Isya'. Dan baginda Nabi Muhammad S.A.W menyerahan unta itu kepadanya. Dan dia pun kembali kepada keluarganya.
|1001 Kisah Teladan

[Hillary Clinton] Wanita Berpengaruh Dunia

Menjadi seorang menteri luar negeri, tentunya mengharuskan seseorang untuk melakukan lawatan ke luar negaranya. Hal ini juga tidak bisa dihindari oleh Hillary Clinton yang menjabat Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS). 

Sejak ditunjuk menjadi Menlu AS oleh Presiden Barack Obama pada tahun 2008, mantan Ibu Negara AS ini telah menoreh sejarah dengan mengunjungi 100 negara saat dia mendarat di ibu kota Latvia, Riga, Kamis (28/6). 

Mengunjungi 100 negara selagi masih menjabat Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, ternyata belum pernah dilakukan oleh Menlu-Menlu AS sebelumnya. Karena itu, ia pun pernah dijuluki wanita berpengaruh di dunia. 

Dalam tiga setengah tahun terakhir jabatannya, wanita kelahiran Chicago, Illinois, 26 Oktober 1947, ini sudah melakukan 70 perjalanan luar negeri, mulai dari Afganistan hingga Zambia. Selama 337 hari, Hillary berada di dalam perjalanan untuk melakukan tugasnya, termasuk lebih dari 1.750 jam di udara atau setara dengan 75 hari di udara dengan pesawat kepresidenan Air Force 757. Bagi Kementerian Luar Negeri AS, apa yang dilakukan mantan pengacara itu bukan sekadar pencapaian besar, namun juga rekor bagi seorang Menlu AS. 

Dua kali tercatat sebagai salah seorang dari 100 pengacara paling berpengaruh di Amerika, Hillary Clinton mengambil langkah berani untuk kebijakan luar negeri AS (dan kesopanan umum) dengan menyatakan di depan PBB bahwa melakukan kekerasan atau diskriminasi terhadap orang karena orientasi seksual mereka adalah pelanggaran hak asasi manusia. 

Mantan aktivis sejumlah organisasi yang terkait dengan kesejahteraan anak-anak serta menjadi anggota direksi Wal-Mart dan beberapa perusahaan lainnya ini juga mendesak negara lain menghilangkan hukum yang mengkriminalisasi atau meminggirkan kaum homoseksual, lesbian, biseksual, dan transgender. (berbagai sumber/Adi/Suara Karya) 

Tiga Anggota Partai Aceh Dianiaya di Aceh Barat

Ilustrasi
Setiap pemilukada baik pemilihan Gubernur maupun bupati/wali kota selalu indentik dengan kekerasan dan itu sudah menjadi tradisi di setiap daerah, dimana pendukung pasangan A menyerang pendukung pasangan B misalnya dan sebaliknya. 

Yang seharusnya memberikan pemahaman dan pendidikan politik kepada masyarakat sekaligus merebut hati masyarakat dengan cara-cara yang demokrasi tanpa pemaksaan, malah yang terlihat merebut kekuasaan atau jabatan dengan cara kekerasan dan pemaksaan.


Sebagaimana di kabarkan media online okezone.com bahwa tiga anggota Partai Aceh yang juga anggota tim sukses pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Daya, Jufri Hasanuddin-Yusrizal, dianiaya sekelompok orang diduga dari simpatisan kandidat lawan.

Penganiayaan terjadi pada masa tenang pemilihan bupati dan wakil bupati setempat.

Korban, Muhammad Nur, Kamaruddin, dan Usman, diserang di Pulo Kayu Kecamatan Susoh dan Desa Kuda Tinggi, Kecamatan Blangpidie, pada Sabtu (30/6/2012) dini hari tadi. Akibat penganiayaan tersebut, ketiganya mengalami lebam dan memar di tubuh.

Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Barat Daya putaran kedua diikuti dua pasangan, yaitu Jufri Hasanuddin-Yusrizal yang diusung Partai Aceh dan M Fakhruddin-HT Burhanuddin Sampe.

Sejak Jumat kemarin merupakan masa tenang menjelang pencoblosan yang akan digelar pada Senin 2 Juli mendatang.

Editor: Safrizal
Sumber: okezone