Ada Apa Dengan Pengesahan Bendera Bulan Bintang di Aceh?
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Jumat, 29 Maret 2013
Oleh Safrizal*
KEBERADAAN Qanun Aceh tentang
Bendera dan Lambang Aceh merupakan amanah dari hasil Memorandum of
Understanding (MoU) antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah
Indonesia yang di tandatangani kedua belah pihak di Helsinki, Finlandia pada
tanggal 15 Agustus 2005 yang lalu yang tertuang dalam poin 1.1.5 MoU dengan
bunyi “Aceh memiliki hak untuk menggunakan simbol-simbol wilayah termasuk
bendera, lambang dan himne”.
Kemudian poin 1.1.5 MoU tersebut di
masukan dalam Undang-Undang Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh
(UUPA) sebagai rujukan penyelenggaraan pemerintahan di Aceh yang tertuang dalam
BAB XXXVI Pasal 246 ayat (2) UUPA dengan bunyi “Selain bendera merah putih
sebagaimana dimaksud pada ayat 1 (merah putih adalah bendera nasional dalam
Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia 1945), Pemerintah Aceh dapat menentukan dan menetapkan
bendera daerah Aceh sebagai lambang yang mencerminkan keistimewaan dan
kekhususan” dan ayat (3) dengan bunyi “Bendera Aceh sebagai lambang
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bukan merupakan simbol kedaulatan dan tidak
diberlakukan sebagai bendera kedaulatan di Aceh”. Sehingga ayat (4) dengan
bunyi “ketentuan lebih lanjut mengenai bentuk bendera sebagai lambang
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) di atur dalam Qanun Aceh yang berpodoman
pada peraturan perundang-undangan”.
Selain itu mengenai lambang Aceh
juga di tegaskan dalam pasal 247 ayat (1) UUPA dengan bunyi “Pemerintah Aceh
dapat menetapkan lambang sebagai simbol keistimewaan dan kekhususan dan ayat
(2) dengan bunyi “ketentuan lebih lanjut mengenai lambang sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) di atur dalam Qanun Aceh.
Sehingga dengan
persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada hari Jumat tanggal 22
Maret 2013 bahwa Qanun Aceh tentang Bendera
dan lambang Aceh disahkan untuk digunakan sebagai Bendera dan Lambang Aceh,
namun yang digunakan adalah Bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada
periodeisasi konflik Aceh sebagai bendera Aceh.
Namun setelah dilakukannya
pengesahan oleh DPRA menuai berbagai kritik dan saran dari kalangan public
terhadap bendera bulan bintang tersebut, kenapa dan mengapa itu terjadi?
![]() ![]() |
| Bendera dan Lambang Aceh |
Ini alasan mereka:
- Pengamat Politik yang juga merupakan Dosen Universitas Malikulsaleh, Lhokseumawe, Alchaidar menerangkan, dirinya yakin bahwa penggunaan bendera yang merupakan bendera GAM pada masa dulunya untuk dijadikan bendera Aceh akan di tolak oleh pemerintah pusat. "Saya yakin Jakarta tidak akan menerima penggunaan bendera ini sebagai bendera Aceh," ulasnya. Bahkan Alchaidar sangat menyayangkan sikap ngotot yang ditunjukkan oleh lembaga legislatif dan eksekutif di Aceh terkait penggunaan bendera dan lambang yang pernah digunakan oleh GAM pada dulunya dijadikan sebagai lambang daerah Aceh. "Saya menyayangkan hal ini, karena ini sama saja mulai membukan konfrontasi dengan pusat, dan tentunya hal ini akan menyita dan menguras energi politik Aceh," tuturnya. Menurutnya, benturan politik antara Aceh dan pusat akan berdampak luas terhadap Aceh. "Energi pemerintah Aceh akan habis untuk mengurus hal-hal seperti ini," tukasnya. (waspada)
- Anggota Komnas HAM Otto Nur Abdullah "Jadi, ini seolah-seolah produk tirani mayoritas, tidak mempertimbangkan keanekaragaman etnis dan aspirasi politik di Aceh," Otto menyarankan agar bendera Aceh direvisi, sehingga bendera yang baru nanti dapat menimbulkan persatuan di wilayah Aceh secara keseluruhan. Dan, bukan kemenangan satu golongan politik saja," kata Otto (www.bbc.co.uk)
- Mantan Gubernur Aceh drh. Irwandi Yusuf mengatakan "Sebagai eks Gerakan Aceh Merdeka, kami tetap mendukung bendera Aceh yang berlambang 'bulan bintang' tersebut,". Irwandi nenambahkan bahwa Bendera dan Lambang itu yang telah disahkan oleh DPRA memang bukti sebagai simbol kedaulatan Aceh. Menurut Irwandi semua elemen GAM sejak dahulu ingin memperjuangkan bendera dan lambang ini bisa terwujud dan berkibar di seantero Aceh. (theglobejournal.com)
- Bendera dan Lambang Aceh bukan lambang separatis, sebab terhitung sejak penandatanganan kesepakatan bersama (MoU) antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) maka orang dan atribut GAM tidak tergolong separatis lagi. Pandangan itu diungkapkan Edrian, Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Aceh di Banda Aceh. Edrian mengatakan, setelah qanun bendera dan lambang Aceh disahkan oleh DPR Aceh pada Jumat (22/3/2013), Pemerintah Provinsi Aceh pada tanggal 25 Maret 2013 resmi menetapkan bendera bulan bintang dan lambang singa-burak tersebut ke dalam lembaran Aceh qanun Nomor 3 Tahun 2013. Maka, dari segi perspektif hukum qanun bendera dan lambang Aceh itu sudal legal. Meski demikian, lanjut Edrian, Pemerintah Pusat berhak mengoreksi kembali terhadap subtansi qanun bendera dan lambang Aceh yang telah disahkan itu, namun koreksi itu tidak dilakukan secara sepihak. (regional.kompas.com)
- Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Aceh, Teuku Adnan Beuransyah, meminta Pemerintah Pusat tidak melarang pengesahan Bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Dia menegaskan bendera itu tetap akan menjadi Bendera Aceh meski ditentang oleh Kementerian Dalam Negeri. "Kami sebagai wakil (rakyat), bertanggungjawab terhadap pengesahan itu. Meskipun kami dicincang, tidak akan mengubah. (news.okezone.com)
- Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, setiap daerah memiliki lambang dan bendera sendiri, seperti halnya partai atau organisasi lain, termasuk Provinsi Aceh. Namun, ujar dia, faktor persatuan Indonesia tetap harus menjadi rujukan utama. Menurut Kalla, bendera baru Aceh yang ditetapkan DPR Aceh menjadi persoalan karena menyerupai bendera milik Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Kalla berkeyakinan masyarakat Aceh tidak ingin lagi punya masalah dan konflik. Oleh karena itu, ia berharap polemik bendera bisa diselesaikan. (kompas.com)
- Pimpinan Partai Aceh menyatakan keberadaan bendera Aceh yang baru disahkan tidak bertentangan dengan hukum, sehingga pemerintah pusat diminta untuk menghormatinya. "Saya pikir tidak bertentangan dengan hukum," kata Wakil Sekjen Partai Aceh Darmawati. Menurutnya, keberadaan bendera Aceh yang baru disahkan DPR Aceh sesuai kesepakatan perdamaian RI-GAM pada 2005 di Helsinki, Finlandia. "Saya pikir tidak bertentangan dengan hokum. Jadi Pemerintah RI harus menghormati itu." (bbc.co.uk/indonesia)
- Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri, Reydonnyzar Moenek menyatakan, sesuai PP no 77 tahun 2007 tentang lambang daerah, logo atau bendera daerah tidak boleh menyerupai lambang separatis. Presiden, menurut Reydonnyzar, berhak membatalkan peraturan daerah yang bertentangan dengan aturan diatasnya. (bbc.co.uk/indonesia)
- Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Zahari Siregar, mengatakan peraturan pemerintah memang membolehkan pemerintah daerah mengibarkan bendera dan lambang lokal, namun dengan catatan bukan bendera atau lambang bekas separatis. “Kalau bisa jangan prematur. Jangan sampai direalisasi di lapangan tanpa dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pemerintah pusat,” ujar Mayjen TNI Zahari Siregar. Zahari mengatakan Peraturan Pemerintah nomor 77 tahun 2007 yang menyebut lambang-lambang daerah itu bisa diterbitkan dan dikibarkan sepanjang tidak melanggar UU yang berlaku. (atjehpost.com)
Itulah tanggapan para pihak terkait bendera dan lambang Aceh
baik berupa kritik maupun saran yang disampaikan setelah pengesahan Qanun Aceh
Nomor 3 Tahun 2013 Tentang Bendera dan Lambang Aceh.
Jadi, menurut Penulis bahwa bendera Aceh bertentangan
dengan Pasal 6 ayat (4) PP Nomor 77 Tahun 2007 tentang bendera dan lambang daerah dengan bunyi “Desain logo dan bendera daerah tidak boleh mempunyai persamaan
pada pokoknya atau keseluruhannya
dengan desain logo dan bendera organisasi terlarang atau organisasi/perkumpulan/ lembaga/gerakan separatis dalam
Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Namun justru PP tersebut yang dapat menganggu perdamaian
Aceh serta goyangnya keutuhan NKRI sendiri jika pemerintah pusat dengan terus
menerus melakukan langkah-langkah politik yang tidak mencerminkan kemajuan
rakyat di wilayahnya yang khususnya seperti Aceh, dan hal ini menjadi kecurigaan rakyat Aceh sendiri terhadap masa depan daerahnya dalam NKRI.
Padahal dalam UUPA Pasal
1 ayat (2) sangat jelas disebutkan “Aceh
adalah daerah Provinsi yang merupakan kesatuan masyarakat hukum yang bersifat
istimewa dan diberikan kewenangan khusus untuk mengatur dan mengurus sendiri
urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan
perundang-undangan dalam system dan prinsip Negara Kesatuan Repeblik Indonesia
berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, yang
dipimpin oleh seorang gubernur”.
Dengan demikian penulis harapkan polemik tentang keberadaan bendera dan lambang Aceh yang telah disahkan DPRA tersebut dapat segera diselesaikan oleh Pemerintah Pusat, karena itu kewenangan presiden untuk mengklarifikasinya. Sekian terima kasih
*Safrizal adalah Ketua Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Unimal (HIMIPOL UNIMAL)
Baca juga:
- Qanun Aceh Tentang Bendera dan Lambang Aceh
- MoU GAM-RI
- UUPA
- PP Nomor 77 Tahun 2007 Tentang Bendera dan Lambang Daerah
Ini Alamat Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik Se-Indonesia
Posted by HIMIPOL UNIMAL on
NO
|
Perguruan
Tinggi
|
Nama
Himpunan
|
Alamat
|
Contact
|
1
|
Univ. Malikussaleh
(UNIMAL)
|
Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik
|
Jl.Sumatra Kampus Bukit Indah,
Unimal, Kota Lhokseumawe - Aceh
|
CP:
SAFRIZAL
085260220104
Email:
|
2
|
Univ. Andalas
(UNAND)
|
Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu
Politik
|
Kampus Limau Manis, Kecamatan
Pauh, Kota Padang.Sumatera Barat.
|
CP:
Dicky
085274743828
|
3
|
Univ. Sumatra Utara
(USU)
|
Himpunan Mahasiswa Departemen Ilmu
Politik
|
Jalan
dr. Sofyan Kampun USU Padang Bulan Medan Sumatera Utara.
|
CP:
Amar
085760529627,
+6283198635627
|
4
|
Univ. Hasanuddin
(UNHAS)
|
Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik
(HIMAPOL)
|
Gedung
fisip Unhas FIS IV ruang 104
Jl.
Perintis Kemerdekaan KM 10 Makassar, Sulawesi Selatan
|
CP:
Andy
081343778818
|
5
|
Univ. Jendral Soedirman
(UNSOED)
|
Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOL)
|
Purwokerto, Jawa Tengah. Kampus Fisip Grendeng.
|
CP:
Nunik
08568650256
Email
:
|
6
|
Univ. Brawijaya Malang
|
Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOLITIK)
|
CP:
Bram
081330004333
|
|
7
|
Univ. Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
(UIN)
|
Himpunan Mahasiswa Ilmu
Politik FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
|
Kampus
2 Gedung FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta lt.4
Jl.
Kertamukti Raya, Pisangan, Ciputat, Tangerang Selatan.
Banten,
15419.
|
CP
:
Hendra
Sunandar 085779468793
dan
Muhammad Sutisna 085693956346
|
8
|
Univ. Indonesia
(UI)
|
HMIP FISIP UI,
|
Kampus FISIP UI Depok Gedung Tapi Omas Lantai 2.Depok Jawa
Barat.
|
CP
:
Audry
Maulana 08568172997
dan
Reinaldy
Ariesto Nugroho 085697259668
|
9
|
IAIN Sulthan Thaha Saifuddin
|
Lembaga Mahasiswa Jurusan Ilmu
Politik Islam
|
Jl. Lintas Jambi-Muara Bulian, KM. 16 Simp. Sungai Duren,
Mendalo. Kabupaten Muaro Jambi, Jambi. 36363 Telp./Fax. (0741)
582021
|
CP:
Ririn
0857
69199045
atau
0853
77119335
E-mail
:
|
10
|
Univ. Airlangga
(UNAIR)
|
Hima Ilmu Politik
|
CP:
Dio
Safrial Politik 2009
085746729029
|
|
11
|
Univ. Bung karno
(UBK)
|
Himpunan Mahasiswa Politik (HMP)
|
Jl. Kimia No. 20 Menteng Jakarta Pusat
|
CP:
TYO
: 083899856685/ 081519256633/ 02195700662
Email
:
|
12
|
Univ. Syiah Kuala
(UNSYIAH)
|
Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOL)
|
Kopelma Banda Aceh – Aceh
|
CP:
Chaeroel
Akmal
085360060063
Email
: akmalulim77@yahoo.com
|
13
|
FISIP UMJ
|
Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOL)
|
Gedung Perintis I UMJ jl Kh. Ahmad Dahlan Cirendeu Ciputat
Tang-Sel
|
CP:
085
7171 80051
Email:
|
14
|
Stisipol Candradimuka Palembang
|
Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOL)
|
Jln. Swadaya(Basuki Rahmat)Sekip Ujung Palembang. Sumsel
|
CP:
082178016703
|
15
|
Iisip Jakarta
|
Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOL)
|
Jl Raya Lenteng Agung Jagakarasa Jaksel
|
Telp
:
085716446925
Email:
zhuls1990@yahoo.com atau
|
16
|
Univ.Islam Negri Alauddin Makassar
|
Himpunan
Mahasiswa Politik
(HIMAPOL)
|
Telp:
085337684664
Email:
Andimegawati18@yahoo.com
|
|
17
|
Univ. Bakrie
|
Ilmu
Politik Universitas Bakrie
|
Kampus Kuningan Kawasan Rasuna Epicentrum Jl.H.R.Rasuna
Said Kav. C-22
|
CP:
Sendy
0856
9307 0796
|
18
|
Univ. Nasional
|
Himpunan
Mahasiswa Jurusan Ilmu Politik
|
Jln. Sawo Manila Pejaten Pasar Minggu Jakarta Selatan
|
CP:
Alfath
083892523003
Email:
Twitter:
@HimajipUnas
|
19
|
Univ. Wahid Hasyim Semarang
(UNWAHAS)
|
Himpunan
Mahasiswa Politik
(HIMAPOL)
|
Jl.
Menoreh Tengah X/22 Sampangan
Semarang, Jateng. |
|
20
|
FISIP UMJ
|
Himpunan
Mahasiswa Ilmu Politik (HIMAPOL)
|
Gedung Perintis I UMJ jl Kh. Ahmad Dahlan Cirendeu Ciputat
Tang-Sel
|
CP:
Surahmat
085
7171 80051
Email:
|
Ini Komentar Himipol Unimal Terkait Qanun Bendera Aceh
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Rabu, 27 Maret 2013
Lhokseumawe | acehtraffic.com
- Setelah Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mensahkan Rancangan Qanun
Bendera dan Lambang Aceh, melalui sidang Paripurna II pada hari Jumat,
22 Maret 2013 lalu. Terlihat sejumlah masayarakat pun larut dalam
evoria untuk mengibarkan bendera tersebut.
Namun dibalik
itu, munculllah berbagai komentar terkait dengan Qanun Bendera dan
Lambang Aceh tersebut. seperti yang diungkapkan oleh Ketua Himpunan
Mahasiswa Ilmu Politik (Himipol) Universitas Malikussaleh, Safrizal.
Menurutnya, ada
kekhawatiran lain setelah Rancangan Qanun Bendera dan Lambang Aceh ini
disahkan, yaitu hal yang dikhawatirkan adalah pengesahan Bendera dan
Lambang Aceh ini hanya diklaim oleh sekelompok pihak saja.
“Disatu sisi memang rakyat Aceh menghendaki bendera itu harus berkibar,” ujar Safrizal, Rabu 27 Maret 2013.
Safrizal juga
menilai, nanti apabila memang bendera tersebut dicabut oleh Pemerintah
pusat dan tidak boleh berkibar di Aceh. Maka hal merupakan propaganda
politik yang dilakukan oleh Legislatif dan Eksekutif Aceh untuk Pemilu
2014.
Hal tersebut
dikarenakan, mereka telah mengetahui jauh-jauh hari peraturannya dan
juga telah mengkajinya. Maka apabila nantinya, kalau melanggar peraturan
memang dipaksakan juga untuk dilaksanakan maka nantinya pasti akan
dicabut oleh Pemerintah pusat.
“Bisa dikatakan, hal itu dilakukan untuk menarik simpati masyarakat dalam pemilu 2014,” tutur Safrizal.
Menurutnya,
kalau mengacu pada PP no 7 Tahun 2007. Bendera Bintang Bulan tersebut
tidak dapat digunakan di Aceh, karena didalam PP telah dikatakan
lambang-lambang daerah yang bisa dilaksanakan dan dikibarkan selama
tidak melanggar undang-undang yang berlaku.| AT | AG |
Sumber: http://www.acehtraffic.com
Ini Dia Persyaratan Beasiswa di MPD Aceh Utara
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Jumat, 22 Februari 2013
Berikut persyaratan untuk memperoleh beasiswa dari pemerintah Kabupaten Aceh Utara yang disediakan khusus untuk mahasiswa Aceh Utara dengan jenjang pendidikan stara 1 (S1) dan Diploma III yang sedang dalam menyusun tugas akhir kuliah (skripsi/laporan) yang nilainya mencapai Rp. 2 juta per orang. Proposal diterima dan diseleksi melalui Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Utara pada awal bulan Maret 2013.
Persyaratanya adalah sebagai berikut:
- Surat Permohonan Beasiswa (download)
- Surat keterangan miskin/kurang mampu dari Geuchik Gampong (download)
- Surat keterangan sedang menyusun skripsi/laporan dari kampus
- Transkip Nilai dengan Indek Prestasi Komulatif (IPK) minimal 2,50 (dapat diproleh di akademik masing-masing)
Demikian kami sampaikan kepada
teman-teman mahasiswa Kecamatan Paya Bakong khususnya, dan mahasiswa
lain pada umumnya. Terima kasih
Note:
Untuk diketahui bahwa surat permohonan dan surat keterangan miskin/kurang mampu tersebut di atas adalah redaksi versi Forum Interaksi Mahasiswa (FIMA) Kecamatan Paya Bakong Kabupaten Aceh Utara. [Safrizal]
Dibuka Pendaftaran Beasiswa di MPD Aceh Utara
Posted by HIMIPOL UNIMAL on
LHOKSEUMAWE - Mahasiswa Aceh Utara yang ingin memperoleh beasiswa dari Pemkab setempat dipersilakan mengantar berkasnya ke kantor Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh Utara. Karena sesuai surat Bupati Aceh Utara, MPD setempat adalah lembaga yang menerima dan menyeleksi berkas beasiswa untuk mahasiswa strata satu (S1) dan diploma III yang sedang menyusun tugas akhir (skripsi/laporan).
Berkas yang telah lengkap syaratnya akan mulai diterima awal Maret mendatang. “Jumlah dana yang tersedia dari APBK 2013 untuk membantu mahasiswa yang sedang menyusun tugas akhir (skripsi atau laporan) sebesar 1,2 miliar rupiah. Dana itu kita prioritaskan bagi mahasiswa kurang mampu,” jelas Ketua MPD Aceh Utara, Ibrahim Bewa, menjawab Serambi Rabu (20/2) terkait permintaan sejumlah mahasiswa agar Pemkab Aceh Utara memperjelas pengumuman beasiswa itu.
Kepada mahasiswa yang ingin mengajukan berkas beasiswa itu, Ibrahim berharap dapat melampirkan syarat yang telah ditentukan. “Kita rencanakan beasiswa kita berikan 2 juta rupiah per mahasiswa. Namun, jika mahasiswa yang mengajukan berkas tidak banyak, jumlah beasiswanya bisa bertambah,” ujar Ibrahim.
Ia menargetkan proses penerimaan beasiswa bisa selesai dalam waktu sebulan. Sebab, setelah pengumuman penerimaan berkas ditutup, pihaknya akan memverifikasi berkas tersebut. “Jika ada mahasiswa yang belum melengkapi persyaratan, akan kita beri waktu kembali untuk melengkapinya. Tapi, jika sampai batas waktu yang ditentukan tak juga melengkapi, dianggar gugur,” katanya. Ibrahim berharap beasiswa itu nantinya akan dapat meringankan beban mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir.
Sementara itu, puluhan mahasiswa, siang kemarin, mendatangi kantor MPD Aceh Utara setelah mendatangi Kantor Bupati Aceh Utara untuk mengajukan berkas beasiswa. Namun, berkas yang diajukan mereka ditolak petugas, karena belum ada pengumuman. Karena itu mahasiswa meminta pemkab Aceh Utara segera mengumumkan kejelasan tempat penerimaan berkas beasiswa tersebut.(c37-Sumber: serambinews.com)
Note:
Lihat persyaratannya disini
Beasiswa GE untuk Mahasiswa S-1
Posted by HIMIPOL UNIMAL on Sabtu, 16 Februari 2013
JAKARTA - Tahun ini, GE Foundation kembali
menawarkan beasiswa bagi para mahasiswa sarjana di Indonesia. GE
Foundation Scholar-Leaders Program akan diberikan kepada mahasiswa dari
Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB),
Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya (ITS), Universitas Gadjah
Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), Universitas Airlangga (Unair),
Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Brawijaya (UB) dan
Universitas Padjadjaran (Unpad). Mereka yang berhak atas beasiswa ini adalah yang aktif sebagai mahasiswa tahun kedua, mulai semester tiga hingga delapan. Beasiswa akan diprioritaskan kepada mahasiswa dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Ekonomi, dan Teknik. Syarat lainnya, pelamar haruslah memiliki IPK minimal 3,0 dan berkemampuan bahasa Inggris dengan baik. Tidak hanya itu, keaktifan kandidat dalam organisasi kemahasiswaan atau kegiatan sosial lainnya akan menjadi nilai tambah.
Untuk melamar beasiswa ini, pastikan berkas lamaranmu berisikan:
- Formulir aplikasi GE-FSLP yang sudah lengkap dan ditandatangani (diisi secara online dan dicetak)
- Satu pas foto berwarna 4x6 cm
- Satu fotokopi KTP yang masih berlaku
- Surat keterangan aktif kuliah dari universitas (asli)
- Satu transkrip nilai dari semester 1 sampai 3 (dilegalisir)
- Satu fotokopi Ijazah SMU
- Satu fotokopi Surat Tanda Tamat Belajar (STTB)
- Satu fotokopi national standard (Nilai UN)
- Dua surat rekomendasi (dari dosen wali dan dosen lainnya)
- Surat keterangan tidak mampu dari pihak kampus
- Surat keterangan tidak mampu dari pihak kelurahan
- Surat keterangan aktif di organisasi kemahasiswaan atau sosial lainnya
- Surat pernyataan tidak sedang dan tidak akan menerima beasiswa lain, apabila ditetapkan sebagai penerima beasiswa GE Foundation Scholar - Leaders Program, yang diketahui oleh dosen wali/pembimbing akademik
Perlu diingat, pengisian formulir aplikasi dilakukan secara online melalui laman www.scholarshipandmore.org. Setelah formulir diisi lengkap, cetak formulir tersebut dan kirimkan versi hardcopynya, termasuk semua dokumen pendukung tadi ke:
Beasiswa GE Foundation Scholar-Leaders Program - Indonesian International Education Foundation (IIEF)
Menara Imperium Lt. 28 Suite A-B
Jl. H. R. Rasuna Said, Jakarta 12980
Telp 021-8317330, Fax: 021-8317331
E-mail: scholarship@ iief.or.id
Website: www.iief.or. id
Deadline pendaftaran program beasiswa ini 28 Februari 2013 (cap pos), ya! Informasi lengkap bisa juga diakses di laman www.scholarshipandmore.org.(okezone.com)












![OSPEK TAHUN AKADEMIK 2011-2012 Calon Mahasiswa yang telah mendaftarkan diri di Universitas Malikussaleh [Unimal], mengikuti Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus [OSPEK] yang di laksanakan di kampus induk Unimal Reuleut Kecamatan Muara Batu Kabupaten Aceh Utara. Selasa [6/9/2011]](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgW1RDuS47ce5YG1zeoA2_Hw6MxdIuJM0-KUxMM5xFb_wSdFHIjRd3Na9KY2sYwbmWA9NckRcryJrhoes4Y7T5Ytt6HLMD2lFNlnlAa6G1IbLWnKFxVezJFft111ygPkDtzWPL9MV81iuw/s640/Ospek+Tahun+Akademik+2011-2012.jpg)









