Event Pemerintah Aceh 2014

[Situasi Politik Internasional] Sekjen PBB Kecam Iran

Ban Ki-moonSituasi politik internasional sampai saat ini masih belum menemukan titik yang jelas terutama masalah Israel dengan Palestina, Suriah serta program nuklir Iran, namun semua itu tetap Iran yang menjadi sasaran dunia internasional. Hal tersebut terlihat ketika Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, mengeluarkan kecaman terhadap Iran ketika menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Non-Blok di Teheran.

Ketika menyinggung pernyataan sikap Iran bahwa Israel tidak berhak mendirikan negara, Ban mengatakan pihaknya mengecam ancaman satu negara anggota PBB ke negara anggota lainnya.


Sebelumnya pada 15 Agustus 2012 lalu lebih dari 400 warga Israel menandatangani petisi online berisi permintaan kepada pilot-pilot Angkatan Udara Israel untuk membangkang jika diperintah mengebom Iran.

Petisi tersebut meminta para pilot menggunakan akal sehat dalam menghadapi apa yang mereka sebut rencana untung-untungan yang keliru.

Dokumen ini menyebutkan, "Saat ini nasib kami ada di tangan Anda."

Petisi ini dikeluarkan ketika spekulasi serangan Israel terhadap fasilitas-fasilitas nuklir Iran makin kencang.

Para pejabat Israel mengatakan mereka siap berperang selama sebulan dengan Iran.

"Menurut perhitungan kami, perang melawan Iran akan berjalan selama 30 hari," kata Matan Vilnai, Menteri Pertahanan Israel dalam wawancara dengan surat kabar Maariv, hari Rabu (15/08).

Vilnai mengatakan pertempuran akan terjadi di beberapa tempat dan menambahkan serangan rudal Iran mungkin akan menewaskan sekitar 500 warga Israel.

"Dari pembicaraan kami dengan para pakar, angka korban di pihak kami kurang lebih 500 orang," katanya.

Namun Vilnai menyatakan serangan terhadap fasilitas-fasilitas nuklir Iran akan dikoordinasikan dengan pemerintah di Washington.

Israel meyakini bahwa program nuklir Iran pada akhirnya ditujukan untuk mengembangkan senjata nuklir, sementara pemerintah di Teheran menegaskan bahwa program ini semata-mata untuk kepentingan damai.


Editor: Safrizal

Related News

Tidak ada komentar:

Leave a Reply